
Mulut Liu terdiam kaku, iri dengan posisi Lexa yang berada didalam tubuh kekar suami yang teramat Liu cintai. Ternyata oh ternyata, bukan kepercayaan yang didapat malah lirikan tajam Amos yang begitu menusuk.
"Semakin hari kau semakin berani, dasar tidak tahu malu!"
Hancur semakin hancur hati Liu, tanpa perasaan dengan intonasi dingin Amos berucap tepat didepan wajah Liu. Lafalan itu seolah sangat muda dia lantunkan.
"Aku...Aku mencintaimu"
Pekik Liu yang sudah tidak tahan terus merasa di sudutkan, Amos terdiam kaku, sekarang dirinya yang menjadi keluh. Membeku dan terkejut akan kalimat singkat yang baru keluar dari bibir mungil Qynliu. Apa ini? apa, kenapa Amos rasanya ingin melayang kesurga. Kalimat itu seolah yang di tunggu-tunggu selama ini.
Plakkkk....
"Kurang ajar, kau menyatakan cinta duluan, dimana harga dirimu ha *******, setelah menghasut suamiku, memfitnahku kini kau menyatakan Cinta. Qynliu sialan"
Lexa menjerit kencang, melayangkan tangan dipipi Chuby madu cantiknya. Merasa terancam akan posisi dia pun bergerak cepat. Qynliu hanya mampu terdiam, tamparan Lexa sama sekali tidak berpengaruh. Tapi lihat, Amos hanya diam sama sekali tidak membela Liu.
"Tidak ada balasan?"
Tanya Liu dengan tersenyum miring pada Amos. Pria itu terdiam, tidak berani menatap mata Liu yang penuh dengan luka kecewa.
"Memang apa yang kau harapkan, aku lebih percaya pada Lexa. Dia yang lebih dulu mengenalku, Cinta, simpan saja itu sendiri. Cinta ini hanya milik Lexa. Dan sekali lagi aku katakan jaga sikapmu, jangan hanya karna obsesi kau sampai memfitnah Lexa"
"Obsesi katamu?"
Seolah tak percaya, Liu menggeleng, rapuh tanpa permisi buliran bening menetes membasahi bola mata indahnya. Air mata itu , kenapa sakit sekali saat Amos melihatnya?.
__ADS_1
"Ini semua karnamu"
Pekik Liu yang berjalan cepat kearah Lexa. mencekik lehernya kuat....
"Uhuk Uhuk lepaskan"
"Dark to-tolong aku"
Cekikan itu malah semakin kuat, semua pelayan menjadi panik namun hanya mampu terdiam karna takut tidak berani ikut campur masalah rumah tangga Tuan mereka.
Amos menjadi naik pitam, rasa sakitnya terganti dengan amarah yang menggebu-gebu kala melihat Liu yang mulai berbuat kasar....
"Lepaskan!"....
Plakkk....
"Dasar *******, keluar dari rumahku. Kau ini hanya bisa menyusahkan saja, jangan harap aku akan membalas cintamu. Pergilah, aku muak dengan mu, gadis kecil yang hanya bisa berbuat kasar"
Deggghhhh.
Jantung Liu berpacu hebat, hatinya hancur berkeping-keping tidak ada harapan lagi. Amos semakin tidak terkendali, kalimat itu kenapa begitu menyayat. Amos menatap suaminya yang tengah diliput amarah, wajah pria tampan itu terlihat menyeramkan. Bagaikan malaikat maut yang siap mencabut nyawa Qynliu.
"Baiklah"
Suara Liu melemah, dia mulai bersikap acuh tak acuh perlahan kaki mungilnya berjalan tertatih-tatih menuju pintu, para pelayan sudah meneteskan air mata. Terutama Lily yang tampak sangat bersedih, semuanya seolah tak rela melihat Liu, selama ini walaupun terkesan cuek dan sombong namun Liu begitu baik pada mereka. Sama sekali tidak pernah merendahkan atau meremehkan pekerjaan mereka yang hanya para pelayan.
__ADS_1
"Aku pamit"
Seru Liu memberi senyuman pada para pelayan. Para pelayan itu menangis tersedu-sedu tidak rela ditinggalkan oleh sosok Nona Kecil yang baik hati seperti Liu....
Kaki mungilnya terseok, meninggalkan rumah yang beberapa waktu ini bagaikan dineraka, rumah yang sama sekali tidak memberi kenyamanan. Hati kecil Liu yang dia persembahan pada suaminya, hancur berkeping si rumah ini juga. Sekarang Qynliu adalah Qynliu bukan lagi sosok Nona Kecil yang menjadi istri Amos Bhalendra. Pria itu menghinanya telak didepan Lexa dan para pelayan.
Qynliu memberi senyuman tipis ditengah langkahnya, jawaban Cinta dari Amos sudah dia dapat, ya itu penghinaan dan kekecewaan. Seperti janji diawal, Liu akan kembali kenegara asal menjadi jati diri yang sebenarnya. Akan mengambil Alih perusahaan dan juga Mafia, akan memimpin perang nantinya bersama Agio Young......
"Qynliu"
Ditengah keheningan malam, dinginnya embun dan gelapnya langit terdengar suara pekikan keras dari seberang jalan tempat Liu berdiri dengan keadaan mengenaskan....
"A-apa yang terjadi, kenapa kau disini Nak?, dan kenapa pipi dan bibirmu itu?"
Ham, Pria parubayah itu menjadi panik kala tak sengaja bertemu menantunya dipinggir jalan diujung perumahan. Dia yang baru pulang dari mengurus perceraian dengan Sima menjadi kaget.
"Daddy"
Suara Liu lirih, gadis belia itu kini benar-benar membutuhkan sosok penghangat dan penenang, hatinya tengah hancur. Mata berkaca-kaca, sudut bibir berdarah, pipi bengkak, rambut acak-acakan membuat Ham meringis melihat penampilan Qynliu.
"Ada apa Nak?"
Tanya Ham lembut, sungguh dia tidak tega dengan menantu kesayangannya itu.
"Jawaban dari suamiku"
__ADS_1
__________
Hehehe sory ya guys kemarin telet. Author sengaja supaya kalian ga baca nanggung per satu part, jadi kaya gini sekali dua....🍫🍫🍫