
Hingga matahari terbit Amos masih terus bermain-main dengan tubuh Liu, entah apa yang merasuki pria itu sampai dia tidak henti dan tak lelah terus menggempur Qynliu. Bahkan Qynliu sudah meneteskan air mata merasakan sakit diarea kewanitaannya karna aksi Amos yang tak kunjung usai, berkali-kali Liu mendorong tubuh suaminya namun Amos enggan melepaskan.
"Amos sakit Hiksss"
Ucap Liu dengan lirih, dia menggelengkan kepala nya sambil mengigit bibir bawah, Amos seolah tuli, entah apa yang terjadi sampai dia tidak bisa mengendalikan libidonya.
"Sabar sayang, aku akan mengakhirinya Oughhhhhh"
Amos menggerakkan pinggulnya dengan cepat, dia menyentak juniornya hingga masuk paling dalam, yang membuat Liu kembali meringis sakit, pandangan Liu mulai kabur dan akhirnya wanita cantik itu menutup matanya yang membuat Amos kaget saat tiba-tiba Liu terdiam dan menutup mata.
Amos menarik basokanya keluar, cepat-cepat turun dari ranjang dan memakai Boxer yang tergeletak di lantai, dia mendekati Liu dan mencoba membangunkannya.
"Sayang, sayang kau kenapa?"
Panik Amos, dia mengelus pipi chubby istrinya dan menggoyangkan tubuh Liu berulang kali, melihat Liu yang tak bergerak sama sekali Amos semakin panik, jantungnya berdegup kencang dia terus menggoyangkan tubuh Liu dan memanggil-manggil namanya, kaki Amos seolah lemas dia merutuki perbuatannya tadi.
"Sayang"
Teriak Amos frustasi, pikirannya menjadi buntu sangking paniknya, bahkan pria itu sampai meneteskan air mata dan memeluk Liu dengan erat, dia mengguncang tubuh Liu berulang kali, hingga dia tersadar saat terdengar suara ketokan dari pintu kamar mereka.
"Tuan, apa yang terjadi"
Terdengar suara khawatir seorang pelayan, Amos pun cepat-cepat melepaskan tubuh istrinya kemudian menutupi tubuh Liu dengan selimut dia bergerak cepat membuka pintu, seketika wajah para pelayan yang berkumpul didepan pintu membuat Amos kaget.
"Cepat panggilkan Dokter"
__ADS_1
Perintah Amos dengan suara baritonnya, para pelayan itu mengangguk kemudian langsung pergi dari depan pintu, Amos kembali masuk ke dalam kamar, pikirannya benar-benar melalang buana, dia terus menangis sambil menatap wajah Qynliu yang pucat, sambil menunggu Dokter Amos menyempatkan memasangkan Liu pakaian untuk menutupi bekas Kissmark yang memenuhi tubuh Istrinya.
Tok.....tok....tok.....
Suara ketukan pintu, Amos langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Dokter perempuan itu untuk masuk.
"Cepat lakukan tugasmu, Istriku harus baik-baik saja"
"Baik Tuan"
Ucap Dokter itu menunduk takut, dia dengan cepat mengeluarkan semua alat-alat dari dalam tasnya dan mencoba memeriksa keadaan Liu.
"Maaf Tuan, tolong beri aku ruang agar bisa memeriksa Nyonya"
Pinta Dokter itu karna Amos yang terus memeluk istrinya, Amos pun mengalah dan melepaskan Liu, dia berdiri sedikit jauh sambil terus mengawasi Dokter itu, dia berdoa di dalam hati agar tidak ada hal buruk yang menimpa sang istri.
"Berani-beraninya kau ingin menggoda dan tersenyum seperti itu saat istriku sedang pingsan"
Gertak Amos yang membuat Dokter itu takut dan kembali menunduk dengan gemetaran dia mencoba mengeluarkan suara.
"Ma-maaf Tuan, aku ti-tidak bermaksud, aku tersenyum karna ikut bahagia karna Nyonya Qynliu kini tengah mengandung"
Ucap Dokter itu, seketika Amos membelalak dengan mulut terbuka, seolah tidak percaya dengan yang dia dengarkan barusan, Amos menatap Liu tak percaya kemudian kembali menatap Dokter itu.
"Apa kau sedang bercanda?"
__ADS_1
Tanya Amos dengan perasaan bergemuruh rasanya dia takut berharap, takut bahwa ucapan Dokter itu hanya candaan untuk menyenangkan hatinya.
"Tidak Tuan, Nyonya pingsan karna dia kelelahan, itu normal untuk ibu hamil terutama kandungannya yang masih sangat muda, ibu hamil memang sangat rentan dan sensitif, untung saja kandungannya kuat"
Jelas Dokter itu lagi dengan panjang lebar, yang membuat Amos terkejut bukan main, bahkan dia sampai menutup mulutnya dengan mata melotot, kemudian Amos tertawa keras dengan air mata yang mengenang.
"Oh Good Terimakasih"
Teriak Amos sangking bahagianya, dia sampai mengguncang tubuh Dokter itu dan terus tertawa kegirangan, dia seperti orang gila yang mendapatkan sekotak makanan lezat.
"Untuk lebih pasti, anda dan Nyonya bisa langsung memeriksa ke Dokter kandungan, sepertinya anda akan mendapat dua hadiah sekaligus. Saya permisi Tuan"
Ucap Dokter itu kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dari Amos, mendengar itu Amos menjadi bingung dengan maksud ucapannya, tapi daripada berlama-lama dengan kebingungan Amos langsung berjalan menuju Liu yang masih berbaring dengan lemah, dia mengecup perut Istrinya berkali-kali dengan air mata berlinang penuh kebahagiaan.
"Selamat Tuan anda akan menjadi seorang ayah"
Ucap para pelayan yang berbaris memenuhi kamar, para pelayan itu berucap dengan haru dan ikut merasa senang mendengar kabar bahagia itu, mereka semua tahu bahwa Qynliu dan Amos selama ini sangat menginginkan seorang anak, terlepas dari kesedihan mereka setelah kehilangan jabang bayi beberapa tahun lalu.
Amos berbalik kemudian menganguk dengan wajah haru, dia tidak berhenti bersyukur atas apa yang Tuhan berikan padanya hari ini, semua kesedihan dan juga kisah cinta mereka yang tak berujung kini sudah memiliki tujuan yang pasti. Amos berdiri dengan wajah bahagian yang tidak bisa dibendung.
"Aku harap kita semua bisa bekerja sama, jagalah istriku dengan segenap jiwa dan diri kalian, kalian adalah orang-orang yang sangat dekat dengannya selain aku dirumah ini, aku mohon kerjasamanya dan terimakasih karna selama ini sudah membantu aku dan istriku dalam mengurus Rumah kita dan seluruh keperluan"
Ucap Amos membuat para pelayan semakin terharu, bahkan mereka sampai menangis dibuatnya, di sini mereka sangat dihargai dan tak pernah sekalipun ada kata yang menyakiti hati mereka, sehingga para pelayan itu rasanya sangat menyayangi sepasang suami istri itu.......
___________
__ADS_1
Tamat apa nggak nih Readers?