
Masih betah pada posisi mereka dengan Amos yang memeluk tubuh istrinya dari belakang, keduanya terdiam beberapa saat sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang meremang dikulit dan juga desiran ombak laut yang terdengar seperti alunan indah disore hari.
Tangan Amos mengelus dan meraba perut Liu dengan sensual, mengecup bahu polos sang istri dan terus menyibak rambut basah wanita itu ke samping agar Amos lebih leluasa menjajah bahu dan punggung istrinya. Liu masih terus diam, sesekali bibirnya mengulum ke dalam merasakan ciuman liar dari Amos, wanita itu mengigit bibirnya sekuat tenaga tidak mengeluarkan suara yang dapat membangkitkan gairah sang suami.
"Sebentar lagi aku akan kembali ke Apartemen, aku pasti akan sangat merindukanmu. Dua hari kedepan aku akan disibukkan dengan urusan kantor karna akan memindahkan perusahaan utama ke negara ini, agar lebih mudah bekerja sambil memantau istriku. Minggu depan, baru kita bisa kembali bertemu karna Daddy dan Mommy akan mengadakan pertemuan keluarga besar, aku akan membawa Daddy Ham dan Keyndra ikut serta, Kemudian sebulan penuh menghabiskan hari-hari denganmu sambil membicarakan rencana pernikahan kita"
Amos menjelaskan semua wacananya dengan rinci dan detail kepada Liu, menjelaskan dengan pelan pada istrinya agar Liu dapat merekam ucapannya barusan, pria itu menyandarkan dagunya pada bahu Liu sambil menatap wajah cantik sang istri melihat reaksi dari ucapannya barusan.
Liu masih sama diam, tapi jelas dia mendengar dan mencerna ucapan Amos, wajahnya terlihat tengah berpikir keras yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Amos terkekeh geli melihat reaksi Liu, tanpa izin dia melayangkan kecupan hangat di pipi Istrinya........
Perlahan Amos memutar tubuh Liu agar menghadap kearahnya, membingkai wajah cantik itu dengan tangan besarnya agar mata mereka dapat beradu, senyum Amos begitu tulus dan penuh cinta, dia mengelus wajah Liu menggunakan ibu jarinya, perlahan pandangan Amos turun kearah bibir mungil berwarna pink mengkilat yang sangat menggoda, bentuknya yang sangat seksi membuat Amos tidak tahan ingin menikmati benda kenyal itu.
Cup.
Dimulai dengan kecupan singkat pada bibir, hingga Amos mulai memberi serangan dengan perlahan dan penuh kelembutan. Tangan Amos berpindah kebelakang leher dan juga pinggang ramping Qynliu, dia menekan tengkuk Liu agar ciuman mereka semakin dalam.
Bibir Amos mengecap kuat bibir atas dan bawah Liu secara bergantian, memberi Lum*atan disetiap sudut dan mengabsen seluruh rongga mulut istrinya, tidak ada perlawanan dari Liu, bagai terhipnotis dan terbuai ciuman panas suaminya, Liu tak mau kalah, dia membalas dan juga bisa menyeimbangi serangan Amos, kini tangan Liu sudah berpindah bergelantungan dileher suaminya.
__ADS_1
Lidah Amos mendorong masuk dan tak memberi kesempatan bahkan hanya untuk mengambil nafas, dia melilitkan perasa mereka dan mulai menari-nari mengikuti irama hasrat yang menggelora.
Ditengah kewarasannya, Liu berfikir sejenak sambil mengikuti gerakan bibir Amos. Liu seolah kembali dibuat ragu dengan Amos, tidak yakin akan rumah tangga mereka yang bisa bersatu dan abadi sampai keduanya menua, kembali teringat bagaimana dulu Amos menolak cintanya dan selalu menyebut nama Lexa sebagai wanita yang dia cintai. Liu semakin dibuat ragu, saat sosok Lexa yang telah lama tidak dia temui, hadir ditengah-tengah keduanya saat kembali mencoba bersatu.
Tanpa aba-aba Liu langsung melepaskan tautan mereka secara sepihak, dia langsung mengambil jarak kemudian memalingkan wajah kesamping tak siap menatap wajah Amos yang sudah dilanda kebingungan.
"Ada apa Hem?"
Tanya Amos lembut, meraih dagu mungil Liu dan kembali mengarahkan wajah cantik yang terlihat bingung itu agar mengarah padanya.
Ucap Amos lagi diiringi senyuman hangat dan kecupan lembut pada kening Qynliu, wanita itu menatap dalam mata suaminya, mencari-cari celah kebohongan, namun hanya ada kejujuran dan juga penyesalan dibalik tatapan sendunya.
"Hem baiklah sayang, aku sepertinya sudah harus pergi, Minggu depan kita akan kembali bertemu, jangan macam-macam Hem, aku mengawasimu, tubuh dan jiwamu ini hanya milik Amos seorang, milik Amos Bhalendra suamimu"
"Aku mencintaimu Istriku"
Cup
__ADS_1
Cup
Cup
Cup
Cup
Kecupan-kecupan kecil kembali melayang diwajah dan juga tangan Liu, pria tampan itu menghujami Liu dengan ciuman penuh cinta, dan terakhir ciuman yang sedikit lama pada bibir. Amos kemudian mulai berjalan keluar dari kolam renang mengangkut bajunya yang tergeletak juga sebuah handuk kimono diujung yang tergantung di sudut lantai kolam.
"Love you My Wife, Love you More"
Pekik Amos sebelum benar-benar menghilang dari Rofthop menuju lantai bawah.
"Entahlah"
*********
__ADS_1