
Pagi menyapa, sepasang suami istri yang masih berpelukan diatas ranjang hangat mereka sama sekali tidak merasa terusik dengan suara kicauan burung dan cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah dinding.
Karna begitu lelah dengan pertempuran hebat kemarin yang memakan waktu berjam-jam lamanya namun dihadiahi dengan kenikmatan tiada duanya, Liu bahkan sama sekali tidak terusik saat Amos mulai membuka mata dan bergerak meregangkan otot-otot...
Wajah Amos pagi ini setelah sekian lama kembali berseri-seri layaknya mendapat segepok harta karun, pria itu tersenyum melihat wajah polos istrinya yang tertidur begitu nyenyak diatas tubuhnya, dia membelai wajah cantik itu, memberi kecupan manis dikening dan dilanjutkan kecupan hangat dibibir. Setelah itu dengan begitu perlahan Amos mengangkat Liu turun dari tubuhnya, dia membaringkan Qynliu diatas ranjang dengan hati-hati.
Liu sama sekali tidak bergerak, hanya dengkuran halus yang sekali-kali keluar dari bibir mungilnya, pula membuat Amos terkekeh kecil.
Cup....
"Aku mencintaimu Qynliu"
Ucap Amos dan sebuah kecupan hangat mendarat di kening Liu sebelum dia berlalu ke kamar mandi, di dalam kamar mandi Amos terus saja senyum-senyum sendiri mengingat pergumulan panas mereka semalam, dia meraba bibirnya, betapa nakalnya bibir tipisnya ini semalam terus saja bergeliya ditubuh indah sang istri. Lalu Amos kembali tersenyum sambil menggeleng saat melihat juniornya.
"Kau bekerja keras kemarin"
Bangga Amos sambil menatap juniornya, setelah selesai dengan ritual mandi, pria itu pun keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk yang menutupi area paling inti dari tubuhnya. Sejenak Amos kembali menatap Liu diatas ranjang, gadis itu masih tertidur dengan pulas, ah betapa senangnya Amos bisa kembali bersatu dengan Liu, kembali melihat wajah gadis itu sesuka hati dan bisa memeluknya kapanpun dia mau.....
Amos memeriksa beberapa pakaian didalam lemari berukuran besar yang sudah disiapkan oleh Gal, dia mencomot sebuah Boxer dan memakainya. Hanya Boxer, lalu pria itu berlalu dari kamar dan menuju dapur.
Amos berencana akan membuat sarapan untuk Liu, Amos tahu pasti setelah pergumulan panas mereka kemarin tenaga Liu habis terkuras, dan sudah dipastikan gadis itu akan kelaparan saat dia bangun dari tidur.
Burger dan Pasta yang menjadi menu masakan Amos, pria itu dengan lihai mulai menyiapkan bahan lalu memotongnya rapi dan mulai mengolah masakan.
Sedangkan di dalam kamar. Liu mulai terbangun, gadis itu melengguh, dan perlahan membuka matanya, tubuhnya terasa sangat lelah. Mata Liu terbuka sempurna, dia memandang kesegala arah, mencoba mengingat kejadian kemarin dimana pertengkaran antara dia dan Amos. Mata Liu membelalak kala mengingat adegan kemarin, dia menyibak selimut dan hampir pingsan saat mendapati dia tak mengenakan sehelai benangpun.
__ADS_1
Mata Liu melotot kearah sprai yang terdapat cairan merah yang sudah mengering, darah seketika mendidih sampai keubun-ubun, kabut amarah langsung menerjang dan membuat Liu ingin menumpahkan lahar panas pada si pelaku. Siapa lagi jika bukan Amos.
Pintu kamar terbuka, Liu langsung memandang sosok pria yang muncul dari balik pintu dengan nampan berisi makanan ditangannya. Kemarahan langsung menggebu-gebu pada diri Liu, dia melempar sebuah mantal kearah pria itu.
Pranggggg
Bantal itu mengenai nampan dan membuat semua isi dari nampan itu berserakan dilantai, susu dan makanan buatan Amos terjatuh dan berhamburan dilantai tak berbentuk, dia menatap Liu yang juga tengah menatapnya dari atas pembaringan dengan melotot.
"Kau sudah bangun sayang?"
Tanya Amos memberikan cengiran kuda, dia mengabaikan kejadian barusan dan memilih mendekat kearah Liu yang masih saja melotot.
"Kenapa kau melakukan ini, ha?"
"Awww"
Bentak Qynliu geram, dengan mata nyalang menap suaminya itu, Qynliu juga melayangkan pukulan dibahu Amos membuat Pria itu meringis.
"Ckk kau kejam sekali sayang"
Keluh Amos tanpa merasa bersalah sedikitpun, Liu semakin dibuat naik pitam, dia rasanya sudah bersiap akan membunuh Amos. Namun, baru saja bergerak sedikit dia sudah merasakan sakit yang sangat hebat pada daerah kewanitaannya, membuat gadis itu meringis dan mengurungkan niat.
Amos menjadi panik melihat Liu yang kesakitan, pria itu mendekat dan mencoba menyentuh bahu Liu namun Liu terus menepis tangannya.
"Kau pikir ini lelucun ha, kau pikir ini sepele, kau sudah merusak hidupku Amos. Apa kau gila?"
__ADS_1
Teriak Liu murka, seketika mengeluarkan kekesalan yang sudah mengembun sampai keubun-ubun, dia menatap suaminya itu dengan mata melotot bulat namun sedikit berkaca-kaca karna rasanya Liu ingin menangis saat mengetahui bahwa kesuciannya telah hilang direnggut oleh Amos, pria yang dulu bahkan sempat menolak cintanya.
"Iya aku gila, kau benar aku gila. Ini semua karnamu Qynliu, aku tergila-gila padamu sampai bahkan nekat berbuat seperti ini. Apa kau sadar, setelah membuatku jatuh cinta padamu lalu kau pergi menghilang bak ditelan bumi"
Bentak Amos balik, mengeluarkan semua kegundahan hatinya selama beberapa tahun belakangan ini, mengeluarkan rasa tersiksanya dia akan bayang-bayang Qynliu, perasaan dan status Liu yang masih menjadi istrinya......
Liu terkekeh sumbang diatas pembaringan, selimut tebal berwarna putih itu dia apit diantara kedua ketiaknya untuk menutupi daerah tubuhnya yang polos, mata gadis itu kini telah menumpahkan cairan bening, dia menatap Amos yang tampak frustasi berdiri disisi ranjang. Ada rasa kasihan, tapi rasa kesal lebih mendominasi saat kejadian kemarin.....
"Cinta katamu, Hiksss, kau kejam Amos, kau yang menolakku lalu sekarang memaksaku. Ceraikan aku, ceraikan, aku membencimu Amos"
"Liu aku mohon jangan seperti ini, kita bisa memulai dari awal. Katakan bahwa kau masih mencintaiku."
"Aku mohon ceraikan aku, lepaskan aku, aku tidak akan meminta pertanggungjawaban, aku anggap ini sebagai bayaran pernikahan kita"
Liu menangis sesegukan diatas ranjang, wajah gadis itu teramat frustasi dia menatap Amos dengan mata sayunya, membuat pria itu terus menarik rambut kepalanya sendiri karna merasa pusing akan ucapan Liu yang terus meminta cerai.
"Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu, kau hanya milikku Liu, milikku, katakan bahwa kau masih mencintaiku seperti dulu!"
Plakkkkk
___________
Bersambung......
Eps 80 nya kita skip, di tolak platform terus, author nyerah deh jadi langsung buat Bab 81. Tapi ada beberapa member yang uda baca eps 80, karna Author kiriminin lewat Wa, gratissssss
__ADS_1