GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 69


__ADS_3

Qynliu sekarang tengah berada di dalam mobil mewahnya, mengendarai mobil menuju kampus tempat dia menempuh pendidikan.


Kacamata hitam yang bertengger indah menutupi matanya, dan juga Dres sexsi pasbody yang melekat sempurna pada tubuhnya begitu sangat memukau, tak heran dia diberi julukan Putri kecantikan kampus, tatapan matanya yang menyorot kelam dan penuh misteri, serta wajahnya yang selalu datar membuat sebuah teka teki besar.


Dikampus ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui identitas Liu yang penuh misteri, selain para sahabatnya Jessi, Rebecca, dan Isabella.


Saat mobil mewah Liu terparkir indah diparkiran, banyak pasang mata yang mengarah kearahnya. Kaki jenjang itu menepak lantai, mata indahnya yang tertutup kaca mata, dan angin sepoi-sepoi menggoyangkan gaun Qynliu, kaki Liu mulai melangkah yakin memasuki halaman kampus, beberapa mahasiswa/i terus memerhatikannya bahkan mengambil fotonya secara diam-diam. Liu sepertinya cukup populer, jangan lupakan raut wajah datar itu membuat orang-orang tak berani memandanginya.


"Hai, Liu."


Sapa seorang pria bernama Karim Abdullah, pria tampan dengan jambang halus khas orang tanah suci. Fashionnya yang modern serta luges berbahasa negara kelahiran Qynliu semakin menambah karismatik.


Siapa tak kenal Karim dikampus ternama dan nomor satu ini, Karim adalah sosok pria tampan nan cerdas, berkuliah bermodalkan prestasi yang sudah diakui, walaupun berasal dari keluarga pebisnis dan orang paling berpengaruh dinegaranya. Tetap saja, kepintaran seorang Karim menjadi prioritas dimata orang-orang.


Matanya yang indah berwarna biru laut terang, hidung mancungnya yang menawan, rahang tegas berbentuk sempurna. Tak lupa tubuh indah idaman para wanita. Pria itu mensejajarkan langkah kaki dengan Qynliu, gadis itu tak balas menyapa masih terus melangkah dan mengabaikan sosok Karim.


"Hari ini kau memakai wangi parfum yang lebih kuat"


Ucap Karim lagi berusaha membuka percakapan, lamat-lamat menatap wajah cantik sang Primadona kampus. Qynliu menghela nafas, menghentikan langkah kakinya dan berbalik kearah Karim. Tangan Liu terangkat membuka kacamata hitamnya. Karim menjadi salah tingkah saat kedua bola mata Liu menatapnya aneh namun pria itu memasang wajah cool.


"Dimana etikamu, mengganggu wanita bersuami, sepertiku?"

__ADS_1


Ucapan Liu begitu dingin, tidak ada ketukan nada ramah didalamnya. Bahkan ekpresinya sama sekali tidak bermain, masih terus datar dan datar. Karim menggeleng dengan kekehan lucu seolah perkataan Liu mengandung lulucon.


"Alasan itu tidak cukup bagus untuk menghindariku"


Jawab Karim santai, sama sekali tidak merasa takut dengan Qynliu yang selalu bersikap dingin kepada semua orang kecuali keluarga. Mata Karim bahkan menjadi semakin Liar, memandang wajah Liu yang tanpa celah penuh kekaguman.


Tanpa memperdulikan balasan pria tampan itu, Qynliu berbalik kembali melangkah menuju ruangan kelasnya. Namun, kali ini langkah kaki Liu sedikit cepat, bermaksud menghindari sosok pria yang selama ini berusaha mendekatinya. Karim mendesah kesal, saat tidak dapat mengejar Liu, keduanya berpisah ditikungan, ruangan Karim berbeda dengan Liu.


"Ada apa?"


Tanya Jessi merasa aneh dengan raut wajah Liu yang baru memasuki kelas terlihat kesal, Liu mengangkat bahu acuh seolah enggan menjelaskan, ketiganya saling pandang. Bela, Caca, dan Jessi dibuat bingung oleh Liu.


"Biar ku tebak, pasti Karim?"


"Hei bodoh, ayolah. Karim terlalu tampan untuk diabaikan"


Ucap Caca dengan tersenyum mengejek, lalu bertos ria dengan Jessi. Liu hanya diam menahan kesal. Dia merebahkan kepala diatas meja dan menutup mata rapat-rapat.


"I Will Married"


Tiba-tiba ucapan Jessi membuat kaget Bela, Caca dan Liu. Liu dengan cepat menegakkan kembali tubuhnya dan menatap penuh tanya kearah Jessi yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"What?"


Pekik ketiganya serempak, menatap Jessi dengan melotot. Sedangkan yang ditatap tengah tersenyum malu-malu, sambil mengeluh perutnya, pipi gadis itu merona. Semakin menimbulkan tanda tanya besar pada ketiga sahabatnya.


"Seorang pria yang memesanku, menanam benih disini, ternyata dia sengaja melakukan itu karna memang sudah mencintaiku sejak lama. Tapi, aku tidak peka. Dia berjanji akan menikahiku, dan menerima semua masalaluku, aku juga berjanji akan berhenti menjadi *******. Sekarang baby berusia delapan Minggu"


Jelas Jessi dengan tersenyum senang, matanya berkaca-kaca menatap ketiga gadis itu bergantian, mengelus perutnya dengan sayang. Ketiganya menjadi terharu mendengar itu, mereka mengangguk bersamaan kemudian berpelukan Teletubbies.


"Hallo Baby, ini Aunty cantik Caca"


Seru Caca semangat mengelus perut rata Jessi, membuat gadis cantik berkulit eksotis itu tersenyum geli. Bela tak mau kalah dia juga mengelus perut Jessi dan memperkenalkan diri pada si jabang bayi.


"Selamat, sehat terus dan semoga semua lancar sampai persalinan. Aku bahagia untukmu"


Seru Qynliu dengan tulus menatap lembut Jessi dengan suara merdunya, dia mengelus perut Jessi namun pandangan mata Liu penuh kesedihan, senyum yang dia tampilkan pun penuh luka.


"Suatu saat nanti, saat statusmu jelas. Kau juga akan memilikinya, seperti kata pepatah, jika jodoh takkan kemana"


Nasihat Jessi penuh sayang, menggenggam tangan Qynliu. Gadis itu hanya mampu mengangguk dengan senyum paksaan.


"Semoga kita akan terus begini, walau nanti diusia senja"

__ADS_1


Heboh Bela yang matanya sudah berkaca-kaca, dia menarik kuat ketiga sahabatnya untuk kembali berpelukan. Keempatnya tertawa bersama dan saling memberi dukungan tak lupa melempar doa untuk kebahagiaan mereka suatu saat nanti.......


***********


__ADS_2