GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 112


__ADS_3

Suara bising para pelayan dan juga aroma masakan yang menyeruak memenuhi Rumah bahkan menembus Kamar berhasil membangunkan Liu dari tidur nyenyaknya, wanita cantik itu melengguh dan meregangkan otot.


Baru saja membuka mata, Liu langsung melihat pemandangan indah yang mampu membuatnya bersemu, sang suami tercinta baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya, memamerkan otot perut yang menggoda.


Cup....


"Morning istriku"


Kembali Liu dibuat bersemu malu, pria itu dengan lancang memberi kecupan manis pada keningnya kemudian mengucapkan kata yang mampu menghipnotis sampai ke langit-langit.


Liu kemudian bangkit dari tidurnya, menempelkan punggung pada kepala ranjang, senyuman wanita cantik itu tampak berseri-seri yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


"Pagi juga suamiku"


Cup.....


Balasnya tak kalah manis, sebuah kecupan ikut mendarat pada pipi Amos yang langsung membuat pria itu tersenyum bahagia.


"Apa ada yang sakit?"


Tanya Amos menggenggam erat tangan istrinya, Liu menganguk kecil sambil menunjuk ke arah bawah dengan malu-malu.


"Hanya sedikit perih"


Jawab Liu meyakinkan, Amos terkekeh, tangannya tergerak menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik sang istri tercinta.


"Terimakasih untuk hadiahnya, aku berjanji akan selalu mencintaimu"


Tulus Pria itu dengan mata berkaca-kaca, Liu mengerjit aneh dengan tingkah suaminya, alis wanita itu tampak menyatu menandakan kebingungan.

__ADS_1


"Hadiah?"


Gumannya bingung, Amos menganguk sambil memindahkan tangannya pada perut rata Liu.


"Hadiah karna aku akan menjadi seorang ayah, dan maafkan aku karna semalam sudah membuatmu pingsan"


Ucapan yang keluar dari bibir Amos seolah sihir yang mampu membekukan Qynliu, dia seolah tak percaya mata dan mulutnya bahkan melotot bersamaan, dia memandang Amos bergantian dengan perutnya seolah mencari kepastian. Melihat Amos menganguk dengan wajah bahagia, tanpa sadar bahkan Liu langsung memecah tangisnya.


"Hiks, apa itu benar?"


Tanya Liu lagi masih belum yakin, Amos justru memberi jawaban dengan memeluk erat tubuh Qynliu kemudian mengucapkan terimakasih berkali-kali. Liu terpaku dengan rasa bahagia yang membuncah, wanita cantik itu mengelus perutnya dan terus mengucapkan kata syukur.


Keduanya menangis bersama dalam pelukan mereka yang satu, rasa bahagia menyelimuti membuat hadiah terbesar dihari ini.


"Bersiap-siap lah kita akan ke rumah sakit"


Titah Amos dengan lembut, Liu menganguk semangat dan langsung bangkit menuju kamar mandi, dengan hati-hati Liu melakukan segala aktifitasnya seolah takut si jabang bayi kenapa-kenapa.


Dengan hati-hati Amos membantu Liu naik ke atas ranjang pemeriksaan, para suster dan Dokter itu langsung melaksanakan tugas mereka. setelah menjalankan beberapa tahap pemeriksaan sebuah layar monitor terpampang di depan mereka yang membuat keduanya saling pandang.


"Lihat Tuan di sini ada dua kantong rahim, yang berarti Nyonya memang positif hamil bahkan kini positif baby twins. Kandungan nyonya sangat kuat, hanya saja diusia kandungan yang sangat muda, banyak pantangan yang harus dihindari terutama kesehatan, jang......."


"Sebentar, Baby Twins maksudnya kami akan memiliki anak kembar,? dua sekaligus?"


Tanya Amos memotong penjelasan Dokter itu, jika Amos masih bingung Liu justru sudah lebih dulu mengerti calon ibu itu langsung menangis haru tanpa berkedip menatap layar monitor. Rasanya Liu benar-benar diberi hadiah besar-besaran oleh tuhan, ingin rasanya Liu berteriak dan mengatakan pada orang-orang betapa bahagianya dia hari ini.


"Benar Tuan, bayi kembar. Selamat untuk Tuan dan Nyonya"


Ucap Dokter itu yang kembali membuat Amos terkejut, dia bahkan melotot menatap istrinya tak percaya. Liu terkekeh melihat reaksi cengo suaminya.

__ADS_1


"What the, oh my goddess"


Teriak Amos melengking memenuhi ruangan bahkan dia sampai meloncat-loncat kegirangan, Amos tidak percaya dia bahkan sampai menampar pipinya sendiri.


Cup.....


Cup...


Cup..


"Wow Beib, it's Big surprise"


Tanpa malu Amos mengecup bibir Liu berkali-kali, kemudian kembali memekik senang, hal itu membuat Liu merasa malu dengan tingkah suaminya, berbeda dengan para Dokter dan suster itu yang keheranan melihat reaksi Amos, adegan langka bisa langsung menyaksikan tingkah konyol seorang pengusaha sukses yang terkenal dengan karakter dingin dan arogantnya.


"Ckkk Amos kau mempermalukanku"


Tegur Liu dengan wajah kesal, hal itu justru kembali membuat Amos bertingkah aneh dia bahkan langsung mengecup perut Liu berkali-kali di depan para wanita itu.


"Mengingat kandungan Nyonya yang masih sangat muda, wajib bagi Nyonya agar tidak terlalu lelah dan selalu mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan mengikuti kelas olahraga khusus ibu hamil. Untuk Tuan, sementara waktu tidak boleh melakukan hubungan suami istri sampai kandungan Nyonya benar-benar kuat"


"Apa?"


Tanya Amos spontan saat mendengar kalimat akhir Dokter itu, dia melotot tidak terima memandang marah Dokter di depannya membuat wanita itu menunduk takut.


"Maaf Tuan, saya memberi saran karna takut sesuatu terjadi pada calon bayi"


Ucap Dokter itu gemetaran melihat pandangan Amos yang mengerikan.


"Baik Dokter terimakasih, aku sudah mencerna semua nasihatmu, sekali lagi terimakasih"

__ADS_1


Ucap Qynliu mengambil jalan tengah, dia kemudian langsung menyeret suaminya keluar dari ruangan itu.


__ADS_2