
"Kita harus mengadakan pertemuan keluarga besar, setidaknya seluruh keluarga harus tau. Dan untukmu Nak, undang orang tuamu untuk datang ke Mansion ini!"
Pinta Anatasya dengan suara lembut dan melempar senyum penuh kasih sayang pada menantunya yang terpaku diam melihat senyum hangat Anatasya, hatinya tiba-tiba menjadi sejuk, sudah sejak lama dia kehilangan kasih sayang seorang ibu. Amos menganguk dengan pandangan mata redup, Bryan dan Anatasya yang menyadari akan ekpresi menantu mereka menjadi prihatin.
"Aku hanya punya Daddy"
"Iya itu bukan masalah, anggaplah kami seperti orang tuamu sendiri. Sekarang kau adalah menantu keluarga ini, sudah seharusnya kau juga ikut andil dalam hubungan Keluarga"
Ucap Bryan dengan tulus lalu mengelus sayang punggung Amos, hati Amos tersentuh mendengarnya dengan mata berkaca-kaca pria itu menganguk dengan patuh. Anatasya dan Bryan tersenyum hangat, berbeda dengan Sean yang merasa adik iparnya itu hanya tengah berakting untuk mendapatkan perhatian kedua orangtuanya.
"Nona Muda, air hangat anda sudah siap"
Lapor Bi Ai kepada Liu yang sedari tadi fokus pada ponselnya yang sudah teramat dia rindukan, ponsel yang digelapkan oleh Amos sudah dia kembalikan saat mereka berjalan masuk ke dalam Mansion. Wanita yang tengah sibuk berbalas pesan dengan ketiga sahabatnya itu mendongak kemudian mengangguk.
Masih terus fokus pada ponsel Liu berjalan meninggalkan ruang keluarga menuju Rofthop menggunakan Lift, para pelayan wanita berbaris mengikuti langkah Nona Muda itu.
Melihat Istrinya yang berjalan menjauh tanpa berpamitan membuat Amos merasa canggung berada disisi tiga orang yang masih asing menurutnya. Saat melihat ke arah sofa singgle sosok Sean tengah fokus pula dengan ponselnya dalam posisi miring, pria itu terlihat sedang bermain game. Saat melihat ke sofa sebelah, terlihat kedua mertuanya tengah bermesaraan membuat pria itu iri. Ingin rasanya Amos berlari kedekat istrinya namun dia masih bingung letak dan jalan Mansion super besar ini, takutnya dia akan tersesat nanti.
"Nyonya, bahan-bahan dessert untuk Nona muda sudah siap"
__ADS_1
Sosok Pa Lie datang dari arah dapur melapor pada Anatasya, wanita paruhbaya itu menganguk kemudian meninggalkan para pria tampan menuju dapur....
Sean juga berpamitan pada Daddynya untuk pergi menuju kamar karna ingin beristirahat, dan ditengah ruang keluarga itu hanya tersisa Amos dan juga Bryan. Bryan berdehem keras sambil menatap menantunya yang tampak kikuk. Dengan kode mata, Bryan memberi isyarat agar Amos mendekat kearahnya.
Bryan menghela nafas panjang sebelum berbicara dan memberi petuah penting pada Amos layaknya sosok ayah yang berwibawa tengah memberi nasihat pada putranya.
"Liu itu sebenarnya adalah gadis yang sangat manja dan begitu cerewet, dia sangat ceria dan dan juga nakal. Kami merawat putri kecil kami dengan tangan kami sendiri, tidak ada campur tangan seorang baby sister, jadi aku begitu tau bagaimana watak dan juga karakter putriku. Dari tatapan matanya, masih ada sisa cinta yang dia persembahkan untukmu, tapi hanya tinggal seujung jari. Tapi, Daddy percaya padamu kau bisa menaklukkan gadis kecil itu, Daddy harap kau bisa menjaga dan melindunginya kala aku sudah tak berdaya, Dady percayakan Liu kepadamu"
"Terimakasih Dad, aku berjanji akan membahagiakan putri kecilmu itu, aku akan berubah dan hanya menghiasi hari-hari Liu dengan penuh Cinta, aku janji"
Ucap Amos diiringi air mata sambil merengkuh haru mertuanya itu, dia tidak percaya, Bryan bahkan begitu memercayai dan juga yakin pada dirinya. Amos begitu bahagia mendengar ucapan Bryan hingga tanpa sadar dia memeluk paruh baya itu, ucapan Bryan barusan adalah lampu hijau untuknya sebagai jalan menuju rumah tangga bahagia bersama Liu.
"Sudah-sudah, sekarang anggaplah Daddy dan Mommy sebagai orang tuamu, anggaplah Mansion ini juga sebagai istanamu. Namun untuk sementara, untuk menjaga rahasia, kalian tidak boleh tinggal satu atap, sampai pernikahan kalian kembali dilaksanakan untuk memperjelas status dimata publik"
"Terimakasih Dad, terimakasih banyak. Bukan masalah, selama sebulan ini aku akan fokus dulu pada istriku, diiringi rencana untuk pernikahan kami yang kedua kalinya, nanti aku akan meminta pendapat Liu terlebih dahulu"
"Baiklah, apa kau ingin menemui Liu, dia ada di Rofthop, dari tadi matamu itu sibuk celingkukan"
Goda Bryan pada menantunya yang membuat Amos tersenyum kikuk karna sudah ketahuan sedari tadi matanya kesana-kemari berharap sang istri lewat dan mengajaknya berkeliling Mansion mewah ini
__ADS_1
"Pelayan Nun, antarkan Tuan Muda menemui Nona Muda"
"Baik Tuan Besar!"
Salah seorang pelayan yang sedari tadi berdiri tak jauh dari tempat mereka yang tengah mengobrol pun mendekat setelah namanya dipanggil oleh sang majikan besar.
"Mari Tuan Muda, biar saya antarkan"
Sopan pelayan wanita bernama Nun itu sambil menunduk dan mempersilahkan Amos untuk berjalan mengikutinya, Amos menganguk dan kemudian berjalan mengikuti langkah kaki Nun. Melewati lorong panjang yang dihiasi berbagai furniture mewah, kemudian menaiki Lift menuju lantai Rofthop berada.
Keduanyapun keluar dari Lift, Nun mempersilahkan Amos untuk berjalan terlebih dahulu, pemandangan indah laut begitu membuat Amos terpana, ditambah keadaan Rofthop yang tampak tenang dan juga sejuk. Keduanya melewati dinding kaca besar yang membatasi Rofthop dan juga jalur lift. Amos berjalan beberapa meter sampai menemukan kolam didepannya yang terbentang dengan luar.
Terlihat sebuah kepala yang menonjol dari dalam kolam, belakang kepala yang tampaknya tengah bersandar pada dinding kolam sambil menikmati pemandangan laut di depan sana. Para pelayan wanita sekitar sepuluh orang berbaris disetiap sisi kolam renang, menunggu sang Nona muda yang sedang menikmati kegiatannya. Amos berdecak kagum, sungguh Liu adalah Wanita berkelas dan dikelelilingi harta melimpah.
Perlahan langkah Amos berjalan menuju Liu yang berada di kolam, pria tampan itu berdiri tepat disamping Liu yang tengah bersandar, dia menatap Liu penuh kagum, wajah cantiknya terlihat sangat memesona dibawah sinar terik matahari, tubuh indahnya yang hanya terbalut bikini Daleman sungguh sangat menggoda. Liu yang menyadari keberadaan suaminya, menatap Amos sesaat kemudian menjentikkan jari memberi kode untuk para pelayan agar pergi dan meninggalkan mereka berdua saja.
Kini hanya ada Amos dan Liu, Amos dengan wajah bergairahnya melepaskan satu persatu pakaian hingga hanya tersisa boxer saja yang menutupi tombak besinya itu. Liu masih terlihat santai sambil menatap pemandangan laut. Membiarkan suaminya yang perlahan ikut masuk kedalam kolam renang.
Saat sudah menyentuh air dan berada tepat di dekat tubuh istrinya, Amos berpindah dan sedikit menggeser tubuh Liu agar dia bisa berada di belakang tubuh wanitanya. Kini kulit keduanya menempel dengan sempurna, wangi tubuh Liu yang berasal dari air kolam begitu menyeruak melewati Indra penciuman Amos, dia mengecup beberapa kali bahu polos Liu kemudian meraih pinggang rampingnya dan memeluk wanita itu dari belakang.
__ADS_1
Amos memejamkan mata merasakan kehangatan tubuh Liu, dia menyandarkan tubuh nya pada dinding kemudian keduanya terdiam menikmati momen kebersamaan mereka sambil menatap kearah laut.