GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 39


__ADS_3

"Besok kita akan mendatangi markas Eror Squad,mafia terbesar negara ini,ada rahasia besar yang harus diungkap,jadi bersiaplah"


Liu berucap dengan suara dinginnya,mata gadis itu berubah tajam,sangat mengerikan,bagaikan samurai yang siap memotong kepala lawan. Ketiganya mengangguk secara bersamaan,raut wajah mereka tak kalah datar,kini para pewaris dari manusia berdarah dingin tengah menampakkan taringnya.


Ruangan menjadi dingin,aura yang mereka keluarkan sangat kental dan mampu membuat bulu kuduk berdiri,bahkan para pelayan tidak berani lalu-lalang didepan mereka, begitupulah Amos dan Lexa yang ikut terdiam karna merasakan aura dingin menyeramkan. Mata Amos terus mengawasi gerak-gerik Liu,Amos memicingkan mata,Liu terlihat sangat berkelas,tidak cocok rasanya menjadi soerang gadis miskin yang bekerja ditokoh kue.


Semakin kesini,Amos semakin dibuat curiga dan penasaran,siapa Liu sebenarnya,banyak pertanyaan bersarang di kepalanya,semua hal yang mengenai Liu sangat sulit untuk dipecahkan,bahkan dia yang seorang ahli IT.


"Kalian pulanglah,aku ingin istirahat,besok akan aku kabari"


"Baiklah,kami juga ingin istirahat,dan mengerjakan beberapa laporan kantor sebelum itu" Jawab Bella dengan suara tak kalah kecil,takut ada orang lain yang akan mendengar.Liu mengangguk,dia mengantarkan ketiga sahabatnya sampai didepan pintu rumah. Sebelum kembali naik kekamarnya,Liu sempat melirik kearah sepasang suami istri yang masih duduk santai didepan Televisi.


Lagi-lagi luka dihatinya semakin ternganga dengan besar,bukan cinta seperti ini yang dia inginkan,Liu melihat bagaimana tatapan Lexa pada Amos,penuh cinta. Dia jadi tidak tega melanjutkan rencananya,dia sadar bahwa disini memang dia yang tidak pantas,dia yang tiba-tiba masuk kedalam rumah tangga mereka dan berencana akan membuat kedua orang yang saling mencintai itu terpisah.

__ADS_1


Jahat....


Ya,kata itu pantas untuk Liu,tapi kalau boleh jujur, rencana untuk membuat Amos bertekuk lutut,bukan hanya semata untuk kesenangan,tapi itu salah satu cara agar cinta Liu terbalaskan,ini adalah usahanya untuk bisa membuat Amos juga memberi perasaan yang sama. Tapi ini salah,bukan seperti ini caranya.


"Aku akan berjuang sedikit lagi,jika kau masih belum bisa membalasnya,maka aku akan pergi dengan sendirinya,tapi jika kau membalasnya,aku harap itu segera dan cinta itu hanya milikku seorang" Batin Liu menatap punggung Amos dan Lexa lalu gadis itu kembali menaiki tangga dengan cepat berlari masuk kedalam kamarnya..


"Nick lihat,sekarang cinta tidak berpihak denganku,ternyata tidak mudah mencari yang sepertimu,aku bodoh ya Nick,aku bodoh sudah jatuh cinta lebih dulu. Padahal apa lebihnya pria itu,dia hanya selalu berkata kasar, semena-mena,dan sangat pemarah,tapi kenapa hati ini memihaknya. Bantu aku Nick,bantu aku supaya cinta ini terbalaskan,hahahahha aku memang gadis bodoh seperi katamu"


Liu berguman,dia memandang foto kekasihnya yang ada didalam ponsel, berkali-kali dia mengusap wajah Nick pada layar.


**********


Pagi menyapa,embun memeluk kulit dengan sangat erat,udara berhembus sampai kedasar tulang,burung berkicau merdu diatas sana, bernyanyi saling bersahutan. Matahari dengan malu-malu mengepakkan cahayanya.....

__ADS_1


Berbeda dengan Liu,gadis itu masih saja bergulung dibalik selimut tebalnya,menikmati suasana pagi yang indah dari balik selimut.


Tok.....tok....


Suara ketukan pintu kamar begitu menganggu tidur Liu,dengan malas dan kesal dia menyibak selimut kasar,gadis itu menggerutu sambil mengucek matanya,masih ada waktu setengah jam sebelum Liu bersiap-siap pergi kesekolah,tapi siapa yang sudah mengganggunya.


Tok....tok....


Suara ketukan semakin keras,bahkan sudah seperti gedoran. Liu dengan cepat berjalan kearah pintu,memutar kunci kemudian membuka pintu.


Wajah Liu semakin masam kala melihat siapa yang mengetuk pintu,disana Amos berdiri dengan wajah polos bangun tidur.pria itu hanya mengenakan kaos tipis dan Boxer.


"Apa?"Ketus Liu,dia meninggalkan Amos,masuk kedalam kamarnya dan menjatuhkan bobot diatas ranjang. Amos mengekori Liu dari belakang dia ikut terduduk memandang Liu dengan lamat.

__ADS_1


"Aku ingin kekantor"Celetuk Amos pada intinya,Liu memandang Amos aneh dia mengerjit alis bingung.


"Pergi saja, memangnya apa peduliku" Jawab Liu ketus,Amos tampak terdiam,wajahnya terlihat kesal dan setitik raut kekecewaan,Liu semakin dibuat aneh, pagi-pagi sekali tapi tingkah Amos itu sudah aneh, apa suaminya ini tengah dirasuki makhluk halus......


__ADS_2