GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 48


__ADS_3

Tapi setidaknya sedikit lagi Liu akan berjuang,membongkar semua kebusukan Lexa yang sudah berbuat hina dengan orang yang paling Amos benci yaitu Agio. Terima atau tidaknya Amos yang terpenting Liu sudah berusaha.


Jika Amos akan tetap percaya pada Lexa,maka Liu akan memilih pergi,dia cukup sadar seberapa Cinta Amos pada istri pertamanya. Tapi,jika Amos memilih percaya kepada Liu maka kemungkinan besar gadis itu akan kembali berjuang untuk Cinta suaminya itu.


"Atur keberangkatanku Minggu depan, kalian berangkatlah duluan,aku serahkan semua Mafiso sampai aku tiba,jangan menggangguku beberapa hari ini. Dan juga,jaga rahasia ini tidak ada yang boleh tau, juga Lowhen Group sementara aku percayakan pada kalian bertiga"


Liu berkata dengan dingin menatap ketiga sahabatnya serius. Ketiganya mengangguk patuh kemudian saling berpelukan hangat seolah salam perpisahan sampai kembali bertemu di Minggu depan. Mobil mewah mereka berhenti tepat didepan rumah Amos, Qynliu turun dan lupa melembai pada ketiga sahabatnya yang akan terbang malam ini juga.


Menggunakan pesawat pribadi yang hanya tinggal dikomandokan saja untuk menjemput.


Kaki jenjang Liu berjalan perlahan memasuki rumah,matanya menyapu seisi ruangan yang sudah sangat sepi,pasti semua penghuninya sudah lelap.


"Baru pulang?"Liu terlonjak kaget,diujung tangga tepat didepan pintu kamarnya Amos tengah berdiri dengan wajah memerah menahan amarah. Liu menjadi salah tingkah,dia seperti seorang istri yang tengah ketahuan selingkuh.


Dengan langkah kecil dia melangkah naik keatas, berdiri tepat didepan Amos berdiri,Pria itu masih memandang Istri kecilnya dengan tajam menatap Liu dari atas kebawah. Jakunnya naik turun,namun rasa amarah masih menyelimuti.


"Itu,mhhh maafkan aku,tadi aku pergi bersama sahabat-sahabat ku" Jawab Liu dengan suara kecil,dia menyengir kuda. Amos melongo tak percaya mulutnya membola. Liu bersikap manja,apa ini mimpi. Biasanya gadis misterius ini hanya akan memasang wajah datar dan jutek.


Tapi dari nada bicara Qynliu sama sekali tidak dibuat-buat,apa Qynliu seorang gadis manja?.....Bukankah dia tidak memiliki orang tua,lalu bermanja pada siapa?.

__ADS_1


Tapi intinya Liu sangat menggemaskan.


"Lalu?"Tanya Amos dengan tatapan mengintimidasi,seolah memancing Qynliu agar kembali bersikap manja.


"Ya aku baru pulang" Jawab Qynliu lagi dengan senyuman rekah,dia menarik-narik ujung baju Amos, percayalah ini salah satu trik licik Qynliu dalam mengambil hati suaminya.


Amos mengulum senyum menahan rasa gemas melihat tingkah Istri mudanya yang baru pertama kali dia lihat. Tangan Amos meraih tangan mungil Liu menarik pelan gadis itu kedalam kamar.


"Mandilah setelah itu baru kita berbicara lagi" Suruh Amos mendorong punggung Liu kedalam kamar mandi. Liu mengangguk setelah meraih handuk kimono,sejenak dia berhenti didepan pintu sebelum benar-benar menutup daun Pintu kamar mandi....Liu menatap kearah Amos yang juga tengah menatapnya dari atas pembaringan.


Gadis itu memberi senyuman nakal,menyibak sedikit gaun sexsinya sehingga paha mulus dan indah itu kian terpampang,mata Amos membelalak tak percaya dengan aksi istrinya.


Brak......


Qynliu menutup pintu kamar mandi,tak lupa menguncinya,menyisahkan Amos yang tersiksa karna sudah diliput api gairah hanya karna melihat Liu,Amos menghela nafas berat menahan gejolak kuat pada diri bagian bawahnya yang sudah berdiri tegak siap untuk memangsa lubang surgawi.


Tiga puluh menit lamanya Amos menunggu diatas pembaringan,hasrat birahi yang sempat membara kini mulai terkendali, berkali-kali dia memandang daun pintu seakan tidak sabar untuk melihat sosok bidadari kecil keluar dari sana dengan wajah segarnya.


Ceklek......

__ADS_1


Pintu terbuka,Amos kembali menghela nafas,Liu keluar dari kamar mandi dengan kimono handuk melekat sempurna pada tubuh indahnya,rambut yang digulung didalam kain handuk dan juga wajah segar natural alami,kembali membuat jiwa kelakian Amos bangkit untuk kesekian kali.


Wangi tubuh Qynliu semerbak memasuki Indra penciuman seorang Amos. Dengan santai dan cuek,Liu berjalan kearah meja rias,melepas handuk pada kepalanya yang semakin membuat harum dari rambut basah itu.....


"Kenapa melihatku seperti itu?"Tanya Qynliu bersitatap dengan suaminya dari dalam pantulan cermin. Amos menggeleng,mencoba mengendalikan hasratnya.


"Tidak ada" Balas Amos dengan cuek, mati-matian pria itu mencoba menormalkan wajah.


"Lalu apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Qynliu lagi dengan santai,kini tangan indahnya dengan lihai memoles lotin keseluruh lengan dan kakinya.


"Itu,kau dari mana saja?"Amos balik bertanya dengan intonasi suara sedikit meninggi,mengingat Liu yang baru pulang larut malam kembali memancing jiwa tempramentalnya.


"Club" Satu kata dengan sangat santai,namun Liu terpaksa berbohong,tidak mungkin kan jika harus berkata jujur.


"Apa?"Pekik Amos terkejut mendengar itu,dia berdiri dari duduknya memandang Liu dengan tajam,gadis itu mengerjit heran,kenapa Reaksi Amos sangat berlebihan.


"Kau tahu,tidak pantas seorang wanita bersuami pergi kelayapan tengah malam, lebih-lebih kau pergi berkunjung ketempat hiburan malam itu" Bentak Amos dengan wajah memerah,membayangkan istri kecilnya yang berpakaian sexsi dan menjadi pemandangan indah bagi para buaya ditempat itu,membuat Amos sesak nafas rasanya. Tidak rela.....


"Tidak perlu berlebihan menghakimiku,memang kau tahu apa yang dilakukan istri tuamu diluaran sana?" Qynliu ikut berdiri,sedikit mulai memancing rahasia. Dia memberi senyuman ketir pada suaminya.

__ADS_1


"Berhenti terus membenci Lexa, dia itu tidak sepertimu, sekalipun dia pergi keluar,itu hanya untuk bertemu dengan sahabatnya,Deandra."


__ADS_2