
Keyndra berjalan lunglai menuju kelas,ucapan kakaknya Amos yang mengatakan bahwa gadis pujaannya adalah sang kakak ipar membuat Keyndra rasanya hilang arah.
Pupus sudah harapan merebut hati Qynliu,gadis cantik penuh misterius yang mampu membuat Keyndra jatuh hati. Keyndra sosok pria keren dan coll itu benar-benar sudah jatuh cinta pada Liu.
Mata Keyndra menyelidik memastikan apakah itu Liu sang pujaan,yang tengah berdiri diujung tangga menuju kelas. Keyndra mengucek matanya memastikan bahwa yang dia lihat tidak salah.Benar itu adalah Liu yang terlihat tengah menelepon dengan ponselnya,yang menarik perhatian Keyndra adalah ponsel digenggaman Liu.
Ponsel itu adalah ponsel pengeluran terbaru dari perusahaan Lowhen Group,yang baru-baru saja dipublikasikan pada dunia dan berhasil menggemparkan dunia. Produksi ponsel itu sangat terbatas,dikshususkan hanya untuk anggota keluarga Lowhen dan Robsont. Jadi pertanyaannya mengapa ponsel itu ada pada Liu? semakin mencurigakan.
"Liu" Panggil Keyndra,dia menepuk pundak gadis itu. Liu terlonjak membalikkan badan dan melihat kearah Keyndra,dengan cepat dia memutuskan sambungan telepon. Mata Keyndra menatap takjub ponsel ditangan Liu yang juga teramat dia idam-idamkan....
"Liu ponsel ini, bukannya khusus anggota kelurga pengusaha nomor satu itu?" Tanya Keyndra menatap Liu penuh selidik,gadis itu hanya menatap datar,padahal dalam hati dia tengah kebingungan ingin menjawab apa.
"Ini Replika" Jawab Liu teramat santai tidak menimbulkan kecurigaan sedikitpun. Keyndra tampak tak percaya dia membalikkan telapak tangan Liu agar bisa lebih jelas melihat ponsel itu.
"Tidak mungkin,ini lambang bunga kaktus yang terukir dari berlian yang teramat langka,sudah menjadi ciri khas kedua perusahaan dan keluarga terkaya itu" Keyndra menatap ponsel dengan teliti. Liu semakin gelagapan,pria ini ternyata sangat teliti.
"Jadi menurutmu ini asli,apa anggota keluarga kaya itu adalah seorang sepertiku,bekerja di toko kue dan sekolah disekolah sederhana ini" Dalihnya dengan wajah menantang. Keyndra terdiam,masuk akal tidak mungkin Liu adalah anggota keluarga mereka,hal tidak mungkin keluarga terkaya itu mengirimkan anggota keluarga mereka menjadi seorang pekerja toko kue.
"Benar juga,tapi wajahmu membuatku yakin,sangat cantik,anggun dan berkelas" Guman Keyndra dengan suara teramat kecil. Liu yang mendengar itu menaikkan sudut bibirnya,sangat mudah dibodohi,dia berjalan menjauh meninggalkan Keyndra bersama kebingungannya.
Bel pulang berbunyi,semua murid-murid berhamburan meninggalkan perkarangan sekolah, begitupulah dengan Liu,dia berjalan pelan bersama Haley sambil mengobrol.
__ADS_1
"Liu aku duluan yah" Pekik Haley sambil berlari kearah seorang pria parubayah yang sudah stay diatas kendaraan roda duanya diujung jalan. Liu mengacungkan jempol,dia sudah berdiri tepat didepan gerbang sekolah,sekolah sudah sepi tinggal Liu sendiri saja yang tengah sibuk dengan ponselnya.....
"Liu mau pulang sama?"Tiba-tiba Keyndra datang mengagetkan dengan motor ala anak jalanan terparkir indah tepat didepan Liu. Gadis itu menggeleng.
"Duluan saja,aku ada urusan" Seru Liu datar kembali fokus dengan ponsel. Keyndra menelan ludah kasar,masih berusaha mengambil hati Liu....
"Ayolah Liu,malam ini aku juga akan menginap dirumah kakak" Bujuk Keyndra lagi. Kali ini Liu memasang aura dingin. Keyndra terlalu berisik menganggu konsentrasinya saja yang tengah mengoperasikan ponsel.
"Tidak" Satu kata namun dengan intonasi datar dan aura dingin,membuat bulu kuduk Keyndra berdiri,aura Liu benar-benar mengerikan,dia pun mengangguk dan langsung tancap gas tanpa pamit dahulu sangking merasa ngerinya.....
Tin tin.....
"Nona muda Princess"
Gadis itu mengangguk,menyimpan ponselnya,dengan sigap Andreaz membukakan pintu mobil untuk Liu dan gadis itu langsung masuk kekursi penumpang.....
"Nona muda saja" Liu bersuara menatap Andreaz yang tengah mengemudi didepan. Pria itu mengangguk cepat.
"Baik Nona muda" Jawab Andreaz pria dengan tubuh kekar berusia sekitaran tiga puluh tahun itu.
"Apa kakak sudah datang?"Tanya Liu tanpa menatap lawan bicaranya, matanya sibuk memperhatikan jalanan.
__ADS_1
"King sudah datang lima belas menit lalu Nona muda. King datang dengan Tuan Grandpa Felix" Jawabnya.
Seketika raut wajah Liu berbinar mendengar itu,dia sangat merindukan kedua pria itu. Tapi satu yang mengganjal,Liu sangat takut Sean dan Felix akan mengetahui bahwa dia yang sudah menikah. Terutama Sean.
Pria pemarah itu pasti akan murka dan marah besar,Sean sangat posesif padanya,jadi tidak membiarkan Liu melakukan hal sembarangan. Apalagi jika Sean tahu bahwa selama ini dia sudah diperlakukan buruk oleh keluarga Amos,sudah pasti Sean akan meratakan mereka dengan tanah.
Tak terasa mobil mereka sampai diparkiran bawah tanah sebuah gedung mewah menjulang tinggi.
Gedung mewah itu tak lain adalah anak cabang perusahaan Robsont. Sean tengah ada jadwal memantau anak cabang perusahaan dinegara ini jadi dia menyempatkan untuk bertemu dengan sang adik kecil. Mendengar hal itu Felix menjadi antusias,dia pun terus meminta untuk ikut,karna sudah merasa rindu dengan cucu kesayangannya....
Tak lupa Liu menggunakan masker hidung sebelum turun dari mobil,dia terlebih dahulu sudah mengganti pakaian dengan pakaian santai.....
#Style Qynliu
Beberapa pengawal datang menghampiri Gal dan Liu saat keduanya keluar dari Lift,mereka memberi hormat pada Liu setelah Gal memberi kode bahwa didepan mereka adalah Nona muda.
Liu dikawal hingga masuk kedalam sebuah ruangan mewah nan besar. Pintu terbuka,para pengawal menunggu didepan pintu. Liu masuk kedalam,sampai disana terlihat dua pria yang teramat dia rindukan tengah sibuk dengan aktivitas mereka hingga tak menyadari kedatangan Liu.....
Sean dan Felix tengah bermain Billiar bersama ditemani beberapa pelayan yang menghidangkan minuman dan cemilan pada mereka,para pelayan sudah berjejer rapi didekat keduanya.....
__ADS_1
"Anak muda kau kalah dari Grandpa mu" Pekik Felix riang,dia menepuk pundak Sean sombong,tangannya meraih gelas minuman dinampan pelayan. Sean menghembuskan nafas berat,wajahnya masam.
"Aku sengaja mengalah Grandpa" Seru Sean tak kalah sombong. Liu yang tengah menatap mereka menggeleng lucu dengan tingkah kedua pria berbeda generasi itu.