GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 21


__ADS_3

Jantung Liu berdegup kencang,entah apa yang terjadi,namun keadaan ini mengingatkan dia dengan pria yang dia cintai. Begini rasanya sewaktu tangan Liu digenggam oleh Nick,dadahnya terasa bergemuruh.....


Disebelah sana Amos yang menjadi donatur disekolah ini,yang juga ikut berpartisipasi dalam acara siswa memandang Liu dengan tatapan sulit diartikan.....


"Qynliu,dan Tuan Muda Amos" Keduanya memutuskan kontak mata mereka saat mendengar nama mereka dipanggil dari alat pengeras suara yang tengah dipegang si ibu kepala sekolah....


Entah takdir yang memang sudah menggariskan atau apalah itu,keduanya disatukan dalam satu grup yang hanya beranggotakan mereka berdua.....Sejenak saat berpapasan untuk mendengar arahan dari panitia,keduanya tidak saling sapa,hanya saling lihat bagai kedua orang asing tanpa sebuah hubungan......


"Baiklah silahkan ambil posisi"Arah Panitia pria dengan gaya gemulainya,dia menggiring kedua orang itu untuk berdiri dibelakang garis finis.....


Posisi keduanya sama seperti posisi anggota lain,dalam lomba ini memliki empat regu yang diisi dua anggota....Setiap pasangan berbeda-beda,ada pria dan wanita.... Posisi Liu berada didepan Amos yang berbaris dibelakangnya dengan hanya berjarak beberapa centi.....


Keduanya akan menggiring sejenis terompah kayu panjang secara persamaan,disini kekompakan adalah yang paling utama,mereka akan mengayuhkan kaki kiri dan kanannya secara bersamaan sampai digaris finis.....


"Bersedia" Pekik Wasit,semua murid sudah berada disetiap sisi untuk menonton dan memberi dukungan. Liu masih setia dengan wajah datarnya begitupulah Amos...Berbeda dengan tim yang lain,rekan paling belakang sudah siap memeluk rekan yang paling depan dari arah belakang....


"Mulai"


Semua peserta lomba sudah mulai melangkahkan kaki mereka dengan cepat,sorak semangat saling bersahutan...


Liu dan Amos menjadi paling belakang, berkali-kali keduanya terus terjatuh namun bisa bangkit kembali. Amos mendengus kesal dibelakang,kaki mereka sama sekali tidak serempak dan seketika Amos memiliki cara....


Grebbbb.....

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?"Pekik Liu terkejut saat Amos memeluknya dari arah belakang dengan sangat erat.....


"Tenanglah,dengan begini kita bisa kompak"Bisik Amos ditelinga Liu dengan memejamkan matanya menahan sesuatu yang aneh baru pertama kali dia rasakan. Amos menyembunyikan wajahnya diselangka Liu mengendus wangi tubuh gadis ini yang begitu memabukkan....


Akhirnya kaki keduanya sudah bisa melangkah dengan cepat,namun tetap saja mereka berada paling belakang....


"Jangan memelukku terlalu kencang"Peringat Liu sambil terus berjalan.....Amos tak menanggapi dia malah menyibakkan anak rambut Liu dan kembali mengendus lehernya yang semakin kesini semakin membuatnya merasakan gelegar aneh...


"Kau itu istriku,jadi seluruh tubuhmu itu milikku"Jawab Amos dengan suara seraknya. Liu merinding mendengar itu,dengan jurus kamehameha level tinggi dia mempercepat jalan sampai kegaris finis dan seketika itu pula langsung melepaskan diri dari Amos.....


"Tuan Amos yang kaya raya,kau itu sudah berbuat cabul pada seorang gadis"Seru Liu menatap Amos dengan tajam,bukannya takut Amos malah terkekeh kecil,dia melangkah mendekati Liu namun gadis itu terus mundur.....


"Cabul pada Istri sendiri,bukan masalahkan"Jawabnya dengan enteng dan tak tahu malu,kemarin saja dia sangat enggan menyebut Liu sebagai istrinya. Gadis itu mencibir kemudian ikut terkekeh.....


Dengan kesal Amos beranjak pergi tanpa pamit pada Liu,dia melangkah menjauh dari lapangan kemudian keluar sekolah dan langsung menuju mobil,disana sudah ada Gal si Asst yang menjadi supir.....


"Kau kenapa,wajahmu jelek sekali"Ledek Gal mulai menstater mobil dan menjalankannya. Amos yang duduk disamping Gal melirik sebentar kemudian membuang muka keluar jendela....


"Aku tidak Impoten"Seru Amos. Gal tertawa terbahak-bahak,namun sedetik kemudian pandangannya jatuh kearah celana Amos tepatnya dibagian kancing celana yang membengkak itu... Mata Gal membelalak....


Cittttt.......


Sangking terkejutnya Gal mengerem mobil dengan mendadak,membuat keduanya terdorong kedepan. Amos menatap Gal dengan kesal,tadi Istri mudanya sekarang Asst...Sungguh tuhan tidak adil...

__ADS_1


"Kau terang*sang?"Tanya Gal tidak percaya. Amos mengangkat bahunya acuh.....Seketika dengan reaksi berlebihannya Gal menyentuh bahu sang Bos.....


"Wahhh apa Lexa yang membuatmu seperti ini?"


"Bukan Lexa tapi Qynliu"


"Apa"Pekik Gal lagi dan lagi dia dilanda keterkejutan.....


Hahahahh


"Hei bodoh,apa kau sudah mencintai gadis cantik itu?"Tanya Gal dengan tawa yang menggelegar,dia kembali menyalakan mobil dan menjalankannya....Amos terdiam beberapa saat...


"Itu tidak mungkin,dihatiku hanya ada Lexa"Jawabnya dengan dingin..Bukannya takut. Gal semakin tertawa keras...


"Sadarlah Tuan Muda Amos. Jika kau mencintai istrimu nyonya Lexa itu sedari dulu kau sudah menyentuhnya"


"Cinta itu bukan hanya sekedar hubungan ranjang"Jawab Amos dengan ketus dan kesal...Dia masih terus berusaha meyakini bahwa cintanya hanya milik sang istri....


"Memang benar seperti itu,tapi jika dipikir lagi dan dirasakan lagi. Nafsu itu datangnya dari ketertarikan,ketertarikan itu dari rasa penasaran,penasaran itu biasanya muncul dari hati. Nah...yang muncul dihati biasanya Cinta" Gal tertawa dengan semakin keras,dia menggeleng dengan ucapannya sendiri. Amos terdiam mencoba mencerna setiap ucapan Asst nya itu.....


"Ingat, jatuh cinta itu bukan kesalahan jika itu pada orang yang tepat,tapi cinta itu akan menjadi kesalahan dan kebodohan jika bersemayam pada orang yang salah. Lexa, berhati-hatilah dengan istrimu itu. Jangan jatuh terlalu dalam,nanti kau susah untuk bangkit" Kali ini Gal berucap dengan nada serius,suaranya terdengar dingin. Amos hanya mampu terdiam pikirannya melalang buana.....


*******

__ADS_1


__ADS_2