GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 116


__ADS_3

"Hiksss aku pusing, aku ingin mual Hiksss"


"Iya sayang, jangan menangis itu tidak baik untuk anak-anak, kemarilah!"


"Tidak mau!"


Tolak Liu dengan tangisan, astaga Amos ingin berteriak rasanya saat Istrinya itu tidak berhenti menangis dan menangis, hal apapun akan membuatnya menangis tersedu-sedu, tidak ada ubah seperti saat Anatasya ibu mertuanya itu tengah hamil sang istri, Bryan menceritakan pada menantunya bahwa dulu Anatasya juga selalu menangis dan menjadi wanita yang teramat cengeng.


Seperti saat ini, Amos dan Liu sedang berada di dalam pesawat pribadi milik Amos, keduanya akan berangkat menuju tempat atau negara Nayana ibu dari Amos, seperti janjinya bahwa setelah hasil cek kandungan Liu keluar mereka akan langsung terbang untuk bertemu Nayana.


Liu sedari tadi menangis karna dia merasa pusing berada di pesawat, cuaca yang sedikit buruk, angin yang lumayan kencang membuat pesawat sedikit bergoyang, Amos terus membujuk istrinya agar mau tidur agar kepalanya tidak pusing lagi, tapi justru Liu menangis sambil berdiri menatap suaminya, dengan perut buncit dilapisi baju longgar khusus ibu hamil membuat Liu benar-benar menggemaskan.


Amos menghela nafas, dia berdiri dari duduknya dan langsung merengkuh Qynliu, mencoba menenangkan Liu dengan mengelus punggungnya berulang kali, namun sama sekali tidak berhasil, Liu justru masih terus menangis.


"Sayang astaga, jika kau terus menangis, maka petir akan datang dan menyambar kita"


Bledukkkk


Tiba-tiba suara petir menggelegar di atas langit membuat Amos dan Liu terkejut setengah mati, Amos melotot tidak percaya bahwa petir benar-benar akan datang. Qynliu ketakutan, dia bersembunyi diceruk leher suaminya dan terus minta gendong, tanpa pikir panjang Amos mengangkat istrinya menuju kamar yang memang tersedia untuk mereka di dalam pesawat, dengan perlahan Amos meletakkan tubuh Liu di atas ranjang kemudian dia ikut naik kepembaringan, memeluk istrinya dengan sayang sampai wanita bunting itu tertidur dengan nyenyak.


Tok....tok...tok...


Ketukan dari luar pintu kamar berhasil membangunkan Liu, wanita cantik itu menyibak selimut dan langsung turun dari ranjang, dia menatap suaminya yang tertidur nyenyak bertelanjang dada, kemudian Liu membukakan pintu kamar.


Seorang wanita tak lain adalah pramugari atau pelayan khusus pesawat pribadi milik Amos yang berpakaian rapi berdiri di depan pintu dengan senyuman ramahnya.


"Selamat Sore Nyonya Amos, maaf menganggu waktu anda, kita sudah sampai di negara XX"


Jelas pelayan itu, Liu menganguk sambil menutup mulutnya karna menguap.

__ADS_1


"Aku akan membangunkan suamiku"


"Baik Nyonya, kami akan berada di luar siap untuk melayani anda"


"Terimakasih"


Balas Liu tak kalah ramah, dia kembali menutup pintu dan berjalan ke arah suaminya yang masih tertidur dengan damai.


"Sayang, wake up kita sudah sampai"


Seru Liu membelai lembut rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang menggoda.


Eughhhh


Suara leguhan Amos meregangkan otot-otot, saat membuka mata pria itu langsung tersenyum lebar saat melihat bidadari cantiknya itu tengah menatapnya penuh cinta, dia meraih tangan Liu yang berada dipipinya kemudian dia kecup berkali-kali.


"Apa kita sudah sampai?"


"Tentu, dia pasti akan menyukai istriku yang cantik ini, jika anaknya saja bisa kenapa ibunya tidak, ayo bersiap-siap sayang"


"Okay Hubby"


''''''''''''''"""'


Liu merasakan Amos tengah menggenggam tangannya begitu erat, raut wajah pria itu juga tampak pias dan gemetaran, pandangan Amos lurus ke depan karna fokus pada kendali mobil, Liu menatap suaminya sendu, dia paham bahwa Amos tengah gelisah memikirkan pertemuannya untuk pertama kali setelah sekian lama berpisah dengan sang ibu, wajah Amos tampak pucat, Qynliu menjadi kasihan pada suaminya.


Tangan Liu bergerak merangkul lengan Amos, sangking gugupnya bahkan Amos sampai tidak menyadari, mereka sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan ke rumah Nayana Ibu Amos, tanpa ditemani para Bodyguard, hanya mereka berdua.


Cup.

__ADS_1


Tiba-tiba Liu mengecup bibir Amos sekilas, membuat Pria itu terkejut dan langsung menatap istrinya, Amos tersenyum saat melihat wajah malu-malu Liu, kegelisahan sedikit berkurang saat menatap wajah cantik itu.


"Tenanglah sayang, pasti Mommy sangat bangga denganmu, sekarang kau sudah menjadi pria sukses dan berhasil menghamiliku bahkan Dua bayi sekaligus"


Dengan Liu menunjukkan angka dua menggunakan jarinya di depan wajah Amos, pria itu seketika tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan dan kata aneh istrinya, dia menggeleng tak habis fikir dengan Liu.


"Oho, kau benar istriku, mommy pasti lebih bangga jika jumlah baby nya bertambah dua"


"Big No, kau lihat ini saja belum keluar"


"No Problem Beib, ayolah kita harus membuatnya lagi itu sangat menyenangkan"


"Ckkk Amos, kau mesum sekali"


"Hahaha, coba rasakan sayang dia sudah berdiri dan akan mematuk, ayo berikan pijatan supaya lebih rileks"


"Amos!!!!"


Pekik Liu melotot tak percaya, suaminya memang benar-benar mesum, Amos menarik telapak tangan Liu dan membawanya ke arah gundukan celananya yang terasa membengkak, kemudian menggesekkan tangan Liu di sana, Liu langsung menarik tangannya.


"Hemmm sayang, aku mengerti, tidak boleh tangan berarti kau ingin melakukannya seperti memakan es krim kan?"


"Tidak, itu tidak benar"


"Lalu yang suka merabanya saat kita tengah bertempur itu siapa, aku juga ingat bagaimana junior ini masuk ke mulutnya"


"Ihhh Amos kau menyebalkan"


Hahahaha

__ADS_1


"Kenapa kau sangat menggemaskan Hem?"


__ADS_2