GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 78


__ADS_3

Mata yang tadinya tertutup kini perlahan terbuka, cahaya lampu meremang memasuki Indra penglihatan Qynliu. Mata Gadis itu menyipit dia menelisik seluruh ruangan yang terasa asing, sejenak Liu termenung mengingat kejadian beberapa waktu lalu, saat sebelum pingsan seseorang membekap mulutnya. Mata Liu membelalak kaget saat mengingat itu, seketika dia bangkit dari tidurnya, terduduk diatas ranjang.....


Liu menyapu seisi kamar dengan matanya, lalu kemudian beralih pada pakaian. Qynliu mengelus dada lega saat menyadari bahwa pakaiannya masih pada tempatnya.....


Qynliu mencoba bangkit, dia berdiri kemudian menggeledah seisi kamar dengan panik saat tak menemukan tas dan juga ponselnya, berarti benar yang Liu duga bahwa sekarang dia tengah diculik. Liu berlari kearah pintu kamar terbuat dari kayu yang terukir indah nan mewah, Liu semakin panik kala pintu itu terkunci dari arah luar, dia mengetuk dan menggedor namun tidak ada seorangpun yang menyahut.


Sejenak Liu menghela nafas untuk menenangkan diri, agar dia bisa berpikir dengan jernih. Dia berjalan kearah jendela, ternyata terdapat sebuah balkon. Liu menyeringai, dia berjalan pelan, Liu berdiri pada pagar balkon yang terbuat dari besi lalu memandang kebawah sana.


"Ini sebuah apartemen?"


Gumam Liu berbicara dengan diri sendiri, sejenak dia merasa bingung. Jika diculik, lalu mengapa penculik itu menyekapnya disebuah apartemen, bukan bangunan tua dan jauh dari keramaian. Apartemen?, apa penculiknya bodoh, apa dia tidak takut Liu melarikan diri dan seseorang menemukan Liu kemudian menyelamatkannya?.


Benar-benar aneh.


Ceklek.....


Terdengar suara kunci yang tengah dibuka, Liu langsung berbalik kearah pintu dan menatap seseorang yang akan masuk kedalam ruangan ini. Pintu itu terbuka, Liu menatap dengan hati-hati.


Sosok pria dengan Jas hitam yang menempel indah ditubuh atletisnya, dipadukan sepatu hitam berkilat bermerek mewah, pria dengan hidung mancung dan mata hitam pekat serta rambut Blonde khas orang barat. Pria itu berdiri didaun pintu kemudian menatap Liu yang membelalak dengan senyuman kemenangan.

__ADS_1


Pria itu kembali mengunci pintu kamar, kemudian menyimpan kunci didalam saku celananya, dia berjalan kearah Liu. Liu masih terpaku, tidak percaya dengan sosok yang baru masuk kedalam kamar.


Langkah demi langkah Liu terus mundur kebelakang saat pria itu terus mendekat dan semakin mendekat, Jantung Liu rasanya ingin copot saja, keringat dingin bercucuran dan perasaan campur aduk. Pria itu terus berjalan sambil menatap Liu dengan tatapan bahagia, rindu dan juga cinta yang cukup besar tersirat.


Hingga Liu menelan ludahnya kasar, saat punggung gadis itu terpojok pada dinding tepat didekat balkon, dia diam sambil menatap sosok pria itu yang masih terus berjalan.


Amos.


Ya Pria itu adalah Amos, saat keluar dari kamar Karim dengan penuh rasa kecewa dan penyesalan, sebuah ide brilian melintas dibenak Amos. Ide untuk menculik Liu dan memaksanya untuk bisa kembali kesisi Amos. Amos memberi instruksi untuk para bodyguard agar mencarikan obat bius, setelah itu Amos menunggu beberapa menit dilorong terakhir yang sepi dan lorong itu khusus ruang penyimpanan yang menjadi jalur para penghuni kamar VVIP. Saat melihat Liu sudah hampir mendekat, dada Amos bergemuruh rasanya tak sabar ingin memeluk manja tubuh gadis yang begitu dia cintai lalu meminta maaf dan kemudian mereka hidup bahagia dengan beberapa anak. Ambisi Amos begitu besar, saat menggapai Lift, Amos dengan cepat bergerak dan melancarkan aksinya sampai Liu benar-benar tak sadarkan diri.


Setelah itu, dengan perasaan bahagia bukan main karna bisa kembali bertemu istrinya, Amos cepat-cepat menyuruh sang Asisten, Gal, agar menjemputnya diparkiran bawah tanah dan menyiapkan sebuah apartemen.


Amos tidak bisa lagi tinggal dihotel ini, sangat berbahaya jika dia harus menyekap Liu didalam kamar, ditambah sosok Karim yang dekat dengan istrinya tinggal tak jauh dari kamar Amos.


Tak henti-hentinya selama perjalan menuju Apartemen, Amos terus menciumi wajah Liu, bahkan dia melupakan keberadaan Gal. Amos mengecup bibir Liu yang sudah lama sekali tidak dia jamah, Amos sangat merindukan bibir kecil yang dulu selalu menggerutu dan mengumpat padanya.


"Pria Mesum"


Itulah kalimat yang selalu Liu lontarkan saat Amos mencuri ciuman pada bibirnya, mengingat itu membuat Amos tersenyum dan mengelus lembut pipi Liu dengan sayang.

__ADS_1


Cup....


Cup....


Cup....


Cup...


Lama-lama Gal marasa muak dan panas dingin dibuatnya, saat suara kecapan dari ciuman Amos pada istrinya terdengar begitu nyaring didalam mobil. Dari kaca kecil diatas kepalanya, Gal sedikit mengintip kebelakang, dia mencibir kesal sekaligus iri saat melihat Amos yang masih terus melayangkan ciuman pada Liu.


"Heh, hentikan itu aku sudah muak mendengar suara ciumanmu!"


Karna sudah sangat tak tahan, Gal memberi teguran, Amos seketika menatapnya dan memberi tatapan kesal tak bersahabat.


"Dasar bujang lapuk, kau tak tahu rasanya melampiaskan rindu selama bertahun-tahun dengan orang yang kau cintai"


"Cihhhh, itu bukan rindu, tapi pelecehan gadis dibawah umur"


Gal tidak mau kalah, Amos mencibir dibuatnya.

__ADS_1


"Gadis dibawah umur, istri dari Amos Bhalendra, yang sah dimata hukum dan agama"


Gal terdiam, dia memilih mengalah, bahaya jika melanjutkan perseteruan mereka yang nanti bisa membuat kadar tempramen seorang Amos meningkat. Setelah mengucapkan kalimat itu, Amos kembali menciumi istrinya yang tak sadarkan diri semakin berutal dan suara keras guna membuat Gal semakin panas dan iri.


__ADS_2