
Kini Amos dan Liu sudah berada di dalam Mobil, keduanya akan kembali pulang ke Mansion utama, sesekali Amos menatap Istrinya sambil tersenyum mengingat bagaimana raut wajah cemburu Liu saat ada wanita yang mencoba mendekatinya.
Amos meraih tangan Liu, dia menggenggamnya erat sambil mencium tangan Liu berkali-kali, pipi Liu merona dengan aksi suaminya, dia menjadi malu sendiri mengingat bagaimana buasnya dia tadi saat menghajar Lexa.
"Apa kau menginginkan sesuatu Hem?"
Tanya Amos lembut kembali mengecup tangan Liu, wanita cantik itu menggeleng kecil dengan malu-malu dan pipi chubby merah terlihat sangat menggemaskan. Amos terkekeh dibuatnya, Qynliu benar-benar cantik dan berubah drastis akhir-akhir ini, Liu semakin manja pada suaminya dan seakan tidak ingin di tinggal jauh walau sebentar, rasanya Liu terus menempel pada Amos yang membuat Amos senang bukan main.
Brakhhhhh.......
Citttt.......
Hampir, Hampir saja mobil keduanya terjun ke dalam jurang yang tinggi, Amos dengan gesit menekan rem secara mendadak, bahkan kepala Liu sudah terbentur di dashboard mobil, terlihat sedikit memar. Amos menjadi panik saat mobil mereka oleng karna di tabrak sesuatu dari arah belakang.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?"
Panik Amos, melepaskan sabuk pengaman dari tubuh Liu kemudian melihat benjolan pada kening Liu.
"I'm Fine, Shiiiitttt"
Umpat Liu, mata wanita itu tertuju ke belakang mobil, ada sebuah mobil sedan hitam yang berada di ujung jalan, sepertinya mobil itu sengaja mengikuti mereka dan menabrak mobil Liu.
Amos dan Liu keluar dari dalam mobil, tak lama Mobil itupun ambruk dan jatuh ke bawah jurang, mata Liu menatap tajam mobil yang masih terus berada di ujung jalan itu. Mobil misterius yang dengan sengaja ingin mencelakai mereka.
__ADS_1
"Apa kau mengambil senjata?"
Tanya Liu pada suaminya yang juga menatap kearah mobil di ujung sana, Amos menggeleng begitu juga Liu yang menarik nafas panjang, dia takut mereka akan dalam bahaya. Liu meraba tubuhnya, tidak ada sesuatu yang bisa diandalkan, ponselnya ikut terjatuh bersama mobil.
Amos menggenggam tangan istrinya, saat mobil itu perlahan berjalan maju dan mengarah pada mereka. Mobil itu kembali berhenti di tengah jalan.
Jangan tanyakan kendaraan yang lalu lalang, mereka benar-benar berada di tempat sepi, tidak ada satupun kendaraan yang lewat bahkan hanya ada jalan satu jalur. Yah, entah apa yang membuat mereka memilih jalan potong, keduanya hanya ingin cepat sampai ke Mansion.
Seorang Pria berbadan kekar keluar dari Mobil, tato yang memenuhi badannya terlihat menyeramkan, senjata Laras panjang sudah bergelantungan di tubuhnya, menempel dan siap membunuh musuh hanya dengan sekali tarikan pelatuk. Pria itu jalan memutari mobil, membukakan pintu penumpang hingga seseorang wanita paruhbaya yang sangat familiar keluar dari mobil dengan wajah penuh percaya diri.
"Hallo Putraku, dan emmmm, menantu"
Ucap Wanita paruhbaya itu, Liu dan Amos membelalak saat melihat wanita paruhbaya yang turun dari mobil yang sengaja menabrak mobil mereka. Liu menatap suaminya seakan tidak percayalah dengan siapa yang dia lihat, mata Amos menyorot tajam penuh kebencian.
"Kau!!!!, di mana putraku ha?"
Masih ingat Sima, ya dia adalah mantan ibu tiri Amos Bhalendra, istri dari Axel Young dan ibu dari putranya yang kini berada di tahanan bawah tanah TZX. Yang sudah bertahun-tahun menjadi peliharaan dan bahan siksaan Liu.
Liu tersenyum lebar, setelah sekian lama Sima kembali muncul ke hadapan mereka setelah terakhir kali pertengkaran Tuan Ham dan Sima yang pada saat itu Tuan Ham mengusir Sima dari rumahnya......
"Hallo Sima, ternyata kau sudah mengetahui siapa aku"
"Dasar wanita iblis, kembalikan putraku, atau aku akan membunuhmu!!"
__ADS_1
Teriak Sima lagi dengan amarah, jelas Sima mengenali identitas asli Qynliu, karna Liu adalah keturunan musuh dari Amius Young, mantan ketua TZX sebelum Anatasya mengalahkannya. Jangan kira Sima menghilang, dia hanya bersembunyi dan mencari tahu keberadaan Putrannya setelah di culik oleh TZX.
"Hei beraninya kau membentak istriku"
Bentak Amos tak terima, dia ingin berjalan maju dan menghampiri Sima tapi sudah lebih dulu di tahan oleh sang istri.
"Bunuh mereka berdua"
"Baik nyonya"
Pria berbadan kekar itu berjalan maju kearah Liu dan Amos, dia mencoba menyerang Amos lebih dulu dengan pukulan bertubi-tubi, tapi berkat latihan beberapa waktu lalu bersama Mafiso TZX Amos dengan mudah menghindar dan membalas pukulan balik.
Liu tak tinggal diam, melihat suaminya bertarung dengan pria itu membuat Liu memberi serangan tak kalah mengerikan, beberapa jurus bela diri dia keluarkan membuat pria itu kewalahan dan perlahan tumbang di tangan suami istri itu.
Melihat anak buahnya dengan mudah di kalahkan Sima mengeram kesal, dia juga menjadi gugup saat melihat Liu yang berjalan mendekat kearahnya dengan tatapan mengerikan. Sima meraih sebuah pistol dari saku belakang dan mengarahkannya kearah Liu.....
"Jangan mendekat!!!"
"Jika kau menembakku, aku pastikan kau akan tinggal nama, suamiku itu sangat mengerikan saat dia marah"
Ucap Liu menantang, Sima menjadi panik, dia melihat anak buahnya yang benar sudah terkapar tak berdaya, ternyata dia salah tak tik, Liu tak semudah itu untuk di kalahkan.
"Aku tidak perduli"
__ADS_1
DOR........
"Qynliu"