GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 72


__ADS_3

Amos dan Gal turun dari pesawat, keduanya sudah sampai di bandara internasional negara XXX. Baru saja turun dan menepak lantai, beberapa pria berseragam rapi menghampiri keduanya lalu memberi salam dan bergantian membawakan barang-barang Amos dan Gal yang tidak terlalu banyak itu. Ternyata Gal sudah mengatur semuanya dinegara yang akan mereka kunjungi ini termasuk penginapan sudah dibawah kendali Gal.


Didalam mobil yang mereka tumpangi, Gal sibuk dengan laptop dipangkuannya, tengah memonitor perusahaan untuk menjalankan tugas sementara sang CEO yang bersamanya berkunjung kenegara lain untuk menghadiri sebuah pesta. Amos sendiri, pria tampan dengan bola mata sayu hitam pekat itu tengah menikmati perjalanan mereka. Menatap bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, berbagai aktifitas orang-orang yang sibuk kesana-kemari, semua tak luput dari penglihatannya.


Amos mengakui, negara ini jauh lebih maju dan berjaya daripada negaranya. Amos juga mengingat bahwa pemimpin dari Perusahaan terbesar dunia AN'T Corp dan Lowhen Group menetap di negara ini. Berita tentang mereka sering bersileweran dimedia baik lokal ataupun internasional. Sosok Anatasya Falda Lowhen yang Zayn cantik dan rupawan telah dipersunting seorang Bryan Robsont Ant yang dikenal akan sikap tegasnya, rumor beredar bahwa pasangan itu sudah memiliki dua anak yang namanya masih disembunyikan dari Publick. Namun, ada juga beberapa kabar bahwa kedua anak mereka sudah mengambil alih kepemimpinan perusahaan.


Amos menghela nafas, berharap suatu saat nanti perusahaannya yang kembali berdiri bernama Amos Company bergerak di bidang Media juga bisa berdiri dikancah internasional.


"Tuan Muda kita sudah sampai di hotel"


Lapor Gal pada Amos yang masih sibuk melamun, memanggil dengan hormat karna ada orang lain disekitar mereka. Amos tersadar dia keluar dari mobil saat seorang bawahan membukakan pintu mobil untuknya, beberapa pria anak buah dari Gal berjejer rapi memberi hormat pada Sang Bos besar Amos Bhalendra.


Langkah kaki mereka pun berjalan keluar dari parkiran bawah tanah itu manaiki lift berjalan menuju lantai tujuan kamar Amos. Masih dikawal beberapa anak buah tadi Amos berjalan menuju kamar melewati beberapa lorong kamar VVIP lainnya.


Brughhhhh......


"Tuan Muda"


Tiba-tiba Amos terhuyung kebelakang saat seorang pria dengan pakaian casual dan tas jinjing dibahunya terburu-buru dan menabrak Amos. Pria yang menabrak itu ikut terjatuh kebelakang, para anak buah bergegas membantu Amos berdiri. Pria tadi berdiri sambil mengibas sedikit lututnya yang terasa nyeri, lalu mengangkat kepala dan bersitatap dengan Amos. Alangkah kagetnya dia saat melihat beberapa pria yang mengkawal Amos sudah memasang tampang garang siap menghajarnya....


"Maaf, Tuan. Aku terburu-buru"


Ucap pria itu penuh sesal membungkukkan tubuhnya berkali-kali, Amos memasang wajah datar dan hanya menatap pria itu dari atas sampai bawah.


"Sekali lagi maaf tuan, aku harus bergegas. Namaku Karim Abdullah tinggal di kamar VVIP nomor 03, aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada Anda. Permisi"


Karim.


Ya pria itu adalah Karim, pria yang sibuk mengejar-ngejar perhatian Qynliu, yang melakukan berbagai cara agar dapat merebut hati gadis yang dia sukai pada pandangan pertama. Amos tak berkata sepatah katapun dia berlalu menuju kamar, masih diikuti para anak buah. Hingga pada ambang pintu setelah membuka kode dengan pin, Gal mempersilahkan Amos masuk dan yang lainnya berdiri menjaga disisi pintu.


Amos menatap sekeliling kamar yang terlihat sangat mewah dan wangi, semua tertata rapi dan sangat berkelas. Tak salah bila Hotel ini dijuluki sebagai hotel termewah di dunia, hotel utama dari perusahaan AN'T Corp, fasilitas yang canggih, modern dan berharga fantastis disuguhkan kepada pengunjung hotel.


Entah kenapa melihat ranjang berukuran Besar itu dengan sprai berwarna putih tulang membuat Amos membayangkan sosok Qynliu tengah tertidur lelap setelah mereka melakukan kegiatan panas suami istri, wajah polos Liu yang tampak sangat cantik saat tertidur. Amos tersenyum, membayangkan seperti apa wajah cantik itu sekarang setelah terakhir kali Amos menatapnya penuh sesal, dua tahun sudah.


Drtttttt Drtttttt....

__ADS_1


Dering ponsel disaku celananya membuat Amos tersadar dari lamunan, menatap siapa gerangan yang menghubungi.


Gal.


"Pakaian yang akan kau kenakan dipesta besok malam sudah siap, sebentar lagi aku akan mengantarkannya"


Jelas Gal dari seberang sana.


"Hem baiklah"


"Satu lagi, jangan lupa berendam dengan air hangat yang sudah disiapkan juga aku akan mengirim petugas massage. Setidaknya saat menghadiri pesta kau tampak lebih fres, siapa tahu kau akan menemukan wanita di sana"


"Wanitaku hanya Qynliu"


Tut......


Panggilan terputus, Amos mengakhiri dengan kesal karna secara tidak langsung Gal sahabat sekaligus Asst pribadinya itu meledeknya.


************


"Mommy Ayolah"


"Baby, Mommy hanya ingin yang terbaik. Apa kau ingin nanti orang-orang mengatakan bahwa putriku berantakan karna Mommy tidak mengurusmu"


Jawab Anatasya memasang wajah pura-pura sedih, salah satu cara yang membuat kedua anaknya bisa patuh seketika. Liu menghela nafas, sedangkan Bryan yang terduduk disofa hanya mampu menggeleng tak habis fikir.


"Tapi Mom, mereka bahkan tidak tahu itu"


Rengek Liu masih terus menghindar dari para wanita-wanita yang tengah mengelilinginya tengah mengukur setiap jengkal ukuran pada tubuh Liu.


Liu mendengus, dan hanya menatap kesal para wanita yang bekerja sebagai Desainer ternama yang diutus Anatasya sendiri untuk datang ke Mansion utama guna mempersiapkan pakaian terbaik untuk sang putri dalam rangka menghadiri pesta ulang tahun Anak Presiden negara mereka.


"Kakak pulang"


Terdengar suara nyaring bariton seorang pria dari arah pintu masuk Mansion. Pria bertubuh atletis dan wajah sangat tampan itu bergabung bersama mereka diruang keluarga.

__ADS_1


"Anak Mommy sudah pulang ternyata"


Ucap Anatasya merentangkan tangan menyambut sang putra Sean masuk kedalam pelukannya. Seperti anak kecil berusia lima tahun, Sean tersenyum senang dan sedikit berlari masuk kepelukan Mommynya itu.


Menghirup dalam wangi tubuh wanita yang selama ini membesarkan dan merawatnya penuh kasih sayang, Sean terkekeh saat Anatasya mengecup seluruh wajahnya penuh sayang.


"Boy, itu istri Daddy, sudah jangan berlama-lama"


Celetuk Bryan yang memasang wajah cemberut, Sean terkekeh melepas pelukan dan beralih kepelukan sang Daddy, membuat Bryan tersenyum senang. Karna sebenarnya dia cemburu dan juga ingin mendapat pelukan hangat dari putranya yang selama ini dia rawat sepenuh hati.


"Ckkk kalian tersenyum diatas penderitaanku"


Liu yang menyaksikan itu didepan sana berdecak kesal, karna tidak bisa bergabung dan masih sibuk dengan para Desainer. Ketiganya memandang Liu kemudian tertawa bersama melihat wajah cemberutnya.....


"Ayolah baby, sekali-sekali kau harus hadir ke Pesta Formal"


Ledek Sean yang tengah bersandar dipelukan Anatasya sambil memasang wajah menyebalkan pada Liu.


Ya memang, kedua perusahaan besar milik keluarga mereka mendapat undangan khusus yang bahkan diantarkan langsung oleh Presiden kepada Anatasya dan Bryan untuk menghadiri pesta itu. Anatasya dan Bryan sendiri akan datang dan hadir langsung sebagai pasangan dan juga pemimpin perusahaan.


Dan Liu diikut sertakan mengikuti keduanya, hanya untuk bersenang-senang dan belajar bagaimana situasi Pesta Formal yang sangat berbeda dengan Pesta Non Formal, agar suatu saat nanti Liu bisa beradaptasi saat menghadiri pesta formal lainnya. Untuk Sean dia tidak bisa hadir, karna ada pertemuan penting yang harus dia hadiri besok malam.....


__________


(Bersambung)........


Pantengin terus Bab selanjutnya ya...


Jangan lupa ....


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Hadiah


Favorit


__ADS_2