GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 95


__ADS_3

Liu langsung berdiri dari duduknya, menatap sosok Karim dengan wajah datar andalannya dan mata kelam penuh misteri. Karim tersenyum samar, tujuannya menghampiri Liu untuk menanyakan keadaan gadis itu setelah terakhir kali pertemuan mereka yang berakhir pada keributan karna kedatangan sosok pria tak dikenal.


"Apa kau baik-baik saja?"


Tanya Karim merasa canggung dan juga gugup, hal lumrah yang biasa terjadi kala dia berdekatan dengan sosok wanita yang dia kagumi selama ini, Liu menganguk kecil masih dengan ekpresi datarnya.


"Untuk keributan kemarin, aku......"


"Ah tidak apa-apa, lupakan saja!"


Potong Karim langsung sebelum Liu menyelesaikan ucapannya, Liu kembali menganguk, suasana menjadi kikuk diantara mereka, menyadari situasi yang sedikit tegang, ketiga sahabat Liu itu berpamitan dan menyisahkan kedua orang yang berada dalam situasi canggung.


"Bagaimana keadaanmu?"


Sambung Karim membuka percakapan diantara mereka, Liu tersenyum kecil sambil melangkahkan kakinya menuju kelas diikuti oleh Karim yang akan mengantarkan wanita pujaannya sampai dikelas.


"As you can see"


"Good, I'm worried"


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku bukan wanita lemah yang akan menangis"


"Of course, you are the strongest and coldest woman I have ever known."


Hahahaha.


Keduanya tertawa bersama mendengar celutukan Karim, mengiringi langkah mereka menuju tempat Liu untuk belajar. Hingga langkah keduanya berhenti tepat didepan pintu kelas Liu, wanita cantik itu menganguk canggung seolah memberi isyarat pamit kepada Karim yang tampak tersenyum gemas melihat ekpresi Liu yang berbeda dari biasanya.


"Do you have time?"


"Hmm, after this I have no class"


"Ingin pulang denganku?"

__ADS_1


"Okay, i want"


Karim menahan rasa senang mendengar jawaban Liu akan ajakannya, sampai wanita itu menghilang kedalam ruangannya, pria timur berparas tampan itu memekik senang dan melompat girang layaknya mendapatkan segepok harta karun, selangkah dia maju dalam mengambil hati Liu, ini adalah kesempatan emas agar bisa lebih dekat dengan gadis incarannya yang selama ini selalu membantengi diri dari pria yang datang dan memberi cinta untuknya.


Hingga jam pulang Liu pun tiba, dengan tidak sabaran Karim menyusun buku kedalam tas nya dan buru-buru keluar dari dalam kelas, dengan jantung berdebar dan senyum mengambang yang semakin menunjang ketampanannya, Karim berkali-kali mengguyur rambutnya kebelakang, takut-takut penampilannya berantakan dan Liu akan berubah pikiran.


Jantung Karim seakan ingin berhenti berdetak, didepan sana dia melihat sosok bidadari cantik itu tengah tertawa lepas saat keluar dari kelas bersama teman-temannya, tawa Liu terlihat sangat sejuk dan menawan, gigi rapinya yang putih terlihat mengkilap, pipi mulus dan chubbynya terlihat menggemaskan dan berkharisma. Karim berani bersumpah bahwa Liu adalah wanita tercantik yang pernah dia temui.


"Hai Karim"


"Eh, Hai Jess"


"Hahaha Karim, lihat air liur mu sampai menetes karna menatap Liu"


"Caca!"


Tegur Bela pada sahabat somplaknya satu itu, Karim yang percaya akan ucapan Caca langsung menyeka bibinya yang membuat Liu terkekeh lucu, diikuti ketiganya yang juga tertawa geli melihat tingkah Karim yang salah tingkah dan wajahnya yang memerah bah tomat matang menahan malu.


Bela cepat-cepat menarik keduanya pergi dari pada mengganggu momen Liu dan juga Karim, tak lupa memberi pesan yang langsung diangguki oleh Karim dan Liu yang menggeleng melihat kelakuan aneh ketiga sahabatnya.


Karim memberi kode tangan seolah mempersilahkan Liu untuk berjalan beriringan dengannya, sepanjang perjalanan menuju parkiran banyak pasang mata menatap kaum kearah keduanya yang tampak sangat serasi dengan wajah tampan dan cantik mereka. Beberapa gadis penggemar Karim merasa kesal karna melihat pria pujaan mereka berjalan beriringan dengan sosok primadona kampus.


Saat Liu akan masuk kedalam mobil Karim, tiba-tiba seseorang mencekal pergelangan tangan Liu dengan sedikit kuat. Liu reflek kaget dan berbalik, siapa gerangan yang dengan tidak sopan berani menyentuhnya. Begitupulah Karim yang langsung berbalik dan menatap pemilik tangan.


Sekarang giliran jantung Liu yang seolah ingin melompat dari tempatnya, wajah pria yang memakai jaket kulit hitam, dipadukan celana hitam, sneakers hitam plus topi hitam layaknya penguntit terlihat dingin tak bersahabat.


Amos.


Dialah yang dengan berani menahan pergelangan tangan Liu, wajah Amos tampak seram di balik topi itu, jelas dimatanya menunjukkan kecemburuan yang besar, entah dari mana datangnya Amos namun pria ini layaknya hantu yang bisa muncul kapan saja.


"Wah kau lagi, bisakah kau menjauh dan tidak menggangu kekasihku!"


Jika awalnya Karim bersikap sopan pada Amos, kini pria timur itu dengan jelas menunjukkan ketidak sukaannya pada pria yang untuk kedua kalinya selalu mengacaukan misinya dalam mendekati Liu. Dalam sekali hentakan Karim berhasil melepaskan tangan Amos dari pergelangan tangan Qynliu.

__ADS_1


"Cih, kekasih"


Amos berdecih kesal dengan senyum meremehkan, dia menatap istrinya memberi isyarat untuk wanita itu agar mengikutinya, namun diluar dugaan Liu memalingkan wajah dan justru menggenggam lengan Karim. Hal itu membuat Amos terkejut sekaligus tak terima dengan aksi istrinya, tempramen Amos yang bisa meluap-luap siap untuk dia tumpahkan.


Beberapa orang yang berada diparkiran merasa tertarik melihat adegan bersitegang antara orang yang namanya cukup populer di kampus mereka. Amos dengan amarahnya langsung meraih kerah baju Karim dan menyentak pria itu, saat akan melayangkan bogeman mentah kewajah Karim. Tiba-tiba Liu mendorong Amos sedikit kuat sehingga dia mundur beberapa langkah. Raut wajah Liu terlihat kesal dan juga murka menatap suaminya.


"Apa-apaan kau ini, jangan ikut campur dengan urusanku, ingat aku memberimu kesempatan bukan berarti kau bisa berbuat sesukamu"


Marah Liu sambil menunjuk wajah suaminya dengan jarinya, kemudian wanita itu tanpa basa-basi langsung masuk kedalam mobil Karim. Karim tersenyum miring penuh kemenangan pada Amos kemudian menyusul Liu kedalam mobil dan langsung melesat membelah jalan.


Ingin berteriak rasanya, kesal, cemburu, malu dan sedih bercampur menjadi satu, tidak percaya Liu akan begitu kejam menolak dan mempermalukannya sebagai seorang suami, tidak ada rasa hormat dan juga pengabdian Liu terhadap dia sebagai orang yang berhak sepenuhnya atas Qynliu.


________________


Note : Hallo para Readers author Natasya, mau kasih recommended salah satu Novel karya temen Author nih, dijamin bikin nagih deh, pokoknya kalian harus coba baca ya, jangan lupa Like, Komen, Vote, dan dukungan.


DONT TOUCH MINE OR DIE?


DONT TOUCH MINE OR DIE?


DONT TOUCH MINE OR DIE?


DONT TOUCH MINE OR DIE?


Atau bisa cek nama Author nya.......


#Fahul Yaumi Intan


#Fahul Yaumi Intan


#Fahul Yaumi Intan


Jangan lupa ya guys, bantu support temen Author 🙏❤️😘

__ADS_1


__ADS_2