
"Amos,Mommy mau kau ceraikan gadis kasar itu,dia sudah gila memukuli kami seperti orang kesetanan" Bentak Ibunya Amos marah dengan memandang putranya yang baru saja bergabung disofa ruang keluarga,sudah dengan pakaian ala rumahan.
"Iya Darl,dia itu memang wanita gila sudah seperti pria saja"Adu Lexa dengan sesegukan sesekali bibir mereka mengeluarkan ringisan karna para pelayan tengah mengobati luka ketiga wanita itu.
"Dia itu gadis sialan"Umpat Ibunya Lexa pula. Amos menghela nafas kasar.
"Dia itu masih gadis labil jadi dimaklumi saja, lagipula pasti ada alasan dia memukuli kalian sampai seperti ini" Bela Amos mencoba mengurai sedikit masalah. Ketiga orang itu tampak gugup dan salah tingkah,Amos kembali menghela nafas dia mengangkat bahu acuh dan sibuk dengan ponsel.
"What,wajah kalian ini kenapa,dan kau Sima jelek sekali seperti babi" Ledek Keyndra yang tiba-tiba datang berdiri didepan ketiga wanita itu,dia menunjuk mereka bergantian dengan tawa yang menggelegar dan juga Sima ibunya sendiri,wanita paruhbaya itu terlihat terpancing emosinya,anak nya sangat kurang ajar berkata dengan tidak sopan.
"Keyndra jaga bicaramu,aku ini ibumu" Bentak Sima ibu dari Amos dan Keyndra,dia berdiri dan melototkan mata kearah Keyndra,bukannya takut pria itu malah semakin tertawa keras.
"Ibu,kau gila Sima,kau itu hanya wanita sialan yang mengaku-ngaku sebagai ibuku"Ledek Keyndra dengan tersenyum miring,aura kebencian saling menyeruak diantara ibu dan anak itu. Suasana tiba-tiba menjadi tegang akan pertengkaran mereka.
"Jangan kurang ajar Keyndra,kau lupa selama ini siapa yang mengasuhmmu" Teriak Sima murka. Seketika Keyndra mengubar raut mukanya menjadi dingin.
"Mengasuh,mengambil uang Daddyku untuk bersenang-senang dan mengatasnamakan keperluanku dengan kakak,apa itu yang kau maksud mengasuh,menghancurkan dan menjebak Daddy untuk menikahimu apa itu bisa disebut orang tua" Teriak Keyndra tak kalah keras,dengan emosi yang sudah diubun-ubun. Sima terdiam kaku dia menatap putranya nanar.
Brakkkkk.....
__ADS_1
Hantaman keras pada meja kaca membuat kaca itu pecah berhamburan,dan pelakunya adalah Amos,hanya dengan sekali tinju pada meja kaca itu. Dia berdiri, menatap Ibu dan Adiknya yang selalu saja bersitegang dimanapun mereka berada,suana semakin panas saja,tidak ada yang berani bersuara bahkan hewan didindingpun.
"Jangan melewati batas mu Sima,mulutmu itu terus saja membentak adikku" Suara Amos terdengar datar namun sangat dingin,dia mengelus sayang punggung Keyndra. Sima semakin terdiam takut tubuhnya bergetar,matanya menunduk.
Sedangkan dilantai atas.....
"Sialan aku penasarannnnnn" Rengek Liu menggaruk-garuk daun pintu,tidurnya terganggu karna suara berisik dari bawah yang diduga adalah keributan. Liu dengan cepat terbangun bersiap akan mengambil posisi untuk masuk sebagai bensin dalam keributan. Namun semua niat jahat terselubungnya harus digagalkan karna ternyata Amos masih mengunci dia didalam kamar.
Mulutnya tak berhenti menggerutu,mengingat dia akan ketinggalan acara ribut-ribut sedusun itu. Dia berjalan kearah jendela,berniat akan mengambil jalan pintas ala bat man,namun saat memandang kebawah sana,bukan jalan pintas yang didapat namun ajal menjemput....
Liu menempelkan telinga pada daun pintu,namun suara mereka masih samar,dia mencari celah pada pintu mengintip dengan sedikit lubang namun nihil semua tidak sesuai harapan......
Kembali keLaptop,eh!salah kembali kebawah tepatnya keributan yang tengah terjadi......
"Ada apa ini?"Tiba-tiba suara bariton tegas tuan Ham yang baru datang mengejutkan mereka,semua perhatian mengarah kearah pria paruhbaya itu. Pria itu tersipu malu rona pipi diwajahnya pun muncul,sangking malunya dia sampai gantung diri. Asyeeeek,astoge fokus-fokus ,ini keributan bukan stan up comedy.
Oke kamera Roll ektion(gitu gak sih tulisannya) Pekik Lexa,eh salah Author......
"Hikss Entahlah suamiku, anak-anak kita sudah tidak menghargai aku lagi,mereka terus memojokkan aku dengan kata-kata kasar" Sima mengeluarkan air mata harimau,buaya maksudnya,yang tiba-tiba keluar saat tuan Ham bergabung.
__ADS_1
Keyndra,dan Amos memandang jengah Sima yang bermuka dua.....Sedangkan Lexa dan Ibunya sama-sama terdiam.
"Key,Amos Daddy harap kalian bisa bersikap dewasa,hargai Sima dia ibu kalian,terutama kau Amos berpikir dewasa kau bahkan sudah memiliki istri dua" Nasihat Tuan Ham,dia berkata dengan selembut mungkin. Amos memberi senyuman miring,dia berjalan mendekat kearah Daddynya itu.
"Cih kalian sama saja,dan tidak usah mengungkit jumlah istriku,apa bedanya denganmu pria munafik yang tidak bisa menentukan pilihan,setidaknya aku tidak memilih berkhianat hanya karna sebuah rasa"
Tuan Ham terdiam,matanya ikut menunduk,hatinya mencolos mendengar itu,sekelebat bayangan masa lalu kembali muncul, bayang-bayang masa lalu itu bahkan membuat hubungannya dengan kedua putra tercintanya menjadi buruk hingga sekarang.....
"Daddy pulang saja,lelah sekali ingin istirahat" Tuan Han tersenyum hampa pandangan matanya tampak kosong,tidak ada raut bahagia sedikitpun dibalik senyuman itu. Namun senyuman tulus pada kedua putranya itu sangat jelas.
"Selalu saja seperti itu,lihatkan sekarang kau sudah mendapat batunya" Sekarang giliran Keyndra yang memberi ejekan,dia memandang punggung Daddynya dengan senyuman sinis. Lalu pria abege itu berlalu masuk kesebuah kamar tak lain memang kamarnya bila dirumah Amos......
"Maafkan aku Nayana,aku menyesal"Guman Ham sebelum benar-benar berlalu dari rumah Amos,air mata menetes beringan dengan ucapannya.....
Pesan Author. *tetaplah tersenyum meski gigi anda kuning* Sekian terima janda.........
Sambungan semalam ya guys, Crazy Up lho ini,5 chap sekaligus,jadi jangan ada yang bilang digantung lagi,tak sentil ndasmu. heheh canda.....
Jangan mintak Up terus aja,kasih dukungan dong biar Author semngat terus.....
__ADS_1