
*********
Liu melangkah masuk ke dalam perkarangan rumah, kaki jenjangnya terus melangkah menuju pintu utama. Perlahan meraih gagang pintu dan sedikit mendorong.....
Gelap gulita, tidak ada lampu yang menyala juga tidak ada pergerakan sama sekali.
"Qynliu"
Suara lirih berat terdengar dari ambang pintu sebelah kamar Liu, gadis itu melirik sedikit terkejut namun sedetik kemudian dia kembali memasang wajah datar......
Masih dengan menatap sesosok pria yang sudah menjadi mertuanya itu, Liu melangkah mendekat sambil merogoh sesuatu di dalam hodienya.
"A-apa ini?"
Gugup Tuan Ham menatap telapak tangannya, sebuah kamera Liu letakkan disana. Tuan Ham mendongak menatap tubuh Liu dari atas kebawah, fokusnya tertuju pada bercak merah yang mengotori wajah serta pakaian Liu.
Bau anyir begitu menusuk hidungnya. Kakinya sedikit bergetar merasa ngeri melihat penampilan Liu. Ditambah wajah datar Liu yang menyimpan sejuta misteri.
"Temui aku besok di kantor cabang AN'T Crop yang ada di negara ini"
Tuan Ham mengangguk pelan walau merasa ragu dengan perkataan menantunya itu, perlahan Liu kembali melangkah memasuki kamarnya meninggalkan Tuan Ham yang masih penasaran akan kamera yang tadi Liu berikan.
Skip pagi hari......
__ADS_1
Pagi ini Liu sudah bersiap dengan pakaian sexsinya, MiniSkirt+Tanktop crop dibalut oleh sweeter tipis transparan tak lupa sepatu dan tas yang semakin menunjang penampilan berkelasnya. Rambut yang sanggul tinggi memaerkan leher putih mulus yang sangat menggoda.
Ketika Liu turun kebawah semua perhatian yang tengah duduk di meja makan itu teralih padanya, menatap lekat dengan mulut terbuka bahkan mata tak berkedip. Sedangkan mata Liu hanya tertuju pada suaminya, Liu tersenyum miring, Amos dengan bodoh membuka mulut menatapnya lekat seperti tengah terpesona.
Sedangkan Lexa, wanita itu terlihat memasang wajah kesal matanya sinis kearah Liu, penuh akan kebencian.....
"Baiklah aku akan pergi, jangan pernah menyesal dengan perkataanmu itu"
Semuanya mengalihkan perhatian kearah suara pekikan Sima dari ujung tangga.
Wanita paruhbaya yang berlinang air mata itu, berjalan tergesa-gesa menuruni tangga. Sedangkan Tuan Ham yang berada diujung tangga tengah menghela nafas berat, menatap punggung istrinya yang mulai menjauh. Sima melewati para penghuni rumah tanpa sepatah katapun menuju pintu keluar, koper berukuran besar ditangannya dia seret dengan kasar.
Semua hanya mampu terdiam, menyaksikan pertengkaran pasangan suami istri paruhbaya didepan mereka. Tidak ada yang berani berkutik, termasuk Amos dan Keyndra yang menjadi anak dari Tuan Ham. Liu menatap kearah mertuanya itu. Tuan Ham balas menatap dengan anggukan kecil untuk Liu, membuat gadis cantik itu tersenyum kecil....
Ajak Qynliu memberi kode, semua menatap bingung untuk kali pertama Liu bersikap ramah dan tersenyum tulus pada Tuan Ham. Ham mengangguk kemudian berjalan menuju meja makan, ikut bergabung bersama yang lainnya.....
Semua menyelesaikan sarapannya dalam keheningan tidak ada yang bertegur sapa, tidak ada perbincangan hanya ada lirik melirik antara Keyndra dan Amos yang seolah sangat terpikat dengan penampilan Liu, terutama Amos pria itu berkali-kali menelan Salivanya karna syahwat kembali terpanggil🤭.
Liu bersikap tidak perduli, tapi bukan berarti tidak senang diperhatikan oleh suaminya, hanya saja sekarang Liu harus bersabar dan fokus akan tujuannya, waktunya tinggal hari ini dan besok, menjadi penentuan akan lanjut atau stop dengan Amos.
Semalam Liu memberikan kamera pada Ham, bukan hanya beirisi Video syur Lexa,namun juga terdapat semua bukti kejahatan Sima dan anaknya Agio,mulai dari menyiksa dan berbuat kasar pada Keyndra dan juga bahwa Sima dulu yang merencanakan akan kepergian istri pertamanya. Ibu dari Amos dan Keyndra.
Maksud Liu memberikan bukti itu adalah untuk mendapat dukungan dari Ham, entah kenapa Liu merasa yakin dengan Ham, terbukti tanpa harus dijelaskan panjang lebar Ham percaya akan video yang diperlihatkannya tidak seperti Amos yang selalu menyanggah.
__ADS_1
"Jadi kau itu sebenarnya?"
Gugup Ham tak percaya menatap Liu yang tengah duduk santai diatas meja kerjanya, gadis itu dengan santai mengangguk memberi senyuman tipis pada Ham yang tampak terkejut.
"No-nona muda Qynliu"
Gugup Ham lagi dengan suara lirih, kakinya melemas seketika, kehilangan banyak tenaga setelah mengetahui sebuah rahasia besar menantunya itu.
"Berdirah Dad, sekarang kau itu mertuaku"
Liu dengan tulus membantu Ham berdiri, menggiring pria pria itu menuju sofa mendudukkannya disana.
"Kenapa kau tidak jujur nak?"
Lirih Ham menatap wajah Qynliu, gadis itu menggeleng dengan senyuman.
"Ini semua accident Dad, bukan aku yang merencanakan, tapi Tuhan. Tapi yang perlu kau tahu, sekarang aku tengah berjuang mendapatkan hati suamiku"
Jelas Liu dengan mata sendu, Ham menatap Liu tak percaya, bahkan rasanya seperti mimpi bisa berdekatan dengan seorang anak pemilik dua perusahaan raksasa dunia. Yang jelas,Liu sekarang adalah menantunya.
"Daddy akan membantumu Nak, Lexa itu memang tidak pantas menjadi Istri Amos"
Seru Ham menggebu-gebu setelah mengetahui kebusukan Lexa membuat Ham sangat tidak suka dengan menantunya satu itu. Ingin sekali dia mengusir Lexa seperti Sima, tapi jika rumah tangga Amos dia tidak boleh terlalu ikut campur.
__ADS_1