GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 77


__ADS_3

Degggghhh


Jantung Amos seakan berhenti berdetak, baru memasuki kamar Karim mata Amos sudah dikejutkan dengan sosok gadis yang sangat familiar tengah duduk dan menekuni sebuah buku dengan serius.


Kepala Amos mendadak pusing, deru nafasnya tak terkendali berkali-kali dia mengucek mata untuk memastikan bahwa dia tidak salah lihat.


Benar.


Ya, itu adalah istrinya. Qynliu, gadis itu masih menunduk tidak menyadari kedatangan Amos, entah harus senang karna bertemu istrinya dengan tak terduga atau gelisah karna menerka untuk apa istri tercintanya itu berada di kamar seorang pria.


Mata Amos kembali berkaca-kaca Tuhan tengah berada dipihaknya, memberi dukungan serta jalan keluar, dia menyapu bersih seluruh tubuh Liu, mendadak dia menjadi panas dingin melihat seberapa sexsi pakaian sang istri.


"Tuan, apa ada yang salah?"


Tanya Karim merasa bingung saat Amos terdiam terpaku dan memandangi gadis yang dia sukai itu. Liu yang mendengar suara reflek mendongakkan kepalanya dan menatap kearah munculnya suara.


Betapa kagetnya Liu, matanya membelalak lebar dan langsung berdiri cepat sambil menatap sosok Amos yang masih terus diam memandanginya.


Jantung Liu seketika berdetak cepat, kakinya melemas karna tiba-tiba kepala terasa berkunang-kunang, wajahnya pias dan berkeringat dingin sangking terkejutnya melihat Amos yang sudah berdiri didepan sana. Liu menelan ludah dengan susah payah.


"Apa kalian saling kenal?"


Tanya Karim memecah keheningan, Amos menganguk cepat masih memandang wajah cantik istrinya, berbeda dengan Liu yang langsung menggeleng dan berjalan dengan lunglai menuju Karim. Tiba-tiba Liu menggenggam tangan Karim, berhasil membuat pria itu terkejut bukan main. Namun di suatu sisi Karim merasa senang karna baru kali ini kulit hangat Liu menyentuh langsung kulitnya.


"Hem sepertinya tidak, kenalkan Tuan, ini Karim kekasihku"

__ADS_1


Liu mencomot kalimat dengan cepat mencari aman, intinya sekarang Liu harus mencari berbagai cara agar bisa lolos dari Amos, bagaimanapun itu caranya. Karim mengerjitkan alis bingung dengan ucapan Liu, dia memandang gadis itu tidak percaya. Namun yang dipandang hanya menampilkan senyum menawan yang mampu membuat Karim berbunga-bunga. Mendengar itu, mata Amos langsung menyorot marah tidak terima, dia memandang Karim dingin seakan ingin memakan pria itu hidup-hidup.


Tentu Karim tidak terima, sekalipun Karim dan Liu sudah menikah, Amos bersumpah akan merebut Liu dan membawanya kembali berada disisinya.


"Apa yang kau katakan Qynliu?"


Bentak Amos, amarahnya dengan mudah terpancing, dia menjadi semakin sensitif dan tak tersentuh, tempramen Amos semakin menjadi-jadi semenjak Liu meninggalkannya seorang diri. Liu dan Karim terkejut syok saat Amos berkata dengan suara keras. Genggaman Liu pada tangan Karim semakin erat, sosok pria yang dulu menolak cintanya itu sama sekali tidak berubah, masih pemarah dan pemaksa.


"Hei Tuan, berkata sopanlah pada wanita!"


Tegur Karim tidak terima, dia menunjukkan wajah garang pada pria aneh didepannya itu. Amarah Amos kian meluap-luap saat melihat pegangan keduanya semakin erat. Dengan tidak terkontrol Amos menarik tangan Liu hingga tautan mereka terlepas, dia menyentak Liu agar lebih dekat kearahnya. Tentu Karim tak mau kalah, dia juga menarik Liu dan mencoba menyingkirkan lengan besar Amos dari tangan Liu.


Plakkkkk


"Dasar pria gila, enyahlah dari hadapanku. Aku membencimu, aku membencimu Amos"


"Situasi macam apa ini"


Batin Karim yang memilih diam dan menyaksikan keduanya.


Amos hanya mampu terdiam menerima pukulan Liu, pria itu menutup matanya tak siap melihat wajah gadis yang dia cintai tengah meneteskan air mata kecewa. Entah kenapa perasaan Liu menjadi benci bersamaan rindu saat berdekatan seperti ini dengan Amos. Perasaan ingin jumpa yang selama ini dipendam akhirnya terwujud, namun bayang-bayang masalalu mereka membuat rasa benci selalu hadir disaat bersamaan.


"Maafkan aku, maafkan aku"


Hanya kalimat itu yang bisa Amos ucapkan, entahlah rasanya sakit sekali melihat Liu meneteskan air mata seperti itu. Mendengar ucapan Amos, Liu terkekeh sumbang dia menghapus sisa air mata dipelupuk matanya, dia memandang Amos sinis dengan aura kebencian yang begitu besar. Sedang Amos membalas tatapan itu dengan sendu dan penuh penyesalan

__ADS_1


"Pergilah, jangan pernah menemuiku lagi!"


"Liu, ak-"


"PERGI!!!!"


Ucapan Amos terpotong, dia kembali menutup mulut rapat-rapat, bagai tertusuk ribuan pedang tepat mengenai hati kecilnya Amos diam bahkan sulit hanya untuk bernafas mendengar bentakan istri tercintanya. Dengan langkah berat dan linglung Amos perlahan berbalik. Langkahnya terseok keluar dari kamar milik Karim, menyisakan Liu dan Karim yang masih kebingungan. Percayalah ada senyuman aneh yang terbit dibibir seksi Amos saat keluar dari kamar itu, pandangan matanya berubah menjadi ambisi yang besar dan penuh taktik jitu.


"Qynliu, apa kau baik-baik saja?, apa ingin beristirahat, kau bisa beristirahat diranjangku"


Walau tidak mengerti apa-apa, namun Karim mencoba memberi perhatian pada Liu, dia berjalan mendekat dan memberanikan diri merangkul pundak Liu sayang. Liu menyingkirkan lengan Karim dia memberikan senyum paksaan pada pria itu.


"Tidak, terimakasih. Aku akan pulang"


"Baiklah aku akan mengantarmu, aku takut terjadi sesuatu"


"Terimakasih, aku akan pulang sendiri"


Akhirnya Karim menyerah dia mengangguk pasrah sambil menatap Liu yang tengah bersiap-siap.


"Permisi"


"Hati-hati Qynliu"


Teriak Karim sebelum gadis itu hilang dibalik pintu, Liu menghela nafas berat keadaan hatinya sedang tidak baik-baik saja, pandangan mata gadis itu kosong sambil menyusuri lorong demi lorong Hotel mewah nan megah ini. Namun, Liu merasa ada yang aneh terdengar langkah kaki asing yang sedari tadi terus mengikutinya. Sekali-sekali Liu berbalik kebelakang, tapi tidak ada seorangpun disana. Hingga saat ingin memasuki Lift tiba-tiba seseorang muncul dari arah belakang dan menutup mulut serta hidung Liu menggunakan kain.

__ADS_1


"Hummmphhh, Hummhhh"


Sekuat tenaga Liu berontak, namun tenaga orang itu terlalu kuat dia terus menghambat pernafasan Liu hingga pandangan mata gadis itu menjadi gelap dan kesadarannya perlahan menghilang. Liu pingsan tepat didalam pelukan orang itu dan kemudian sosok misterius itu menggendong Liu pergi entah kemana.


__ADS_2