
Siang ini, Liu sudah siap dengan Outfit kerennya, Croptop putih lengan panjang dipadukan celana jins denim panjang dan sepatu putih bertengger dikaki jenjangnya, ditambah tas kecil yang bergantung dibahunya.
Wanita cantik itu tengah menatap pantulan dirinya pada cermin, sempurna. Penampilan Liu benar-benar tidak pernah mengecewakan bagaimanapun penampilannya dia akan selalu terlihat menawan, cantik dan juga anggun. Wajah cantik Anatasya dan wajah tampan Bryan begitu mengalir pada dirinya, menjadi perpaduan sosok wanita kebarat-baratan dengan mata unik persis sang Mommy.
Dengan rambut yang diikat tinggi sengaja memamerkan leher putih jenjangnya, Liu berjalan keluar dari kamar dan turun menuju lantai dasar.
Seperti pagi biasanya para Maid berbaris dan menyambut pagi Qynliu yang langsung menuju meja makan untuk melaksanakan sarapan bersama anggota keluarga. Terlihat Bryan, Sean serta sang Mommy yang sudah menunggunya dengan senyuman hangat, bersiap akan menyantap makanan mereka setelah princess itu bergabung.
Selesai dengan sarapannya dan senda gurau dipagi hari bersama kedua orang tua dan juga kakaknya, Liu berpamitan akan pergi ke kampus tempat dia menuntut ilmu di bidang Manajemen Bisnis. Liu berangkat menggunakan mobil kesayangannya yang berwarna hitam berkilau, mobil sport mahal yang hanya ada satu didunia, didesain khusus sesuai keinginannya. Begitulah sosok Liu yang bergelimang harta sejak lahir, semua keinginannya akan sangat muda terpenuhi.
Tidak memakan waktu banyak menuju tempat tujuan, akhirnya Liu sampai diparkiran kampus dan tanpa menunggu dia langsung turun dari mobil dan berjalan elegant memasuki gedung. Para mahasiswa berkeliaran dengan berbagai aktifitas dan kesibukannya. Berjalan dengan tampang datar andalannya Liu masih menjadi pusat perhatian dan juga idola teman-teman dikampus. Saat akan menginjak tangga menuju lantai letak kelasnya berada, tiga gadis sebayanya dengan tidak sopan menarik Liu agar berbalik menghadap ketiganya.
Bela, Caca, dan Jessi. Ketiga gadis rupawan itu sudah memasang wajah galak siap akan menghakimi sahabat mereka satu ini, menghilang bak ditelan bumi tanpa memberi mereka kabar sedikitpun.
Liu mengangkat alis dengan wajah tanpa rasa bersalah membuat ketiga gadis itu gemas dibuatnya.
"Hei bodoh, kau menghilang kemudian kembali muncul, apa kau ini hantu ha?"
Celetuk Caca yang mulutnya memang suka berkata tanpa sensor, Jessi dan Bela menganguk setuju.
"Qynliu, kau dari mana saja?"
Tanya Bela pula dengan kelembutan yang menjadi ciri khas gadis manis itu.
"Setidaknya beri kami kabar!"
__ADS_1
Kesal Jessi pula ikut mengeluarkan pendapat, mendengar ketiga sahabatnya yang mengeluh, Liu tersenyum kecil pada mereka kemudian menggandeng ketiganya tanpa basa-basi menuju lantai atas.
"Aku diculik Amos"
Jujur Liu sambil kaki keempatnya terus melangkah menuju kelas, mendengar ucapan sahabat mereka barusan ketiganya melotot kearah Liu bahkan sampai berhenti melangkahkan kaki.
"What the, are you serious?"
Pekik mereka bertiga merasa tidak percaya, orang-orang menatap keempat gadis itu aneh saat mendengar suara pekikan mereka, Liu memutar mata malas dengan tingkah ketiga sahabatnya yang berekspresi berlebihan.
"Hem, sekarang aku dan Amos dalam masa percobaan, only one month, pria itu akan kembali membuat aku jatuh cinta"
"No Big No Liu, are you kidding. He already hurt you!"
Ucap Caca menggebu-gebu, dia seolah tidak terima dengan ucapan Liu karna mengingat kelakuan Amos pada sahabatnya ini dulu.
Tanya Jessi pada Liu, ketiganya menatap gadis cantik berwajah datar itu dengan serius. Liu menghela nafas berat, menatap sebuah kursi panjang yang sepertinya cukup untuk mereka berempat, kemudian dia mengajak mereka untuk duduk agar bisa lebih leluasa untuk bercerita.
Sejenak ketiganya terdiam mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir Liu saat gadis itu bercerita bagaimana dia dan Amos bisa sampai pada titik ini, dimana keduanya kembali dipertemukan bahkan Anatasya dan Bryan sudah mengetahui statusnya yang sudah menikah.
Ketiga sahabat itu tampak berkaca-kaca, rasanya iba pada nasib percintaan Liu yang tidak semanis dongeng, yang awalnya mereka tidak terima kini ketiganya ikut pasrah dan hanya bisa mendukung dan selalu ada disamping Liu saat gadis itu merasa sedih.
"Intinya jadikan yang dulu sebagai pelajaran, aku disini saat kau membutuhkanku, jadilah wanita kuat dan pantang menyerah, aku yakin kau bisa melewati ini"
Ucapan semangat dari Jessi dibalas pelukan hangat oleh Liu.
__ADS_1
"Liu keputusan ada ditanganmu, jika kau masih yakin maka pertahankan tapi jika tidak maka lepaskan, jangan mudah menaruh kepercayaan pada orang sembarangan, aku takut nanti kau kembali disakiti"
Ucap Bela pula dengan tulus dan nasihat bijak, Liu mengangguk dengan menggenggam tangan Bela sayang.
"Pria sialan itu memang merepotkan, kau harus memberi dia sedikit pelajaran agar dia kapok, jangan mudah membalas cintanya seperti dulu, kau harus jual mahal dan membuat dia kerepotan agar dia tahu berhadapan dengan siapa!!!"
Jika Jessi dan Bela memberi semangat dan nasihat, Caca si gadis bar-bar justru memberi ajaran sesat untuk sahabatnya itu, dia meyakinkan Liu dengan wajah ambisinya, ketiganya dibuat tertawa dengan ucapan Caca namun Liu menganguk setuju dengan ide Caca yang masuk akal.
Kini tidak ada suasana haru, hanya ada lelucun dari keempat sahabat itu yang membahas berbagai topik lucu, gelak tawa mereka memenuhi lorong, tidak ada yang berani menegur karna para idola kampus itu adalah wanita-wanita galak. Terutama Caca si gadis bar-bar.
Sejenak Liu melupakan masalah yang tengah dia hadapi, dia fokus bersenda gurau bersama sahabatnya yang sudah beberapa waktu tidak bertemu, dia sudah rindu saat-saat bercanda seperti ini dengan ketiganya. Hingga keempatnya terdiam saat seorang pria datang dan langsung menyapa Qynliu.
Pria timur dengan warna mata biru wajah tampan dihiasi jambang tipis yang semakin menambah kharismanya.
Karim.
"Hai Liu"
___________________
Bersambung.........
Note :
Sumpah demi apapun Author lagi ga mood banget buat nulis, lagi ga punya ide dan ga punya waktu buat mikir alur cerita, rasanya uda bosen dan mau berhenti buat cerita ini, tapi kasihan kalo Author gantungin para Readers.....
__ADS_1
Btw maaf seribu maaf ya telat update karna kaya yang Author bilang diatas lagi ga mood ngapa2in. Author tetap update kok tapi mungkin agak telat.......
Sekali lagi maaf Uda bikin kalian nunggu......