GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 60


__ADS_3

Jangan tanya dari mana Anatasya dan Bryan tahu tentang kehidupan dan pernikahan Liu selama pindah kenegara lain. Mereka tidak sebodoh itu untuk melepaskan sang putri mahkota dengan bebas tanpa tahu bagaimana kesehariannya.


Mereka akui, awalanya keduanya begitu marah dan murka mengetahui dari sang mata-mata dan Bodyguard yang dikirim untuk melaporkan kehidupan Liu selama disana mengatakan dan memberi informasi bahwa putri mereka satu-satunya telah resmi dipersunting dengan paksa hanya karna kesalahpahaman yang sepele.


Kemarahan semakin menjadi-jadi kala tau bahwa suami dari Qynliu ternyata sudah memiliki istri sah, lebih-lebih Kehidupan Liu yang begitu tertekan selama tinggal bersama Suaminya.


Namun, Anatasya dan Bryan mengetahui sesuatu, Suami dari Qynliu adalah anak dari sosok teman lama Anatasya. Teman seperjuangan dimana Anatasya yang masih menjadi pemulung, dan juga Ibu dari Amos. Namun keduanya terpisah saat Ibu Amos menikah dengan seorang pria yang lumayan mapan yaitu Ham Bhalendra. Dulu keduanya cukup dekat.


Anatasya dan Bryan pun mempertimbangkan keputusan mereka yang akan menjemput Liu paksa dan agar bercerai dengan Amos. Lebih-lebih saat mengetahui putri tunggal mereka itu menaruh rasa pada suaminya.


Namun sudah berlalu, tidak sesuai harapan. Perasaan tinggal perasaan, Qynliu meninggalkan Amos suaminya dengan masih menyandang istri Sah Dimata hukum dan agama. Bahkan sampai sekarang, Qynliu masih tutup mulut dan tidak berkata jujur pada kedua orangtuanya.


Tapi Bryan dan Anatasya memilih diam, tidak memaksa Liu agar berkata jujur, mereka cukup paham bahwa sekarang Liu begitu terpukul dengan pernikahannya yang seumur jagung diumur yang begitu muda.


********


Malam semakin larut, semua orang di Mansion raksasa Robsont sudah lelap termasuk para pelayan kecuali para bodyguard yang berjaga secara bergantian.


Untuk Liu, gadis itu masih belum terjun kealam mimpi, mata indahnya masih sangat bulat terus menatap layar ponsel. Padahal jam sudah menunjukkan dini hari entah apa yang membuat hatinya merana tak menentu.


Namun percayalah dikepala Liu sekarang hanya Amos, Amos dan Amos. Hanya ada wajah suaminya yang selalu bersikap datar. Apa Amos sudah makan, apa yang dia lakukan sekarang, dimana pria tampan itu sekarang, dan apa Lexa tengah bermesraan bersama Amos?.

__ADS_1


Pertanyaan itu terus terngiang menghantui pikiran Liu, seolah ingin berlari dan menghampiri Amos. Melihat langsung bagaimana keadaan suaminya. Dan Liu ingin sekali lagi, kembali membuktikan bahwa Lexa bukanlah wanita baik-baik.


"Kau itu tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Lexa"


Tiba-tiba ingatan akan perkataan yang selalu dilontarkan Amos kepadanya kembali tersirat, mata Liu berubah menjadi amarah bercambur kebencian. Rasa marah menyerang menggebu-gebu kekecewaan memenuhi rongga hati Liu.


"Aku, aku tidak akan sudih mengejar cintamu lagi"


Guman Liu menggenggam erat ponsel ditangannya seolah menyalurkan rasa sakit hati yang sudah tertancap dalam.


Sedangkan di lain tempat.....


Seorang Pria dengan amarah tak kalah menggebu-gebu dengan Liu membanting kasar pintu rumah kayu yang sudah reot.


Matanya yang pekat menelisik seisi ruangan yang tampak sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan manusia di dalamnya.


"Argggggg kau dimana Qynliu"


Pekiknya keras menjambak rambutnya sehingga tampak berantakan, berkali-kali dia menghela nafas guna mengatur emosinya. Namun sia-sia mengingat orang yang dia cari tidak ada malah semakin membakar amarah.


Wajah tampan itu terlihat sangar, alisnya bertautan, bibir sexsinya merapat kuat tangannya terkepal.....

__ADS_1


Sekian menit menatap hampa sekeliling rumah kosong yang tak berpenghuni itu, diapun meraih ponsel mewahnya didalam saku, mengotak-atik tombol telepon, mencari nama yang akan di tuju.


"Selamat malam Tuan, ada yang bis...."


"Berhenti berbicara, aku ingin kau cari keberadaan Istriku Qynliu, dimana dia, aku ingin kau segera menemukannya. Cari kemanapun gadis kecil itu bersembunyi"


Tut.


Panggilan terputus, dengan hanya sekali tarikan nafas Amos menjelaskan pada sang Asst yang sudah menjadi kepercayaan.


"Aku harap kita kembali bertemu, entahlah tapi aku sadar. Aku memang mencintaimu, aku sadar dan maafkan aku. Tapi beri aku waktu untuk meyakinkan perasaanku, jangan pergi seperti ini"


Batin Amos dengan helaan nafas berat, dia memijat pelipisnya merasa pusing karna tidak bertemu dengan orang yang dicari. Kaki jenjangnya berjalan tegas keluar dari area permukiman sempit ini, berjalan keluar lorong hingga sampai ditempat parkiran mobil. Menaiki mobil dan mulai membelah jalan, entah kemana tujuannya.


Dari semalam Amos dilanda rasa gundah, dirinya tak fokus bekerja didepan laptop, beberapa hari setelah pertengkaran hebat itu antar dia Lexa, dan Liu membuat Amos selalu termenung.


Beberapa hari ini wajah cantik dan ayu istri Keduanya yang biasanya selalu berbuat tingkah aneh demi sebuah perhatian sudah tak tampak. Liu menghilang bagai ditelan bumi. Amos masih berpikir bahwa Liu tidak kemana-mana, gadis itu pasti pulang kerumah kecilnya yang dulu pernah Amos kunjungi untuk pertama kali.


Lexa, wanita itu semakin hari semakin menjadi-jadi. Dia semakin jarang berada di rumah, bila matahari sudah terbenam Lexa akan menghilang dan akan meminta Izin dengan dalih berkunjung kerumah teman.


@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2