
#Party To Night
#Style Qynliu
Penampilan Liu malam ini yang begitu memukau, tubuhnya yang putih sebersih susu dan lekukan indah serta tonjolan-tonjolan besar yang dapat membangkitkan gairah.
Anatasya sang Mommy memandang putri semata wayangnya dari sisi pembaringan, dia tersenyum senang melihat penampilan cantik Qynliu. Tak sia-sia rasanya mengutus para Desainer untuk membuatkan gaun yang elegant, berkali-kali mulut Anatasya berdecak kagum bangga akan kecantikan dan pesona putrinya.
"Wah, wah apa ini anak gadis Daddy?"
Bryan yang tiba-tiba datang bergabung ke kamar Liu, melihat penampilan putrinya dengan menggelengkan kepala kagum. Anatasya terkikik geli melihat wajah manyun Liu yang sangat menggemaskan.
"Sudah jangan menggodanya terus, lihat wajah itu sudah keriput, ayo kita berangkat lebih dulu"
Seru Anatasya cepat sebelum Liu semakin merajuk, Bryan tertawa mendengar ucapan istri tercintanya, dia pun mengangguk paham kemudian merangkul pinggang ramping Anatasya mesra dan menggiringnya keluar.
Liu masih terus menggerutu kesal, dia menatap penampilan didepan cermin, masih sangat malas rasanya menghadiri pesta ulangtahun anak presiden itu.
Sejenak Liu menghela nafas berat, entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak dan was-was, mengesampingkan hal itu. Liu mulai beranjak tak lupa mengunci kamar sebelum benar-benar berlalu.
Sedangkan dilain posisi.
Saat ini sosok pria tampan dengan balutan Jas Hitam menempel sempurna pada tubuh indahnya, terlihat tengah menjadi perhatian para wanita-wanita yang hadir di pesta ulang tahun putri presiden negara ini.
Wajahnya yang terlihat lebih fres dari sebelumnya, kadar tampan dan kharisma yang semakin membuat para wanita itu menjerit tertahan.
#Style Amos
__ADS_1
Amos memasang tampang datar, sorot matanya sangat dingin dan tak bersahabat, tidak ada senyuman sama sekali. Namun ketampanannya menutupi semua itu, wajah Amos seakan familiar diantara para pengusaha yang turut hadir dipesta malam ini.
Keadaan gedung mewah menjulang tinggi, didekorasi seindah mungkin, tema warna putih dan hitam yang sangat indah menjadi pilihan si pemilik pesta.
Para pengusaha dari penjuru dunia, yang mendapat undangan dari presiden sudah hadir dan memenuhi aula gedung. Sedangkan presiden sendiri sudah berdiri tegap dengan senyuman rekah dibibirnya berdiri disisi samping istri dan putri tercintanya. Ketiganya berdiri menyambut kedatangan para tamu terhormat.
"Lihat!, siapa pria itu, sepertinya tidak asing ya?"
Bisik-bisik seorang wanita, dengan kumpulan wanita lain yang menatap Amos dari kejauhan. Melihat Amos yang tengah berbincang dengan Tuan Rumah pesta yaitu presiden.
"Iya, ya ampun wajahnya tampan sekali"
Heboh wanita yang lainnya bahkan sampai mengigit bibir bawah, yang lainnya mengangguk setuju.
"Itukan Amos Bhalendra, dia CEO perusahaan terbesar dinegara XXX, ayahku menjalin kerjasama dengannya"
"Benarkah?"
Para wanita itu terus bergosip ria membicarakan sosok Amos yang masih berdiri disana didampingi sang Asst yaitu Gal.
"Hebat sekali, Nak Amos. Masih muda tapi sangat berbakat"
Puji presiden dengan menepuk pundak Amos yang sedari tadi berbincang dengannya, Amos hanya tersenyum kecil menanggapi itu. Sebenarnya Amos merasa risih dengan putri presiden yang terus mencari perhatian dan menatapnya tak berkedip.
"Anda juga sangat hebat, Tuan."
Balas Amos masih mempertahankan sikap sopan santun.
"Apa kau tahu, aku mengundang Nyonya Anatasya dan Tuan Bryan, aku berharap mereka hadir"
Celetuk Presiden itu sambil menatap kesana-kemari berharap sosok tamu spesial akan hadir dipesta malam ini. Amos membelalakkan mata mendengar itu, Nyonya Anatasya dan Tuan Bryan. Tentu saja Amos cukup kenal dengan pasangan suami istri itu yang namanya berseliweran dikalangan para pengusaha. Pasangan suami istri yang memimpin perusahaan raksasa dunia. Bukankah ini adalah kesempatan bagus untuk mencoba mendekati mereka dan mendapatkan kesempatan kerja sama perusahaan.
__ADS_1
Kasak kusuk kehadiran Anatasya dan Bryan pun juga sudah terdengar di telinga publik, para pengusaha berbondong-bondong datang hadir demi mencari kesempatan agar bisa menjalin kedekatan dengan sosok pemimpin perusahaan raksasa itu, begitupulah media baik asing maupun lokal yang sudah siap dengan atributnya dan memberi laporan terkini tentang kedatangan sepasang suami istri fenomenal itu...
Tak lama, tamu spesial yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Sosok Anatasya dan suaminya Bryan Robsont Ant datang dengan bergandengan tangan mesra, keduanya masuk kedalam aula memperlihatkan aura kepemimpinan serta wajah tampan dan cantik mereka yang tak luput dimakan waktu.
"Salam Tuan Bryan dan Nyonya Anatasya"
Seisi gedung memberikan ucapan hormat kepada keduanya sebagai sosok pemilik perusahaan paling berpengaruh, jika Anatasya membalas dengan senyum menawannya yang penuh jiwa keibuan, sangat berbanding terbalik dengan suaminya Bryan, yang hanya memasang tampang datar dan sorot mata dingin.
Keduanya berjalan beriringan menuju altar tempat berdiri Presiden dengan istri dan anak perempuannya. Presiden itu menyambut dengan senyuman kaku, bagaimanapun kekayaan keduanya jauh diatas posisinya yang hanya sebagai pemimpin negara.
"Halo Tuan Bryan dan Nyonya Anatasya, senang sekali akhirnya kalian datang"
Presiden itu merentangkan tangan, disambut baik oleh Bryan sebagai yang lebih muda. Begitupulah Anatasya yang memilih menyapa Istri presiden itu.
"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu"
Putri presiden itu tersenyum senang saat Anatasya memberikan ucapan serta pelukan hangat untuknya, dia menjadi senang sekaligus gugup. Lalu selanjutnya Bryan kembali menggandeng istrinya menjauh dan bergabung bersama tamu undangan lainnya.
Tapi sebentar, pandangan Anatasya terjatuh pada wajah sesosok pria yang tengah berbincang dengan seorang pria berjas disisi altar, wajah itu terlihat familiar, mata Anatasya seolah enggan untuk beralih sekuat tenaga mengingat wajah itu.
Saat berhasil mengingat Anatasya menjadi terlonjak, dia membulatkan mata dan menatap sosok pria itu tak percaya, Bryan yang berada disebelahnya menjadi bingung dengan reaksi aneh sang istri. Diapun mengikuti kemana arah pandangan mata istrinya.
"Bukankah itu Amos, Amos Bhalendra putra sahabatku. Suaminya Qynliu"
Bisik Anatasya ditelinga suaminya, seketika Bryan juga ikut terkejut, tapi sebisa mungkin keduanya tak menampilkan ekpresi berlebihan, malahan posisi mereka yang tengah berbisik terlihat seperti tengah bermesraan, membuat para tamu undangan lainnya menjadi tersenyum melihat mereka yang bermesraan tak kenal tempat.
"Kita harus apa?"
Tanya Bryan mengerjit menatap istrinya, sejenak Anatasya berpikir sebelum memberi ide pada suaminya.
"Sebaiknya kita tidak ikut campur, biarkan mereka. Mungkin sudah takdir"
__ADS_1
Bryan menganguk setuju, Liu sudah dewasa dan Keduanya yakin bahwa gadis itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Akhirnya mereka memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan hanya fokus pada pesta yang akan segera dimulai.