GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 31


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan ha?"Ha Bentak Amos didepan wajah Liu. Gadis itu menghela nafas,matanya sedikit mengenang,bentakan Amos membuat sedikit goresan dihati kecilnya.


"Di-dia memukul kami tanpa sebab" Adu Lexa dengan suara terbata-bata. Amos kembali menatap Liu dengan amarah,dia menyeret gadis itu menuju kamar.


"Kau memang perlu dididik,sudah berani kurang ajar rupanya" Sentak Amos menarik Liu kemudian mengunci pintu kamar gadis itu. Amos melepaskan tangan Liu kasar mendorong gadis itu hingga dia terjatuh diatas permbaringan,dengan cepat Amos melepas tali pinggangnya memegang dengan erat kemudian mengangkat siap untuk memukul' Liu.


"Kau tidak bertanya alasannya,kau percaya begitu saja?"Lirih Liu tidak percaya dengan perlakuan Amos,matanya berhasil mengeluarkan cairan bening dia bertumpu pada ranjang.


"Lalu apa yang kau lakukan tadi ha,apa yang perlu dijelaskan,dan juga semalam kemana saja kau ha. Apa kau pergi bersama kekasihmu dan menghabiskan waktu berdua,dasar gadis murahan" Bentak Amos lagi dan lagi semakin membuat luka goresan itu ternganga.....Liu mendongak menatap Amos dengan mata sembabnya.


"Lalu apa dengan seperti ini caramu mendidikku?"Tanya Liu balik membentak,dia tidak terima perlakuan kasar Amos yang selalu dilontarkan hanya kepadanya. Amos tertawa sinis dia melempar tali pinggang itu asal.


"Kau itu istriku,aku berhak atasmu sepenuhnya,jadi tidak ada larangan untukku dalam bentuk mendidikmu,membuatmu sadar bahwa yang kau lakukan itu salah" Seru Amos masih dengan intonasi yang tinggi......

__ADS_1


"Baiklah lakukan apa yang kau inginkan"Pasrah Liu,airmata kembali menetes dia mengadahkan tangan pada Amos memberi pria itu tempat dimana letak Liu menerima pelajarannya.


Deghhhhh.


Hati Amos mencolos saat melihat airmata itu mengalir dengan mulus dari netra istri mudanya,mata sembab itu dan wajah sedih itu membuat Amos tersadar bahwa dia juga sudah melakukan hal yang salah. Liu masih remaja labil bukan dengan kekerasan cara mendidiknya. Amos terdiam menatap tubuh Liu yang tengah bergetar karna sesegukan,ingin sekali dia merengkuh tubuh itu, meminta maaf dan memberi kecupan penenang. Tapi ego mengalahkan semuanya,rasa gengsi membuat hati Amos tertutup.


"Jangan keluar kamarmu sampai besok pagi,renungkan kesalahanmu itu" Seru Amos dingin lalu meninggalkan kamar dan Liu yang masih dengan rasa sakitnya. Liu menatap punggung Amos mendengar suara pintu yang terkunci dari luar....Gadis itu menghempaskan tubuhnya diatas ranjang menatap langit-langit kamar,tak lupa menyapu sisa airmata kepalsuan....


Padahal saja setelah insiden Liu digoda beberapa rekan kerjanya ditoko kue itu,membuat Amos meresa panas dan seakan tak rela bila Istri mudanya ditatap penuh minat oleh laki-laki lain,dia tidak rela kecantikan Liu dinikmati orang banyak,dia hanya ingin menikmatinya seorang diri. Wajah cantik,dengan mata sayu,hidung mancung dan bulu mata lentik,lebih lagi kulit putih,mulus,cerah dan lekukan tubuh yang sempurna,tonjolan besar bagian bokong dan dada. Sempurna,Liu benar-benar sosok gadis sempurna yang sering menjadi bahan wanita khayalan,rasanya Amos tak menyesal telah mempersunting Liu. Ingat Amos tidak hanya tertarik akan penampilan,namun juga rasa pada Liu,yang karna ego membuat dia mengesampingkan semua itu.


Liu tertidur dikamarnya,dengan wajah polos yang sangat menggemaskan,dia memeluk guling dengan sangat erat.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar Liu terbuka,muncullah sosok Amos masih dengan jas kerjanya,mata Amos menyendu melihat pemandangan yang sangat mengiris hatinya.


Dia berjalan mendekat kearah ranjang,menatap lamat wajah ayu nan cantik itu,masih ada sisa air mata yang mengenang,ujung hidung mungil itu berwarna kemerah-merahan, sesekali keluar segukan kecil dari bibir sexsinya.


"Apa aku keterlaluan" Guman Amos menyesal sudah membuat Liu menangis tadi,dia mensejajarkan wajah mereka,tubuhnya jongkok,tangannya bergerak mengelus pipi sedikit chuby itu.


"Maafkan aku Liu" Sesal Amos lagi dan lagi,rasanya tak tega melihat Liu yang seperti itu.....


"Tidur yang nyenyak Qynliu,dan maafkan aku"


Cup....


Entah dorongan dari mana Amos memberi ucapan yang terdengar sangat manis,tak lupa kecupan lama pada kening Liu,jantungnya bergejolak saat wangi tubuh Liu menyeruak,dengan cepat dia meninggalkan kamar dan berlalu kekamarnya.

__ADS_1


__ADS_2