GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 29


__ADS_3

Qynliu menggeliat dari tidurnya,menikmati kasur super empuk yang sudah lama tidak dia rasakan,memang Bed ditempat Amos tak kalah empuk hanya saja terlalu kecil.


Mata Liu tersenyum hangat,wajah tampan nan polos dari King TZX menjadi pemandangan indah dipagi hari.


Kakaknya itu masih tertidur dengan memeluk erat tubuh Liu,tidurnya damai sekali. Liu beranjak melepaskan rengkuhan Sean dengan sangat perlahan,memasang kimono pada lingerinya lalu berjalan keluar kamar tak lupa mengikat rambut asal dan memasang Soflent untuk menutupi warna mata aslinya.


"Selamat pagi Nona Muda" Sapa para pelayan dengan seragam serempak,mereka menunduk hormat saat melihat Liu keluar dari kamar. Liu mengangguk kemudian berjalan kearah sofa ruang tengah.


"Grandpa sudah bangun?"Tanya Liu tangannya mengambil segelas susu yang sudah disiapkan pelayan diatas nampan. Seorang pelayan maju berdiri disamping Liu.


"Tuan Grandpa Felix sudah bangun dari tadi Nona Muda,sekarang Tuan tengah keluar berjalan-jalan disekitar hotel " Jawab Pelayan itu dengan suara sesopan mungkin...


"Andreaz dimana?"Tanya Liu menatap pelayan wanita itu.


"Tuan Andreaz diberi tugas oleh Nyonya untuk selalu mengawal Tuan Grandpa Felix"


"Ha baguslah"


"Baby" Sean datang dari arah kamar, dia langsung menuju kearah Liu yang tengah tersenyum,pria itu kembali memeluk manja tubuh adiknya menyembunyikan wajah tampan itu didalam ceruk leher Liu.


"Kalian pergilah"Usir Sean pada para pelayan yang berjumlah sekitar dua puluh orang. Semua pelayan itu mengangguk kemudian permisi dan berlalu,tinggallah Sean dan Liu saja yang tengah duduk menonton televisi dengan masing-masing segelas susu .


"Jadi selama ini kau tinggal dimana?"Tanya Sean santai menatap Liu,dia harus mengintrogasi adiknya ini karna semalam mereka tidak punya waktu. Liu menatap Sean nanar inilah yang dia takutkan,tapi sebisa mungkin dia memasang ekspresi biasa tidak mencurigakan.

__ADS_1


"Seperti perkataan ku diawal Kak,aku akan tinggal dirumah kecil dan bersekolah disekolah sederhana" Jawab Liu dengan jujur,pria itu mengangguk mata elangnya menatap Liu mencari-cari kebohongan pada adiknya.


"Lalu sampai sekarang apa semua sesuai keinginanmu?"Suara Sean terdengar lembut namun begitu tegas. Liu menelan ludahnya kasar,ingin sekali dia mengadu bahwa semua tidak semua keinginan,ditambah keluarga dari suaminya itu selalu menjahatinya. Tapi tidak mungkin,rencana Liu untuk membuat Amos bertekuk lutut pasti bisa hancur.


"I-iya semua sesuai keinginan" Jawab Liu dengan senyuman palsu,dia menenggelamkan wajah pada dada bidang Sean agar pria itu tidak dapat membaca mimik wajahnya. Sean tersenyum hangat tangannya mengusap lembut bahu mulus Liu dia menyusupkan tangannya kedalam kimono itu,keduanya sama-sama terdiam menikmati waktu kebersamaan mereka sebagai kakak dan adik.


"Wah Princess dan Prince sudah bangun" Terdengar suara Felix yang baru memasuki apartemen dan langsung bergabung bersama cucu-cucunya.


"Pagi Grandpa"


Cup.


"Pagi Grandpa"


Cup.


"Pagi juga" Balas Felix memberi kecupan juga dikening keduanya. Terlihat Andreaz yang baru memasuki ruang tengah meletakkan secangkir kopi hitam didepan Felix.


"Minumannya Tuan,selamat pagi King, selamat pagi Princess" Sapa Andreaz dengan membungkuk hormat,Felix dan Liu membalas dengan senyuman tidak Sean yang selalu berwajah datar persis Bryan.......


"Selagi Andreaz masih disini,kakak sudah memutuskan untuk saat ini dia akan menjadi Bodyguard shadowmu,Asst dan keempat sahabatmu juga Minggu depan akan sampai disini,kakak ingin mereka membantumu dalam mengurus anak cabang Robsont yang ada disini,dan satu lagi akan ada misi besar mendatang yang membuatmu membutuhkan Andreaz"


Jelas Sean panjang lebar dengan suara beratnya yang begitu tegas. Liu mendengar dengan seksama,dia sedikit mendesah kesal,kenapa harus ada kerjaan dikantor anak cabang ini, takutnya nanti Amos bisa curiga. Tapi apa boleh buat memang siapa yang bisa menentang keputusan King peneruz TZX itu selain kedua orang tua mereka.....

__ADS_1


"Baik King saya bersedia"


"Iya kak" Jawab Liu dengan tidak semangat


"Dan Liu,kakak dan Grandpa tidak bisa lama disini,siang ini kami akan kembali ke L.A,jadi kakak harap kau bisa jaga diri,satu lagi semua harus sesuai keinginanmu,pagi ini kakak ada meeting dengan beberapa perusahaan untuk membahas tender yang akan diselenggarakan tahun mendatang oleh AN'T Corp" Sean kembali memberi arahan. Liu hanya mampu mengangguk, Andreaz pamit akan keluar,sedangkan Felix juga pamit kedalam kamarnya untuk beristirahat.....


"Ramai sekali" Guman Liu menatap kedasar paling bawah apartemen dari balkon kamar.


"Kau tahu saja,kakakmu ini selain tampan juga sangat terkenal" Sean memeluk tubuh molek itu dari belakang,ikut menatap kemana arah mata Liu memandang. Liu terkekeh dibuatnya lalu mulutnya sibuk menyesap susu,dengan pandangan masih kearah bawah.


Dimana disana para wartawan tengah berlomba-lomba dalam mendapatkan informasi,tentang kedatangan Sean pengusaha dua perusahaan sukses dunia. Kedatangannya kenegara ini begitu menggemparkan, dikarenakan perjalanan bisnis terbuka,dan akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pengusaha terkemuka di negara ini.


"Kakak mandilah,aku akan menyiapkan pakaian kakak dan juga sarapan" Seru Liu mengalungkan tangan pada leher Sean dengan gaya genitnya seperti lagak sang Mommy....


"Melihatmu seperti ini membuat kakak ingin mengurungmu saja didalam kamar,dan memelukmu sampai besok" Sean mencolek dagu adik kesayangnnya itu tangan sebelah mengelus sensual pinggang Liu.Gadis itu tertawa keras Sean memang pandai dalam menggoda.


"Aku akan mengadukannya dengan Mommy, seperti dulu kakak mengunciku didalam lemari,hanya karna takut Kak Jerald menciumku" Ledek Liu. Sean memberi cengiran kembali teringat akan masa kecil mereka....


"Heuuum aku jadi merindukan Kak Jerald yang tampan dan manis" Liu bersembunyi didalam ceruk leher Sean. Pria itu tampak cemberut.


"Jerald itu tidak tampan,dia jelek" seru Sean tidak terima Liu mengangungkan Jerald sepupu mereka anak dari Elle dan Maxim. Liu kembali tertawa,dia meraba rahang tegas Sean kemudian menjulurkan lidah dengan manja.


"Tidak usah cempuru kakakku yang tampan,tenang saja masalah posesif kau nomor satu" Ledek Liu tertawa terbahak-bahak menggandeng tangan Sean menuju kamar,mendorong punggung pria itu masuk kamar mandi kemudian Liu sibuk memilah pakaian yang akan dikenakan Sean dalam meeting nanti.

__ADS_1


__ADS_2