GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 40


__ADS_3

Amos berdiri,wajahnya semakin kesal,dia berjalan ingin keluar dari kamar Liu,tapi sebelum itu.


"Kau mau apa Hem?"Tanya Liu selembut mungkin,dia memeluk punggung Amos,ini salah satu aksinya dalam mengambil hati suaminya itu.


Pelan namun pasti,Liu semakin mengerti watak sifat Amos,pria pemarah dan tidak sabaran ini sangat sensitif,selain itu Amos juga memiliki rasa gengsi yang tinggi dalam mengatakan sesuatu mengenai keinginannya. Jadi hanya ada satu jalan dalam menghadapi tingkah Amos,yaitu dengan kesabaran,Liu harus banyak-banyak menyimpan stok rasa sabar.....


"Aku ini suamimu,jadi kau harus melayaniku,menyiapkan pakaian dan juga sarapan" Jawab Amos dengan ketus,dia tidak menolak dan juga membalas pelukan Liu pada punggungnya,tapi cukup menikmati pelukan hangat Liu.


Liu mencibir dari belakang,hanya ingin mengatakan itu tapi Amos harus membuat drama ngambek dahulu dipagi hari.


"Memangnya Lexa kemana?"Tanya Liu masih mencoba sabar,perlahan dia menarik lengan Amos agar di arahkan kearahnya. Wajah Amos tampak bersemu,dia salah tingkah melihat wajah cantik Liu dan juga situasi mereka yang terbilang cukup mesra....


"Di-dia tidak pulang semalam,dan,dan juga dia tidak biasa menyiapkan pakaianku"Amos menggaruk tengkuknya,dia merasa gugup,pria itu tidak berani menatap mata Liu secara langsung.....


Sekuat tenaga Liu mencoba menahan tawa,tingkah Amos sangat lucu,sangat tidak cocok dengan tubuh kekarnya,Amos seperti seorang bocah yang kepergok tengah mengintip orang mandi.


"Baiklah,kau mandi saja,nanti semua biar aku siapkan" Liu memberi senyuman semanis mungkin,Amos mengangguk patuh, perlahan dia kembali memutar haluan menuju kamarnya bersama Lexa dan langsung masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Liu menghela nafas berat,setitik harapan kembali bercahaya,dengan semangat empat lima dia ikut menyusul Amos.


Ceklek....


Untuk pertama kali Liu masuk kedalam kamar suaminya dan istri pertamanya,kamar yang cukup Luas dengan cat berwarna abu-abu tua. Dekorasinya terlihat elegant,mata Liu dengan nakal bergera kesana-kemari menelisik seisi ruangan. Liu mengerjit aneh,tidak satupun foto sepasang suami istri itu ada yang menempel pada dinding,bahkan foto pernikahan mereka.


Tapi tunggu,ada sebuah foto diatas nakas. Liu berjalan mendekat meraih bingkai foto berukuran kecil itu,


"Jadi mereka bersama sudah cukup lama" Guman Liu,dia memerhatikan foto sepasang kekasih yang tengah berpelukan dengan senyum mengambang dibibir mereka,keduanya mengenakan seragam yang sama.


Deghhhht


Liu dengan cepat menaruh kembali foto itu diatas nakas saat mendengar pintu kamar mandi yang mulai terbuka, mata Liu langsung mencari walk in closed,setelah menemukan dengan cepat dia berjalan kesana mencari-cari pakaian yang cocok dikenakan Amos hari ini.........


Setelah membantu Amos menyiapkan pakaian tak lupa memasangkan dasi,Liu kembali kekamarnya bersiap mengenakan seragam sekolah,Liu kembali turun kebawah menuju meja makan,disana Amos sudah menunggu,wajah pria itu tampak berseri-seri entah apa yang terjadi. Tapi pandangan mata Amos pada Liu sedikit berbeda dari biasanya.


"Aku pulang" Tiba-tiba pekikan Lexa terdengar dari arah pintu masuk,wanita itu langsung masuk dan menuju meja makan. Raut wajah Liu berubah datar, begitupulah dengan Amos. Liu mengerjit,cara jalan Lexa sedikit berbeda,dia sedikit terseok-seok,bajunya terlihat berantakan,bau parfum pria begitu terasa.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat?"Lexa memelototi madu kecilnya itu. Liu mengangkat bahu acuh,tapi percayalah setitik rasa curiga sudah dia torehkan pada Lexa.....


"Maaf Darl, semalam Deandra menahanku,makanya aku telat pulang" Amos mengangguk saja,dia sibuk mengoles selai pada rotinya. Alasan seperti itu sudah biasa keluar dari bibir istrinya itu,Amos ya percaya-percaya saja,entahlah semua tentang Lexa tidak terlalu menarik perhatiannya.......


Tin....tin.....


Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah,tepatnya dipekarangan,ketiga orang yang berada dimeja makan itu pun menjadi penasaran siapa yang pagi-pagi berkunjung.


"Maaf Tuan didepan ada tamu Nona Liu" Lapor Lily si kepala pelayan. Amos tampak menatap Liu yang tengah memasang wajah datar.


"Suruh dia masuk" Perintah Amos yang langsung diangguki Lily kemudian gadis belia itu langsung pamit menghampiri tamu yang dimaksud.


"Selamat pagi Nona Liu"Sapa Andreas dengan teramat hormat didepan Liu,dia membungkukkan badannya berdiri tepat disamping Liu. Gadis cantik itu mengangguk tapi dia sibuk mengunyah roti.....


"Maaf Nona ada yang ingin saya sampaikan" Seru Andreas ,dia memandang Lexa dan Amos yang juga tengah memandang kearahnya, Andreas menggaruk tengkuknya pandangan Amos yang seakan ingin memakannya hidup-hidup saat pria itu sedikit membungkuk ke telinga Liu.


"Katakanlah" Seru Liu sambil menunjuk telinganya,Lexa mengerjit aneh tapi kemudian mencibir. Dia pikir Liu dan Pria aneh itu tengah bermain drama,memangnya siapa Liu harus dipanggil Nona,dan kenapa cara bicara Andreas begitu sangat sopan. Tidak tahu saja Lexa siapa Liu sebenarnya.

__ADS_1



Jan ngambek atuh,author mah emng jahil 😂😂


__ADS_2