
"Tunggu dari mana kau bisa mengenal keluarga Young itu?"Tanya Amos penuh selidik,Liu tak menggubris dia tengah bergelut dengan pikirannya, mengingat-ingat cerita sang Ibu Anatasya tentang perjalanannya bersama TZX hingga saat ini,dari masih dibawah kekuasaan Amius dan ingin direbut oleh Axel.
"Dari mana kau tahu informasi sedetail itu?"Tanya Liu balik,dia memandang Amos heran,Amos tampak salah tingkah,yang semakin membuat curiga.
"Aku ahli IT jadi itu bukan masalah besar,dijaman modern ini,lebih banyak orang menyimpan rahasianya dikomputer"Jawab Amos dengan santai dan helaan nafas berat,Liu mengangguk dia mengerti ternyata suaminya bukan orang sembarangan,memiliki keahlian khusus dalam meretas data....
"Bukankah Lady TZX sudah meratakan Mafia Axel Young dengan tanah,hingga semua anggotanya juga ikut dimusnahkan,lalu kenapa putranya dan Sima bisa membangun Mafia lagi?"Tanya Liu mencoba menggali informasi. Amos melirik Liu sebentar kemudian kearah Keyndra yang masih memejamkan mata,dia menyandarkan punggung pada sandaran sofa.
"Sima mendekati Daddy hanya demi uang,sebagai penyuplai dana untuk Agio dalam membentuk kelompoknya itu hingga sebesar ini. Tapi Daddy yang bodoh itu masih mau diperbudak Sima sampai sekarang hanya karna rasa cinta dan juga rasa balasbudi karna dulu pernah membuat Sima mendonorkan jantung untuk Daddy" Jelas Amos lagi,suaranya terdengar lirih. Liu ikut menghela nafas,ternyata ada rahasia besar dibalik semua ini,satu teka-teki kembali terungkap,banyak hal yang akan terjadi kedepannya.
Tapi tujuan utama Liu adalah membuat Amos jatuh cinta dan bertekuk lutut,Liu hampir menyerah,melihat bagaimana Amos selalu berkata mencintai istrinya tak lain adalah Lexa,dan juga perlakuan kasar Amos pada Liu,pria itu hanya akan bersikap manis jika dia menginginkan nafsunya tersalurkan,dan itu terkesan sangat buruk dimata Liu,seolah Amos hanya memperlakukannya sebagai budak *****.....
__ADS_1
"Jadi sekarang bagaimana?"Tanya Liu menatap Amos dengan dalam, bulu mata yang tidak terlalu lentik,rahang tegas,hidung mancung,dan bibir sexsinya sungguh sangat tampan membuat Liu terkesima.....
"Berhenti menatapku seperti itu,tidak ada yang bisa dilakukan,aku tidak memiliki kekuatan didunia bawah,dia memiliki pengaruh yang besar, bisa-bisa mereka akan lebih menyakiti Keyndra" Jawab Amos dengan ketus,Liu tersadar dari lamunannya dia menghela nafas kasar,tidak ada perubahan Amos masih sama.
"Jadi bag....."
"Darl" Ucapan Liu terpotong dengan suara pekikan keras Lexa yang baru memasuki kamar Keyndra,wanita itu dengan cepat berjalan kearah suaminya,duduk diatas pangkuan Keyndra dan memeluknya dengan erat,melupakan keberadaan Liu yang tengah menatap keduanya jengah.
Amos melirik Liu dengan ekor matanya, entah mengapa melihat wajah datar Liu membuat dia sedikit kecewa,entah apa yang dia harapkan, tapi dia sangat ingin melihat wajah gadis itu menunjukkan reaksi cemburu,dan kesal saat melihatnya berpelukan seperti ini dengan Lexa.....
"Lexa turunlah"Suruh Amos sedikit menjauhkan pinggang istrinya itu,mencium bau parfum Lexa yang berbau maskulin ala pria semakin membuat Amos tidak nyaman. Lexa tampak cemberut dia melepaskan rangkulannya kemudian berpindah duduk ditengah keduanya,menggeser Liu agar memberinya luas untuk duduk.
__ADS_1
"Darl apa yang terjadi dengan Keyndra,dan tadi Mommy menelepon sambil menangis tersedu-sedu?"Tanya Lexa dia menatap Keyndra diatas ranjang,namun sama sekali tidak ada rasa iba,tangan Lexa dengan nakal mengelus-ngelus dada bidang Amos.....
"Entahlah Lexa ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara,aku pusing sekali" Jawab Amos dengan kesal,dia memjiat pelipisnya. Lexa kembali cemberut,tangannya meremas ujung bajunya,matanya menatap Amos penuh kesal....
Amos menatap Lexa,dia sedikit merasa bersalah,entah diapun merasa aneh,dia merasa tidak nyaman berada didekat Lexa berbeda dengan Liu,dia ingin selalu berada didekapan wanita muda itu,menghirup wangi tubuhnya berlama-lama,entah mengapa menatap wajah Lexa sudah tidak menyenangkan lagi. Dia juga merasa heran,sedekat apapun dan bagaimanapun Lexa memancingnya untuk melakukan hubungan suami istri,tetap tidak menimbulkan reaksi pada tubuh Amos, sekalipun wanita itu bertelanjang bulat......
"Darl malam ini aku keluar ya?"Pinta Lexa dengan sangat manja,dia membelai lengan kekar Amos. Wajah Amos semakin kusut,ingin mengatakan tidak tapi sudahlah itu tidak terlalu penting,dia pun mengangguk membuat Lexa senang bukan main,memberi kecupan nakal dibibir Amos. Liu tak tahan melihat itu,dia mengalihkan perhatian pada ponsel.
Berbalas pesan dengan ketiga sahabatnya,yang mengatakan sudah berada dinegara ini.
Drrrrtttt Drttttt....
__ADS_1
Ponsel Liu berdering kedua orang itu menatap Liu secara bersamaan,Liu dengan cepat berdiri tanpa permisi dia melangkah keluar langsung menuju kamar,mengunci rapat pintu kemudian menjatuhkan bobot diatas ranjang.