GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 120


__ADS_3

Nayana menatap penuh kagum dengan mata berkaca-kaca, melihat sekeliling Rumah atau Mansion Amos yang begitu megah dan mewah. Mansion yang memiliki beberapa lantai, dengan banyak Pelayan dan Bodyguard membuat semua yang berada di ruang keluarga itu menganga layaknya orang bodoh.


Dimulai dari saat melewati gerbang, bibir mereka tak henti mengagumi keindahan Mansion Amos dan Liu.


Seorang kepala pelayan wanita berdiri di belakang Liu dengan setia, kepala pelayan paruh baya bernama Lil. Saat Liu memberi kode dengan segera dia berpindah berdiri disisi sang Nyonya.


"Lil, tolong siapkan makan malam"


"Baik Nyonya"


Jawab Wanita itu kemudian berlalu, Liu tersenyum hangat menatap mertuanya yang juga menatapnya sayang. Kemudian Liu beranjak pindah duduk di sebelah Nayana.


"Mommy tinggallah bersama kami"


Tutur Liu menggenggam tangan mertuanya, kemudian Liu menatap Amos yang menganguk setuju. Nayana tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi Mommy tidak ingin mengganggu kalian Nak"


"Kalau begitu Mommy bisa tinggal di Mansion Amos yang berada tidak jauh dari sini"


Usul Amos membuat Liu menganguk dengan mata berbinar, Nayana menatap suami dan kedua putrinya, mereka juga menganguk setuju.


"Baiklah, terimakasih Nak, maaf sudah merepotkan"


******


Malam menyapa, setelah acara makan malam bersama anggota keluarga baru, kemudian mereka menyempatkan berkumpul di ruang keluarga untuk saling berbincang dan berbagi cerita. Sedangkan Lauren dan Chelsea, mereka tengah berjalan-jalan melihat ruangan demi ruangan yang ada di Mansion ini, tak jarang keduannya akan memotret saat menemukan tempat yang menarik.


"Daddy bisa bekerja di Perusahaan jika Daddy mau"


Tawar Amos menatap ayah sambungnya yang duduk tepat di depannya bersama sang ibu Nayana. Liu yang berada disamping suaminya juga menganguk.


"Tidak Nak, lebih baik Daddy bekerja ditempat biasa karna Daddy tidak memiliki pengalaman"


Tolaknya halus, Nayana setuju dengan perkataan Drak. Tampak Amos dan Liu berfikir mencari ide untuk pekerjaan Drak.

__ADS_1


"Bagaimana jika mengelola Restoran, Amos memiliki Restoran besar tidak jauh di ujung jalan"


Saran Liu menatap suami dan mertuanya bergantian, Amos menganguk tersenyum bangga dengan istrinya, tangan pria itu tergerak mengelus punggung Liu.


"Benar Dad, Daddy bisa mengelolanya. Nanti Asistenku yang akan mengurus semua keperluannya"


"Benarkah?, apa itu tidak terlalu berlebihan?"


"Tentu tidak, Daddy bisa bekerja kapanpun Daddy mau"


"Terimakasih Son, Daddy berhutang banyak padamu"


Ucap Drak tulus memeluk tubuh Amos.


*****


Suara kicauan burung dipagi hari membuat Liu terganggu dari tidur indahnya, perlahan mata galaxynya terbuka sempurna memancarkan aura yang begitu mematikan, pandangan Liu menghangat saat dia melihat sosok pria yang tertidur sambil memeluknya erat. Pria tampan yang mampu membuat jantung Liu terus berdebar hebat, dia menatap suaminya kemudian memberikan kecupan dipagi hari sebelum dia berlalu keluar dari kamar hanya menggunakan Lingerie seksi.


"Selamat pagi Nyonya"


Sapa para pelayan yang sudah menunggu sang Nyonya di depan pintu kamar, Liu menganguk dengan senyuman kemudian seorang kepala pelayan mendekat dan menggandeng Liu membantunya turun melewati tangga menuju dapur.


"Terimakasih Lil"


"Sama-sama Nyonya"


Ucap Liu saat Lil dengan hati-hati menuntunnya sampai ke dapur, wanita berperut buncit itu langsung berkutat dengan peralatan Dapur, membuat sarapan untuknya dan sang suami tak lupa Keluarga mertuanya yang semalam menginap di Mansion mereka. Para pelayan itu membantu, sambil mengawasi Liu agar tetap baik-baik saja.


Saat Liu sibuk menata piring di atas meja makan, dua orang gadis langsung duduk dikursi dengan gaya angkuh. Keduanya tanpa menyapa Liu langsung meneguk minuman hingga tandas, Liu hanya menggeleng dengan kelakuan mereka berbeda dengan para pelayan yang geram akan kelakuan gadis-gadis itu.


"Melihatmu pagi ini, kau memang cocok menjadi pelayan"


Celetuk Lauren menatap Liu sinis, terlihat Chelsea sang adik tertawa ikut mengejek Qynliu.


"Hey Non-...."

__ADS_1


Ucapan Pelayan Lil terhenti saat Liu memberi kode untuk diam, dia tidak terima saat kedua gadis asing itu menghina sang Nyonya.


"Cih, apa?. Kau hanya seorang pelayan di sini, jika kau berani macam-macam maka aku akan mengadukanmu pada Kak Amos, maka dia akan memecatmu"


Ancam Chelsea semakin membuat para pelayan gemas ingin memukuli gadis tidak tahu diri itu.


"Dan kau wanita miskin, lebih baik kau meninggalkan kakak kami. Kau itu tidak pantas menjadi istrinya, dia pria kaya dan tampan. Sedangkan kau hanya wanita miskin "


Hina Chelsea lagi tertawa mengejek kemudian bertos ria dengan sang kakak Lauren, keduannya memandang Liu jijik. Liu hanya tersenyum menyeringai kemudian meletakkan gelas di atas meja dengan kasar.


"Memang kalian siapa bisa mengusirku?. Kalian itu hanya adik tiri suamiku, sedangkan aku adalah istrinya, sedang mengandung keturunannya"


Balas Liu tak kalah pedas sambil menyombongkan perut buncitnya, kedua gadis itu menatap Liu kesal. Lauren bersiap akan mendekati Liu dan menjambak rambutnya, namun sebelum tangannya sampai Liu lebih dulu bergerak cepat menendang perut Lauren hingga dia terjungkal ke lantai.


"Beraninya kau"


Pekik Chelsea terkejut dengan aksi Liu, dia berlari ke arah sang kakak dan membantunya berdiri, Liu tersenyum sinis pada mereka.


"Ada apa ini?"


Tiba-tiba suara bariton mengagetkan mereka yang tengah berkelahi, Amos sudah berdiri tepat di belakang Lauren dan Chelsea. Dia memandang bingung sang istri yang terlihat kesal dan juga kedua adik tirinya yang tersungkur di lantai.


"Hiks, kakak istrimu itu sangat kejam. Dia memukuli kami hanya karna kami meminum air di atas meja, dia juga mengusir kami karna tidak menyukai kami"


"He apa kau gila?, jangan berbohong"


Sentak Liu geram, kedua wanita rubah itu sangat pintar bermain drama, mereka mengeluarkan air mata buaya dengan wajah sesedih mungkin mengadu pada Amos. Amos tampak mengerjit kemudian berjalan ke arah istrinya, melihat wajah datar Amos kedua gadis itu sangat yakin bahwa Amos percaya dan akan memarahi istrinya.


"Benarkah istriku senakal itu, tidak apa-apa, aku rasa tetap kalian yang salah karna tidak meminta ijin darinya"


Jawab Amos terkekeh kemudian memeluk manja tubuh wanitanya, dia menenggelamkan wajahnya diceruk leher Liu, menghirup wangi tubuh yang sudah menjadi candu. Qynliu ikut terkekeh sumbang menatap kedua gadis yang menatapnya tak percaya, dia melempar tatapan sinis penuh kemenangan.


"Ckkk, awas saja kau"


Umpat keduanya dan berlalu dari dapur dengan perasaan kesal, rasa tak suka pada Liu semakin diubun-ubun membuat mereka akan mulai mengatur strategi untuk mengalahkan Liu si Gadis miskin.

__ADS_1


__ADS_2