GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 88


__ADS_3

"Hallo sayang"


Sapa Amos terlebih dahulu saat menganggkat panggilan dari sang Istri tercinta, pria itu terus tersenyum salah tingkah sambil berdiri agak jauh dari Bryan dan juga Gal, namun suara baritonnya terdengar begitu jelas ditelinga mereka.....


"Siapa orang-orang ini?"


"Ah, aku yang meminta mereka datang untuk menemanimu"


"Tapi aku baik-baik saja sendiri"


"Sudah sayang jangan membantah, nikmati saja pelayanan Massage terbaik yang akan membuatmu lebih segar, aku tahu tubuhmu pasti merasa lelah karna terus melayaniku"


"Kau menyebalkan"


"Hahaha, sebentar lagi aku pulang, aku mencintaimu istriku, tunggu aku, kita harus melakukan ritual malam ini"


Tut.......


"Hahahaha, menggemaskan sekali"


Guman Amos tertawa keras sambil menatap sambungan telepon yang dimatikan sepihak oleh Liu, Amos yakin bahwa sekarang wajah istrinya itu sudah memerah malu bercampur kesal, pasti sangat menggemaskan membuat Amos tak sabar ingin pulang dan bermanja dengan istrinya.


"Kau terlihat sangat bahagia anak muda"

__ADS_1


Goda Bryan melihat Amos yang kembali bergabung duduk di sofa sambil senyum-senyum sendiri. Amos mendongak kemudian menggaruk lehernya kikuk.


"Aku baru merasakan apa itu kehidupan sempurna Tuan, memiliki istri yang begitu aku cintai"


"Semoga kau selalu beruntung, masih banyak halangan yang harus ditempuh kedepannya dalam sebuah ikatan pernikahan, kehidupan rumah tanggamu masih baru berada pada titik star. Suatu saat kau akan mengerti apa arti menjadi seorang lelaki, kau akan paham sejauh apapun kau pergi, ujung-ujungnya kau akan pulang pada keluarga kecilmu"


"Terimakasih Tuan, aku belajar banyak dari pria hebat sepertimu"


Jawab Amos sambil menjabat tangan Bryan, disambut hangat oleh pria parubayah itu. Mendengar sanjungan menantunya, Bryan mengibas sedikit jas yang dia kenakan kemudian menjawab.


"Tentu saja aku hebat, tampan dan kaya raya"


Amos melempar senyum canggung, dan menggaruk lehernya tidak gatal, ucapan Bryan yang terkesan Bossy dan arogant mengingatkan Amos akan watak sang istri yang sama persis layaknya Bryan.


"Ehem"


Amos berdehem dari ambang pintu kamar, beberapa wanita yang tengah berdiri di depan meja rias spontan menatapnya lalu membungkukkan badan sebagai salam.


Liu perlahan membuka mata indahnya, wanita itu ikut menatap kearah suaminya, disana Amos sudah berdiri sambil tersenyum menatapnya yang masih diberi layanan kecantikan oleh para wanita-wanita pekerja itu.


Para wanita itu berbagi tugas, mulai dari memberi pijatan manja pada tubuh Liu, hingga mengoles berbagai cream kecantikan di wajah Liu.


"Kalian boleh pergi, bayarannya akan aku transfer!"

__ADS_1


"Baik Tuan, terimakasih"


"Kami permisi Nyonya, selamat malam"


Liu tersenyum hangat tak lupa juga mengucapkan terimakasih, dia menyempatkan mengantar semua pekerja yang yang tadi disewa oleh suaminya sampai di depan pintu apartemen. Setelah menutup pintu, Liu kembali masuk kedalam kamar, dia mencari-cari keberadaan Amos namun tidak ada. Tapi terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, sudah pasti itu adalah suaminya yang tengah bersih-bersih.


Tak lupa mengganti kimono handuk yang dia kenakan tadi dengan sebuah lingerie sexsi berwarna hitam, Liu menggurai indah rambut blondenya, wanita itu naik keatas ranjang dan mulai berbaring. Saat Liu sibuk dengan ponselnya, Amos keluar kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk kecil yang menutupi Junio keramat.


Amos mengenakan Boxer kemudian ikut berbaring disisi istrinya, mata Amos menyapu bersih wajah cantik natural tanpa sentuhan make-up itu, hidung mancung, bibir seksi dan mata indahnya mampu membuat detak jantung Amos tak terkendali, ditambah wangi rambut yang menyeruak mampu membangkitkan gairah pria itu.


Tangan Amos rasanya tak enak diam, dia ingin mencicipi tubuh molek sang istri malam ini setelah melakukan beberapa tritmen perawatan kecantikan, tubuh dan wajah Liu terlihat semakin bersinar dan menggoda. Tangan Amos mulai meraba perut rata Liu, meraba dengan sensual dan penuh kelembutan. Liu tak menggubris, dia masih asik dengan ponselnya, saat Amos ingin menyerang benda kenyal kesukaannya, Liu mengangkat tangan dan sedikit menahan dada suaminya.


"Aku mohon malam ini saja, aku sedang tidak ingin melakukannya!"


Tolak Liu dengan suara kecil, dia langsung memalingkan wajahnya ke samping, lalu meletakkan ponsel diatas nakas sebelah tepat disisi kepalanya, kemudian Liu menarik selimut tebal dan tubuhnya hingga sampai dileher, Liu menutup mata dengan memunggumi Amos. Pria itu menghela nafas panjang kemudian tersenyum paksa dibalik leher Liu.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Besok kau akan kembali bertemu orang tuamu, setidaknya kau terlihat lebih segar nanti!"


Jawab Amos masih dengan suara pelan penuh kasihsayang, Liu tak menyahut namun dibalik selimut dia dapat merasakan dengan jelas tangan pria itu yang menyelinap dan merengkuh erat tubuhnya dari belakang.


"Good Night sayang, Love you"


Masih tetap diam, walau ucapan barusan seakan memekakkan telinganya .

__ADS_1


__ADS_2