GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 114


__ADS_3

Bleessssss


Suara katana yang dengan cepat memotong kulit dan daging hingga terpisah menjadi dua, Lexa yang melihat itu memekik dan menjerit takut, wanita itu berteriak histeris saat melihat potongan kepala yang menggelinding di lantai.


Hahahaha


Amos tertawa keras melihat reaksi mantan istrinya itu, melihat Lexa yang tersiksa fisik dan batin membuat Amos puas dengan rasa Dendamnya, dia ingin terus menyiksa Lexa sampai wanita murahan itu benar-benar merasakan penderitaan Dunia.


"Apa kau lihat Lexa?, pria menjijikan ini sekarang sudah tidak memiliki kepala"


Tanya Amos terkekeh, Lexa menangis dan berteriak, dia sudah seperti orang gila yang tak tentu arah. Lexa memekik dan terus menyumpahi mantan suaminya.


"Kau gila Amos, kau pria gila"


"Ckkk mulutmu itu ingin dijihat ha?


"Anoy bawakan aku Jarum dan benang!"


Sambung Amos memerintah, Anoy menganguk dan langsung keluar dari ruangan Lexa memerintahkan Mafiso yang berjaga di depan pintu untuk membawakan Jarum dan Benang.


Tidak butuh waktu lama kedua benda yang sudah menyatu itu kini sudah berada di telapak tangan Prince Amos, Amos tertawa tidak sabar ingin langsung merombak bibir Lexa. Lexa menggeleng takut, dia berusaha terus menggoyangkan tubuhnya agar bisa terlepas namun semua itu sia-sia.


Brughhhhh


"Mafiso!"


Panggil Amos, kedua pria berbadan kekar itu langsung memegangi tubuh Lexa yang sudah terlentang di lantai setelah Anoy menekan tombol untuk melepaskan rantai yang menggantung tubuh Lexa.


Lexa memberontak, dia ketakutan saat melihat Amos mendekat dengan tertawa keras sambil memegang Jarum di tangan.

__ADS_1


"Arghhhhh aku mohon jangan"


Teriak Lexa meraung meminta ampun, Anoy dengan keras menjambak rambut Lexa hingga wanita itu mendongak, wajahnya tepat di depan wajah Amos. Amos berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Lexa, tangannya bergerak mengatupkan bibir Lexa kemudian mulai menanamkan jarum dari bibir atas menembus bibir bawah.


Lexa hanya mampu merintih dan menangis kesakitan, saat jarum itu menembus kulitnya, diikuti benang yang tertarik merapatkan kedua bibirnya.


Amos bergantian menusukkan jarum, dari atas menuju bawah dengan tidak beraturan, benang tebal pun sudah mulai merapat dan menutupi bibir Lexa sampai ujung, hingga Amos pun memberi simbol ikatan dan melepaskan benang itu. Bibir Lexa terkatup rapat, dia sudah tidak bisa menjerit dan meminta tolong, semakin dia menggerakkan bibirnya maka rasa sakit semakin menyerang, dia hanya mampu menangis dan bersujut di bawah kaki Amos.


"Sekarang lebih baik"


Ucap Amos, kemudian pria itu berjalan dengan senang keluar dari ruangan Eksekusi, dia meninggalkan Lexa seorang diri setelah kembali menggantungkan nya pada rantai.


Drtttttt......Drtttttt


Ponsel yang berada pada saku celana Amos berbunyi, dengan sigap dia mengambil ponsel dan seketika senyuman cerah terbit dibibir seksinya saat melihat nama siapa yang tertera sebagai penelepon.


"Halo sayang"


"Sayang kau di mana?"


Tanya Qynliu dengan suara cemprengnya yang terdengar jelas ditelinga Amos.


"Aku di Markas sayang, ada apa?"


"Hemmm, aku sudah sangat lelah menunggumu disini"


"Astaga, maafkan aku sayang, aku lupa menjemputmu"


Panik Amos melihat jam tangannya, ternyata jam sudah lewat dari waktunya menjemput sang istri tercinta dari kampus. Terdengar helaan nafas Liu dari seberang sana membuat Amos merasa bersalah, diapun langsung memberi kode pada Anoy agar menyiapkan mobil.

__ADS_1


"Aku akan segera ke sana"


Tut......


Panggilan terputus karna Liu memutuskan secara sepihak yang membuat Amos semakin khawatir dengan keadaan istrinya, Amos berlari keluar dari Markas dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu melesatkan mobilnya membelah jalan.


Terlihat seorang wanita cantik yang mengenakan Jeans hitam panjang dengan atasan seksi, Tanktop merah muda tali spaghetti yang memamerkan bahu dan lehernya, Highhils yang tidak terlalu tinggi dan rambut sebahunya yang dibiarkan terurai indah. Wanita itu berdiri tepat di depan gerbang kampus, wajahnya terlihat cemberut dengan mata berkaca-kaca yang hampir meneteskan cairan bening.


"Hiksss, disini sangat panas"


Ucap Liu diiringi air mata yang sudah membasahi pipi chubbynya, wanita itu masih berdiri sambil melihat-lihat jalan, sesekali tangannya tergerak untuk menghapus air mata, wanita cantik itu sangat lucu dia seperti seorang anak yang tengah tersesat.


Tak lama sebuah sedan hitam berhenti tepat di depannya, sosok seorang pria tampan keluar dengan terburu-buru, pria itu tampak terkejut saat melihatnya yang menangis, pria yang mengenakan celana hitam kantoran dipadukan kameja putih yang tidak di kancing sepenuhnya memarkan dada bidangnya yang seksi.


Pria itu tanpa basa-basi langsung memeluk Qynliu, membuat wanita itu kembali menangis sesegukan.


"Maaf sayang sudah membuatmu menunggu"


Seru pria itu yang tak lain adalah Amos, Liu tak menjawab dia hanya terus menangis.


"Hiksss, Hiksss kau tahu di sini sangat panas"


Adunya dengan wajah menggemaskan, Amos mengangguk kemudian mengecup pipi sang istri berkali-kali, dia mengucapkan kata maaf lalu menganggkat Liu ke atas gendongannya, membawa wanita itu masuk ke dalam mobil.


"Aku sudah menunggumu, Hiksss, lima belas menit"


Ucap Liu lagi sesegukan di atas pangkuan sang suami, Amos kembali menganguk dan mengucapkan kata maaf, dia membawa kepala Liu agar bersender di dada bidangnya dan pria itu mulai melesatkan mobil menjauh dari perkarangan kampus.


"Sayang, apa kau menginginkan sesuatu?"

__ADS_1


Tanya Amos mengelus pucuk kepala Liu, tidak ada jawaban dari wanita itu, kemudian Amos mendengar dengkuran halus dan dia melihat bahwa istrinya itu sudah tertidur nyenyak dipangkuannya, Amos terkikik geli, sekarang Liu benar-benar menjadi wanita manja, semenjak kehamilannya Liu begitu berubah drastis, dia sama sekali tidak ingin jauh dari Amos, setiap malam selalu memeluk suaminya dan menghirup wangi tubuhnya.


Amos pun tak berhenti memberi belaian pada punggung dan kepala Liu agar ibu hamil itu semakin merasa nyaman, Amos juga sengaja membawa mobil dengan pelan agar tidur sang istri tidak terganggu, dia bahkan mengambil jalan pintas yang sepi supaya suara bising klakson kendaraan tidak menggangu tidur nyenyak istrinya.


__ADS_2