GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 59


__ADS_3

Posisinya diruang rapat Markas utama TZX. Anatasya yang duduk paling ujung dikursi khusus miliknya sebagai pemimpin dan didepannya ada Qynliu dan ketiga sahabatnya serta sang ketua Devisi Mata-mata bersama empat orang asisten menemaninya.


Duduk Anatasya begitu elegant, memandang mereka dengan mata elangnya. Ternyata ibu muda itu masih mengonsumsi rokok sampai sekarang, bibir sexsinya sibuk mengecap rokok sambil menunggu si Ketua buka suara.


"Hasil dari pencarian kami kemarin. Memang benar, Agio Young sudah bergerak beberapa langkah, yang menjadi sasaran utamanya adalah anda Lady, dia sudah mengenali wajah anda. Agio kini sedang menyusun rencana agar bisa memasuki Markas utama dan mencari informasi lebih sebelum menyerang Lady"


Jelas si Ketua Divisi dengan sangat hati-hati. Anatasya mengangguk-angguk kecil dengan kekehan dibibir sexsinya.


"Anak bayi ingin menyerang Ibu Singa"


Kini Qynliu yang buka suara, seakan geram dengan Agio yang berencana akan menyakiti Mommynya. Senyum aneh terbit di bibir Anatasya merasakan aura mematikan dari anak bungsunya, kilatan mata Galaxy itu persis akan dirinya.


"Kau memang putriku"


Batin Anatasya merasa bangga akan Qynliu. Ruangan menjadi hening hanya karna mendengar suara dingin Qynliu.


"Baiklah kalian bisa pergi"


Ketua Devisi bersama anak buahnya berpamitan dan langsung keluar dari ruang rapat menyisahkan Anatasya, Qynliu dan ketiga sahabatnya.


******


Seminggu telah berlalu, hari-hari masih terlewat seperti biasa. Mansion Besar milik Anatasya dan Bryan semakin ramai saja sejak kedatangan putri tunggal mereka Qynliu. Gadis cantik itu yang beberapa waktu terakhir terus tersiksa dan menyembunyikan sifat aslinya dirumah sang Suami. Kini Liu sudah mengeluarkan sifat aslinya yang manja dan cerewet.

__ADS_1


Beberapa hari ini Anatasya sang Mommy Muda dibuat tidak berhenti mengomel karna tingkah putrinya yang selalu ribut dengan Sean sang kakak.


Ada-ada saja kelakuan Qynliu untuk menganggu Sean yang membuat pria tampan itu kesal dan berujung pada adu mulut dan saling kejar-kejaran. Seperti saat ini Qynliu terus saja menggangu Sean yang tengah fokus dengan Laptop di atas pangkuannya. Sehabis makan malam orang tua dan kedua anak mereka bersantai di ruang keluarga.


"Ckk Liu"


Kesal Sean, Liu terus saja menarik-narik kerah bajunya, entah apa yang diinginkannya.


"Ckk Sean"


Liu mencibir, mengikuti gaya bicara Sean dia memonyongkan bibir sexsinya yang membuat Sean semakin kesal. Pria itu meletakkan Laptopnya diatas meja bersiap akan memberi pelajaran pada si Adik Nakal.


Brughhhh.


"Kalian terus saja ribut, masuk kekamar masing-masing"


Keduanya terkejut dan terdiam takut, Anatasya yang tengah fokus dengan ponsel juga ikut terlonjak dia hanya bisa mengelus dada.


"Hiksss, Hiksss, Daddy jahat"


Qynliu langsung menangis bombai, gadis itu benar-benar cengeng, dia terkejut dan juga merasa sedih karna dimarahi oleh sang Daddy. Dengan cepat dia beranjak dan berlari kedalam kamar dengan tangisan yang sudah kelewat batas. Seolah menangisi kematian.


Begitupula Sean, bedanya pria itu tidak menangis hanya saja dia memasang wajah sedih dan beranjak cepat menuju kamar tanpa sepatah katapun, tidak ada yang berani membantah sosok sang Daddy.

__ADS_1


"Ehem sudah marah-marahnya, sini duduk"


Anatasya yang menjadi pawang Singa Bryan langsung menarik lengan suaminya agar kembali duduk bersebelahan, Bryan menghela nafas panjang kemudian mengangguk dan menjatuhkan bobot tepat disamping tubuh sang Istri.


"Apa kau menyadari sesuatu?"


Tanya Anatasya lembut menatap Bryan dan mengelus dada bidangnya dengan sensual. Bryan menganguk meraih pinggang ramping sang istri dan bersemayam pada leher jenjang nan mulus yang sejak dulu sudah menjadi tempat favoritnya.


"Hem, Sepertinya Liu benar-benar sudah sangat jatuh Cinta dengan anak temanmu itu"


Jawab Bryan pula yang masih sibuk mengendus leher jenjang Anatasya. Keduanya bermesraan tak kenal tempat, bahkan diruang keluarga sekalipun dimana semua orang berlalu lalang, para pelayang berjalan kesana kemari menjalankan tugas. Namun karna sudah terbiasa mereka pun hanya cuek bebek melihat aksi nakal Tuan mereka.


"Bagaimana menurutmu?"


Tanya Anatasya lagi membelai dan menyisir lembut rambut Blonde Bryan.


"Bagaimana lagi, status Liu masih istri anak itu, tapi aku tidak suka karna dia sudah berbuat kasar dan menghina putriku satu-satunya"


"Kau benar, tapi kita tidak boleh terlalu ikut campur. Qynliu sudah besar, biarkan dia menyelesaikan masalahnya sendiri, lebih-lebih ini adalah masalah hati. Kita terus pura-pura tidak tahu saja tentang pernikahan dan kehidupannya selama di negara itu"


Bryan mengangguk setuju dengan penjelasan sang istri, bagaimanapun dan semarah apapun. Semua sudah terlanjur, kini Liu sudah berganti status menjadi istri diusianya yang sangat mudah. Qynliu sekarang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka.


#######

__ADS_1


Otw Part Selanjutnya.....


Sory telat update, semalam author ketiduran😂


__ADS_2