
Qynliu.
Wanita cantik itu berada di dalam ruang persalinan, kini tiba waktunya untuk segera mengeluarkan kedua buah hatinya bersama sang suami ke Dunia ini. Dengan proses Cesar atau Persalinan Oprasi. Mengingat dia mengandung dua Baby Twins dan ada sedikit masalah dengan kesehatan Liu, membuat Dokter menyarankan untuk segera Oprasi Cesar .
Sudah satu jam mereka di dalam ruang oprasi, Liu tidak merasakan apa-apa karna efek obat bius, namun Amos bertugas sesuai instruksi Dokter agar membuat istrinya tetap sadar dan membuka mata. Tapi, saat melihat Dokter itu mulai membelah perut Istrinya Amos menjadi panik dan tak kuat takut Istrinya akan merasa sakit. Dia menangis tersedu-sedu sambil meminta maaf karna telah menghamili Liu.
Liu rasanya ingin menonjok suaminya karna tingkah konyol yang begitu memalukan di depan para Dokter.
Oekkkk Oekkkk
"Bayi pertama laki-laki"
Suara tangis Bayi yang tiba-tiba pecah memenuhi seisi ruangan, disusul ucapan Dokter itu menyerahkan si Bayi merah yang masih diselimuti darah ke pada perawat. Amos terdiam, matanya memandang tak percaya pada sosok bayi mungil yang keluar dari perut Istrinya, bayi yang tengah menangis dengan suara lantang. Amos membeku takjub, berbeda dengan Liu yang langsung menangis haru.
Oekkkkk Oekkkk
"Bayi kedua perempuan"
Ucap Dokter itu kembali menyerahkan bayi satunya lagi pada perawat, lagi dan lagi Amos dibuat mematung, matanya tak teralihkan dari bayi-bayi mungil yang dengan kompak menangis.
__ADS_1
"Sa-sayang bayi kita"
Ucap Amos terbata-bata merengkuh tubuh lemah istrinya, Liu menganguk dan menangis kencang, dia terus mengucap syukur dengan kebaikan Tuhan karna telah memberinya dua malaikat dalam hidupnya bersama sang suami tercinta.
Setelah kembali menutupi luka pada perut Liu, Dokter itu menyerahkan kedua Baby Twins pada ibunya setelah dibersihkan. Baju atas Liu dibiarkan terbuka, kemudian Dokter itu langsung meletakkan kedua bayi mungil tepat di atas tubuh Liu. Lagi dan lagi Liu menangis saat merasakan kulit hangat bayinya menempel sempurna pada dadanya. Kedua bagi mungil itu terlihat mencoba meraih sumber kehidupan mereka. Mulut mereka yang mungil menyesap Asi pertama dari sang Ibu.
Amos menangis tak kuasa membendung kebahagiaannya dan kekaguman melihat dua bayi mungilnya, dia berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada para tenaga medis yang pastinya para wanita karna sudah membantu proses persalinan sang istri.
"Selamat untuk Tuan dan Nyonya, semoga Baby Twins selalu sehat"
Serempak mereka membuat Liu menganguk haru dan mengucapkan terimakasih, sedangkan Amos pria itu sibuk mengecup putra dan putrinya yang masih sibuk menyusu, matanya tak teralalihkan dan benar-benar merasa takjub.
"Terimakasih sayang, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Dan aku mencintai anak-anak kita"
"Aku juga mencintaimu"
Jawab Liu lemah membelai rahang tegas suaminya, merasakan kecupan bahkan lebih dari itu yang Amos berikan pada bibirnya sebagai ucapan terimakasih yang mendalam. Keluarga kecil itu menangis sambil berpelukan merasakan kehangatan yang tiada tiara.
***
__ADS_1
"Lowsont Jeano Bhalandra"
"Lowsont Jeana Bhalendra"
Ucap Amos lantang menyebutkan nama kedua bayinya di depan seluruh anggota keluarga yang tengah berkumpul di taman Mansion miliknya dan sang istri tercinta. Terlihat semuanya mengerjit bingung mendengar pangkal nama Baby Twins
"Lowsont?"
Guman Bryan sang kakek muda merasa bingung, Qynliu dan Amos menganguk sambil menatap kedua bayi mereka yang tengah tertidur nyenyak di dalam ranjang bayi yang dilapisi oleh emas dan memiliki tudung penutup anti peluru dan sinar paparan UV walaupun berada ditengah lapangan.
"Lowhen Robsont, disingkat Lowsont bukankah itu nama yang bagus?"
Tanya Amos meminta pendapat, semuanya tertawa keras kemudian mengangguk setuju dengan ucapan pria tampan itu, sungguh pikiran yang kreatif tidak menghilangkan Nama Marga yang berharga pada kedua baby twins.
"Hai Baby Jeano dan Jeana"
Celetuk mereka serempak merasa gemas menatap bayi mungil yang mulai terbangun dan memperlihatkan sepasang mata mereka yang unik, mata indah berwarna galaxy menurun dari sang nenek dan juga sang ibu. Namun, wajah kedua bayi mungil itu tak ubah wajah Amos, dari ujung rambut sampai ujung kaki jiplak garis wajah dan tubuh Amos, hanya warna mata yang mengikuti gen Liu......
Hallo Reader, say Hai to Baby twins, Je dan Jo!!!!!......
__ADS_1