GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 101


__ADS_3

Pekik Amos kaget, dia menatap syok dengan jantung yang hampir copot dari tempatnya, pandangan Amos tiba-tiba menjadi buram, dia melihat sang istri tercinta tergeletak di tanah dengan darah bercucuran dari lengannya. Emosi Amos naik sampai ke ubun-ubun, kewarasannya menghilang saat melihat keadaan wanita yang dia cintai, pandangan Amos beralih pada Sima yang akan melarikan diri. Dengan aura pembunuhnya, Amos menarik salah satu senjata dari tubuh pria itu, berjalan ke arah mobil Sima dan mulai melayangkan tembakan bertubi-tubi.


Sima menjerit takut dan berusaha meloloskan diri, tapi tidak berhasil, berkat tembakan n


nmmm kali dia membunuh orang dengan cara mengerikan, dan yang dia bunuh adalah Sima, orang yang sangat dia benci.


Tapi tunggu sebentar, Amos berlari ke arah istrinya, mata Amos membelalak, kakinya melemas bahkan dia hampir pingsan saat melihat keadaan Liu, Wanita cantik itu sudah tidak sadarkan diri, wajahnya memucat karna kehilangan banyak darah pada lengannya. Dengan tubuh bergetar, bahkan mulut Amos tak kuat mengucapkan sepatah kata. Dia berlari kearah pria itu, dia meraba dan mencari ponsel pria itu.


"Kalian datanglah ke sini, segera!"


Teriak Amos semakin panik setelah menghubungi seseorang menggunakan ponsel tadi, Amos melempar asal ponsel itu, dengan berlari menghampiri istrinya. Jantung Amos semakin berdenyut dan terasa nyeri tak kuat melihat wanita yang dia cintai.


"Qynliu, Li-Liu, aku mohon sadarlah"


Karna tidak sabar menunggu dan takut hal buruk terjadi pada istrinya, Amos tanpa pikir panjang lagi mengangkat Liu ke atas gendongannya dan membawa Liu berlari di atas jalan tanpa mengenakan alas kaki.


Kaki Amos terasa berdarah dan sangat sakit, batu-batu krikil dan juga jalan yang panas berhasil melukai kakinya, tapi dia tidak perduli, justru baju miliknya dia buka untuk menutupi kepala istrinya agar tidak kepanasan.


"Prince, Princess"


Tiba-tiba ada beberapa mobil yang melintas di jalan dan langsung menghampiri Amos yang terlihat panik terus menggendong istrinya. Ternyata itu Mafiso yang tadi sempat Amos hubungi.


"Bodoh, kalian sangat lama!"

__ADS_1


*********


"Bagaimana keadaan Liu, apa yang terjadi?"


Serempak mereka berhasil mengagetkan Amos yang duduk termenung di lantai tepat depan pintu ruangan Liu ditangani. Dengan susah payah Amos bangkit dari duduknya, keadaan Amos tampak menyedihkan, Pria itu terlihat frustasi karna kejadian tadi yang menimpa mereka hingga membuat Liu terkena tembakan dan sekarang berada di ruang medis Markas.


Seluruh anggota keluarga besar datang bersama pasangan mereka masing-masing, setelah tadi sampai dan Liu tengah dipersiksa, Amos langsung menghubungi Anatasya mengenai keadaan yang dialami istrinya.


"Tadi saat dalam perjalanan pulang, kami dihadang oleh Sima, mobil kami terjun ke jurang dan setelah beberapa kali serangan aku lalai menjaga istriku hingga peluru itu menenai lengannya"


"Sima, siapa itu Sima?, Beraninya melukai putriku"


Bentak Bryan tak terima, wajah pria parubayah itu terlihat sangat murka membuat anggota keluarga lainnya menjadi ketakutan.


"Daddy?"


Kaget Amos menyadari keberadaan sang Daddy diantar seluruh anggota keluarga Liu, Tuan Ham. Pria paruhbaya itu pun terlihat tak segan berbicara dengan mertuanya.


Ya, Amos memang mengundang dan menyuruh sang Daddy agar datang menemuinya untuk ajakan makan malam bersama anggota keluarga Lowhen Robsont, tidak diduga ternyata Tuan Ham datang lebih cepat bahkan bisa langsung bertemu dengan kedua mertuanya.


"Kurang ajar, aku akan membunuhnya!"


Kesal Alex kakak Anatasya atau Paman Qynliu, anggota keluarga lainnya pun mengangguk setuju, membunuh seseorang bukanlah sebuah hal rumit, itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka yang memang sudah terbiasa dengan kehidupan Mafia.

__ADS_1


"Tidak Uncle, aku sudah membunuhnya"


Jawab Amos dengan suara lirih, pandangan mata pria itu tertuju pada pintu ruangan Liu, dia berharap saat Dokter keluar dan akan memberikan kabar baik. Para anggota keluarga pun memilih duduk di kursi yang memang telah disediakan oleh beberapa Mafiso, sambil menunggu Dokter kepercayaan yang juga Mafiso keluar dari dalam ruangan.


Sampai akhirnya Dokter itu keluar dengan perlahan dan menutup pintu sepelan mungkin, para anggota keluarga pun langsung berdiri dan bersiap menanyakan keadaan Qynliu.


"Salam Lady, Salam King"


Ucapnya dulu memberi penghormatan dengan membungkukkan badan, Anatasya menjawab dengan anggukan dan mendesak jawaban bagaimana keadaan putrinya itu.


"Princess baik-baik saja, lukanya tidak terlalu dalam dan aku sudah menjahit serta membersihkan lukanya. Princess hanya syok karna diawal kehamilan Ibu Hamil memang sangat sensitif"


"Apa?, Hamil?"


Pekik semua orang bersamaan yang membuat Dokter itu terkaget bahkan hampir terjungkal kebelakang, Dokter tampan itu mengelus dadanya sambil menggelengkan kepala karna kelakuan mereka.


"Hamil katamu?,apa itu benar?"


Desak Amos pula, dia mencengkeram bahwa Dokter itu sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan raut wajah berbinar dan mata berkaca-kaca.


"Benar Prince, maaf sebelumnya jika kalian belum mengetahui, Princess memang tengah mengandung dengan usia kehamilan dua Minggu"


Mendengar itu Amos rasanya ingin pingsan sangking senangnya dengan kabar baik ini, dengan tidak sopan air matanya menetes haru di depan orang-orang yang juga bersorak bahagia. Apalagi Anatasya dan Bryan yang langsung berpelukan mesra tak sabar rasanya menimang cucu tercinta.

__ADS_1


*************


__ADS_2