GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 104


__ADS_3

Amos perlahan menarik gagang pintu kamar Liu, dia menarik nafas sejenak kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Mata Amos langsung terkunci pada sosok wanita cantik yang tengah tertidur dengan damai, wajah polos yang benar-benar membuat jantung Amos berdetak cepat.


Amos tersenyum sendu, dia duduk tepat di samping ranjang, menatap wajah istrinya dengan lamat, wajah ayu yang begitu dia rindukan, tanpa permisi Amos melayangkan kecupan mesra pada kening Liu. Kemudian pandangan Amos jatuh pada perut rata sang istri, dia kembali tersenyum, penerusnya ada di dalam sana, Amos kecil yang dia harapkan sejak lama. Tangan Amos terurur mengelusnya dengan sayang dan penuh cinta.


"Hallo sayang, Daddy Miss You"


Ucap Amos pelan membisikkan kalimat itu di atas perut Liu, setelah itu Amos bangkit, berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan badannya lalu mengenakan Boxer yang memang sudah ada di dalam lemari.


Pria tampan dengan tubuh menggoda itu naik ke atas pembaringan, berbaring menghadap ke arah istrinya yang membelakangi, tangan Amos bergerak melingkari perut Liu dan mendekatkan wajahnya pada bahu mulus sang istri. Menghirup wangi tubuh Liu dalam-dalam sungguh sangat memabukkan.


Merasa ada tangan yang meraba perut dan menggelitik dibagian punggungnya perlahan Liu terbangun, membuka matanya dengan samar-samar kemudian gerakan cepat membalikkan tubuh dan menatap siapa gerangan yang berani menggerayangi tubuhnya di tengah malam seperti ini.


Mata Liu membola, mulutnya terdiam kaku dan menatap tak percaya sosok pria yang tengah tersenyum jahil padanya, Liu berdehem kecil, dia mencoba menyembunyikan keterkejutan namun gagal, justru tatapan rindu tak bertuan yang terpancar dari mata indahnya yang berwarna galaxy unik itu.


Amos tersenyum, seminggu lamanya satu tahun untuk Amos, merindukan wanita yang telah mengisi seluruh ruang hatinya, tangan Amos terangkat membelai wajah cantik tanpa celah itu, menatap mata indahnya dengan dalam.


"Love You"


Ucap Amos lirih, tidak mengharapkan jawaban, hanya ungkapan yang harus diutarakan dari hati terdalam. Tak disangka, senyuman tulus Liu terbit, senyuman tulus untuk pertama kali yang dia berikan pada suaminya setelah kisah cinta yang berlarut-larut tanpa arah, senyuman penuh cinta yang untuk pertama kali Amos lihat mampu membuat Pria itu terpaku dan terpesona.

__ADS_1


"Love you too"


Jawaban yang selama ini Amos tunggu-tunggu akhirnya meluncur bebas dari bibir seksi sang istri, Amos terlena bahkan hanya untuk mengeluarkan suara, dengan mata berkaca-kaca tak percaya Amos menatap dalam mata Galaxy Liu, benar-benar pancaran cinta yang membara. Liu terkikik dengan ekpresi suaminya, tangan Liu pula bergeliya membelai dada bidang suaminya dengan nakal meraba dengan sensual dan wajah malu-malu yang sangat menggemaskan.


"Really?"


Tanya Amos seolah masih tidak percaya dengan ucapan Liu barusan, Liu kembali tersenyum dan mengangguk malu-malu, menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami tercinta.


"What the hell, akhirnya.......Ya Lord akhirnya"


Pekik Amos terkejut, Pria itu bahkan sampai melotot tak percaya, tangannya dingin dengan jantung yang berdegup kencang, Amos bertanya-tanya apakah ini awal hidup yang baru, dimana bukan hanya dia yang mencintai, tapi keduanya, saling mencintai?......


Kesal Liu karna Amos yang berteriak kencang berhasil membuat Liu terkejut karna kelakuan suaminya, dia pun hendak berbalik dan membelakangi namun telat karna Amos lebih dulu menarik tubuh Liu ke dalam pelukannya, merengkuh tubuh indah sang istri dengan erat dan rasa cinta menggebu-gebu serta rasa bersyukur yang terus dia lantunkan.


"Aku mencintaimu dan anak kita, aku mencintaimu Qynliu"


Bisik Amos lirih dengan teramat bahagia, dia mengecup kepala Liu berkali-kali dibalas anggukan kecil Liu yang sudah menenggelamkan wajahnya di dada sang suami.


"Aku juga mencintai kalian"

__ADS_1


********


Pagi ini Liu sudah bersiap dengan sebuah gaun indah yang melekat sempurna pada tubuhnya, gaun berwarna putih dilapisi berlian dan juga mutiara, serta aksesoris mewah berharga fantastis, gaun yang elegant yang benar-benar cocok untuk Liu.


Walaupun merasa aneh, Liu tetap menuruti permintaan suaminya yang menginginkan Liu memakai semua pakaian ini untuk menghadiri makan malam bersama keluarga, gaun yang Liu kenakan lebih cocok untuk pengantin wanita daripada hanya untuk jamuan makan malam. Namun karna Amos ngotot ingin Liu mengenakannya akhirnya Liu pun mengalah.


Tak jauh berbeda, Amos juga mengenakan pakian serba putih, texudo putih dan sepatu kets yang semakin menunjang penampilannya, Pria itu kini benar-benar tampan, rambutnya yang berwarna blonde kini sudah tertata rapi dan siap untuk diperlihatkan, kharisma Amos begitu menarik perhatian.


Amos berdiri tepat di belakang Liu, menatap kagum istrinya dari cermin, bibir Amos terus mengeluarkan kata-kata kekaguman dan rasa syukur saat melihat Liu yang begitu sempurna untuknya.......


"Apa kau siap Nona Muda?"


Tanya Amos menggoda, dia mengulurkan lengan agar sang istri bisa menggandeng dengan mesra, Liu tersenyum malu-malu dan langsung meraih lengan Amos.


"Kau cantik sekali sayang"


Puji Amos saat keduanya keluar dari dalam Lift.


"Benarkah, terimakasih"

__ADS_1


Jawab Liu dengan senyum paksaan yang tidak disadari oleh Amos, sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal dihati Liu, sejak bangun tidur entah apa yang terjadi namun Liu seakan merasakan gelisah tanpa sebab, dia menjadi khawatir dan memiliki feeling buruk, perasaan Liu menjadi tidak tenang namun sekuat tenaga dia menutupi semua itu.


__ADS_2