GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 57


__ADS_3

Drtttttt Drtttttt


suara ponsel yang memekak memenuhi seisi ruangan kamar mewah bak hotel bintang lima mampu membangunkan sosok seorang gadis yang masih bergelut dengan alam mimpi.


"Euuuggghhh"


Gadis itu melengguh merentangkan tangan guna meregangkan otot-otot nya, meraih cepat ponsel yang berada di atas nakas, tepat disamping pembaringan.....


"Hallo"


Sapa Liu dengan suara seraknya, mata indah berwarna galaxy itu terbuka dengan malas. Kini tidak ada lagi penghalang untuk mata indahnya.


"Baby apa kau baru bangun?"


Suara sexsi bariton berat terdengar dari sana, menyapa dengan sangat lembut dan penuh kasihsayang. Liu mengangguk seolah terlihat dari seberang sana.


"Iya kak"


Jawabnya malas, terdengar pula kekehan dari sebelah sana. Suara itu milik sang kakak tercinta Lowhen Sean Robsont....


"Baiklah Baby Girl, bersiap-siaplah sebentar lagi pesawat yang menjemputmu akan tiba"


"Tiba, apa aku akan terbang hari ini juga?"


"Tentu saja, memang apa lagi?"


"Huffffttt baiklah, aku akan bersiap"


Lima belas menit lamanya, menghabiskan menit bercakap-cakap dengan sang kakak, Liu menyudahi kemudian mematikan sambungan telepon.


Berkali-kali Liu terus menghembuskan nafas berat, bekas bibir yang berdarah masih begitu tercetak jelas, matanya yang membengkak akibat terlalu lama menangis saat bercerita dengan sang ayah mertua. Kondisi Liu pagi ini benar-benar sangat tidak bersahabat.

__ADS_1


Semalam Liu minta diantarkan oleh Ham ke kantor anak cabang Robsont yang berada di negara ini, memiilih beristirahat di kamar pribadi yang memang tersedia. Ham semalam begitu marah saat tau sang putra tidak mempercayai Liu, malah mengusir sang menantu kesayangan keluar dari rumah.


Jika saja Liu tidak menahan dan meminta agar Ham tidak ikut campur, mungkin sudah kembali terjadi keributan antara Ham dengan sang putra Amos.


Liu bercerita panjang lebar, sampai keputusannya yang akan berhenti mengharapkan Amos dan kembali kenegara asal. Awalnya Ham tidak setuju dan tidak rela, lebih-lebih status Liu adalah seorang istri yang sah di mata hukum dan agama. Namun mengingat daripada Liu terus tersakiti, Ham pun menyetujui dan menyerahkan semua nya pada keputusan sang menantu.


Diawali pagi ini.


Untuk kesekian kali Liu kembali menarik nafas berat, menghembuskan dengan rasa sedih.


Setelah berpakaian dan memoles wajah dengan make-up tipis, sejenak Liu memandang diri didepan cermin.


"Luka ini, setidaknya aku punya ini untuk kenang-kenangan"


Liu meraba luka sobek disudut bibirnya, bekas tamparan Amos. Masih ada sisa darah yang mengering disana. Liu meringis mengingat pertengkaran mereka semalam sungguh sudah tidak ada lagi harapan untuk mereka bersama.


Liu melangkah menuju pintu kamar, keluar dari kamar para pelayan sudah berbaris menunggu sang Nona Muda keluar. Kini dia kembali menjadi sang putri.


Celetuk seorang pelayang wanita dengan hormatnya, Liu hanya mampu mengangguk, kaki mungilnya berjalan menuju meja makan yang disana sudah tersedia berbagai makanan enak nan mewah.


"Siapkan mobil untukku, aku ingin berkeliling sebentar"


Ucap Liu dengan nada dingin, para pelayan yang berdiri disetiap sisinya mengangguk kemudian membagi tugas, menyiapkan mobil, membersihkan sisa makanan Liu. Dan membereskan kamar Liu.


"Nona Mobilnya sudah siap"


Tidak butuh waktu lama, seorang pelayan datang menghampiri Liu yang masih menegak minuman di meja makan, menyerahkan kunci mobil pada Liu.


"Tidak perlu menungguku, lakukan pekerjaan kalian dengan normal, jangan sampai ada yang mencurigakan. Aku tidak akan kembali lagi, aku langsung menuju pesawat"


Terang Liu kepada para pelayan yang sebenarnya adalah para Mafiso TZX yang diberi tugas bekerja sebagai mata-mata karyawan dikantor anak cabang ini.

__ADS_1


Semuanya mengangguk serempak kemudian berucap secara bersamaan.


"Baik Nona Muda, hati-hati di perjalanan"


"Baiklah, jaga diri kalian"


Liu melangkah keluar dari gedung perusahaan, turun dengan Lift sampai kelantai paling dasar kemudian berjalan menuju parkiran. Wajahnya yang ditutup masker membuat orang bertanya-tanya siapa sosok gerangan gadis cantik yang turun dari ruangan tertinggi yang hanya disediakan untuk pemilik perusahaan.


Brummm Brummmm


Bunyi gas mobil yang baru dinyalakan Qynliu, mobil mewah dengan harga fantastis yang bahkan mungkin hanya ada satu dinegara ini. Liu menginjak pedal gas, mobil mulai berjalan keluar dari areah gedung beralih kejalan raya dan menyusuri jalan.


Angin berhembus manja menerpa wajah cantik dengan kulit seputih susu, ombak bersuara dengan bersahut-sahutan, terik matahari terasa menusuk kerongga kulit.......


...Sudah pergi keangkasa, tentu tidak akan tiba lagi...


...Kulepaskan hirup piruk perasaan....


...Kini ku hirup pula wangi gravity....


...Kemarin ku genggam dengan hati...


...kini ku genggam dengan tangan....


...Relung ini kini bukan hanya ada namamu....


...Perlahan kabutnya menghilang....


...Terimakasih hati, kini aku sudah tumbuh........


**********

__ADS_1


__ADS_2