
Malam ini, sekelompok anggota keluarga kecil tengah berkumpul di meja makan, hidangan yang menggugah selera mengingatkan Amos pada masa kecilnya.
Wajah Nayana tampak berseri-seri, meletakkan semangkuk pangsit dan pasta tepat di depan kedua putranya. Untuk pertama kali setelah sekian lama, Nayana kembali memasak hidangan kesukaan Amos dan Keyndra.
Dengan perut besarnya yang sedikit membuat Liu kesusahan bergerak, dia bangkit dari duduknya untuk menyeduh makan sang suami tercinta, Amos tersenyum manis menerima piring dari istrinya.
"Terimakasih sayang"
Ucap Amos dengan penuh cinta, Liu menganguk kecil malu-malu membuat kedua parubayah menggeleng dengan kelakuan suami istri itu.
Tidak dengan kedua saudara yang mengenakan pakaian super seksi, Lauren Dan Chelsea, wajah keduanya merenggut kesal karna merasa cemburu pada Liu. Saat pertama bertemu Amos dan Keyndra mereka sudah jatuh hati pada saudara tiri mereka. Wajah tampan Amos serta statusnya sebagai seorang CEO, begitupulah Keyndra dengan gaya keren dan wajah tampan yang memikat jiwa.
"Oke, Daddy akan memimpin Doa"
Ucap seorang paruhbaya yang bernama Drak tak lain adalah suami kedua Nayana, ayah dari Lauren dan Chelsea. Semuanya menganguk setuju, kemudian mulai berdoa bersama dan diakhiri makan bersama.
Hingga kini mereka kembali berkumpul di ruang keluarga yang sederhana namun cukup lebar untuk menampung tujuh orang di dalamnya. Liu dan Amos duduk disofa yang sama hanya muat untuk dua orang, kemudian ada Nayana dan Dark juga duduk disofa yang juga menampung dua orang, tak lupa Keyndra duduk si sofa singgle dan dua gadis lainnya duduk disofa yang lain.
Kedua gadis itu sedari tadi tak lelah terus mencuri pandang pada Amos dan Keyndra, keduannya berusaha mencari perhatian para pria tampan. Sedangkan Liu yang merasa suaminya dipandang oleh wanita lain hanya bisa menahan kesal di dalam hati.
"Lalu kakak ipar, kapan keponakanku akan lahir?"
Tanya Keyndra menatap perut buncit Liu.
"Bayi-bayi kami akan lahir beberapa bulan lagi"
Jawab Amos cepat sambil terus mengelus perut besar Qynliu.
"Bayi-bayi?"
Bingung Dark begitupulah yang lainnya, Qynliu menganguk dengan tersenyum kecil.
"Iya Dad, tepatnya Baby Twins"
"What"
Pekik Nayana dan Dark heboh saat mendengar ucapan Liu, keduannya menatap tak percaya dengan wajah sumringah, Dark tersenyum lebar pada Amos seolah merasa bangga pada putra sambungnya itu.
"Wah, kau sangat hebat Son"
__ADS_1
Puji Dark membuat Amos hanya menyeringai dengan wajah bangga, tidak dengan Liu yang langsung bersemu. Nayana langsung mendekati menantunya itu kemudian mengelus sayang perut Liu.
"Sehat-sehat cucu Grandma, semoga menjadi anak baik dan pintar"
Doa Nayana dengan mata berkaca-kaca, Keyndra tersenyum menepuk bahu saudaranya, dia bahagia atas Amos dan Liu, Keyndra sudah melupakan perasaan lamanya pada sang kakak ipar kini digantikan dengan rasa sayang sebagai saudara.
"Hem, sudah waktunya tidur sayang"
Perbincangan mereka tercela saat Amos tiba-tiba mengingatkan Liu saat wanita hamil itu tengah fokus bercerita dengan mertuanya, Qynliu menatap suaminya dengan kesal karna telah mengganggu gosip ria bersama mertua.
"Aku belum mengantuk"
Tolak Liu dengan merajuk, Amos menggeleng tidak setuju.
"No, ayo tidur, lihat jam berapa?. Begadang tidak baik untuk ibu hamil"
Tegas Amos membuat Liu menunduk pasrah, semuanya dibuat kagum dengan perlakuan Amos pada Istrinya, bagaimana pria itu sangat perhatian dan juga selalu siaga. Berbeda dengan Lauren dan Chelsea yang lagi-lagi merasa iri dengan Liu.
"Mommy, Daddy. Liu tidur duluan ya, Good night all"
"Malam juga putri cantik Mommy"
Liu berucap dengan raut wajah sedih karna masih ingin berkumpul dengan mereka, terutama Nayana, dia masih ingin mendengar cerita Nayana tentang masa kecil Suaminya Amos.
"Sayang, aku ingin tidur dengan Mommy"
Pinta Liu sebelum mereka berlalu, Amos mengerjit kemudian kembali menggeleng, tentu dia tida setuju, mana mungkin dia bisa tidur jika tidak memeluk tubuh istrinya, pasti Amos akan merasa kedinginan dan juga tidak bisa tidur.
"Tidak"
Tolak Amos mentah-mentah, hal itu langsung membuat Liu mengerucutkan bibirnya, dia menatap Amos dengan kecewa, entah kenapa dia sangat ingin bersama Nayana, wanita itu benar-benar lembut dan menyayanginya membuat Liu betah karna merasakan bahwa Nayana persis sang Mommy Anatasya.
"Hiksss sayang, aku ingin bersama Mommy"
Semuanya dibuat terkejut saat melihat Liu yang langsung menangis hanya karna ingin bersama Nayana, terutama Keyndra yang terkejut dengan sikap Liu yang berubah drastis sejak dulu masa-masa mereka sekolah. Nayana dan Drak dibuat tak tega melihat Liu, mereka langsung mendekati Liu dan mencoba menenangkannya, Drak mencoba memberi tahu Amos dan memberi pria itu pengertian. Bahwa Ibu Hamil memang menginginkan hal-hal aneh.
"Baiklah-baiklah, cukup sayang jangan menangis, kau ingin bersama Mommy maka malam ini aku akan tidur bersama Daddy Drak"
Pasrah Amos memeluk Liu, wanita itu menganguk kemudian langsung melepaskan pelukan mereka dan mendekati Nayana, ingin rasanya marah tapi Amos tidak sanggup melihat istrinya yang akan menangis tanpa henti.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan tengah malam, tapi Amos pria itu masih membuka matanya dengan lebar, berkali-kali dia mencoba tidur namun tidak berhasil, Amos merasa frustasi dia membutuhkan pelukan hangat Liu. Sejenak Amos menatap Drak yang sudah tertidur dengan damai. Amos pun bangkit dari atas ranjang mencari-cari bajunya dan mengenakannya kemudian beranjak keluar dari kamar.
Amos berjalan menuju kamar sebelah tempat di mana Nayana dan Liu berada, rumah mereka benar-benar dalam keadaan gelap gulita membuat Amos meraba-raba dinding untuk sampai pada tujuan.
Krieeeet.
Amos mendorong pintu lalu masuk ke dalam kamar dengan perlahan, seperti seorang pencuri. tiba-tiba lampu menyala dan memperlihatkan istrinya yang tengah tertidur dengan damai di atas pembaringan.
Brughhhhh
"Dasar pencuri, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu menantuku"
"Mom, mommy stop. Ini aku Amos"
Ucap Amos berusaha menghindari amukan Nayana, wanita paruhbaya itu terus memukulinya dengan guling dari arah belakang, seketika Nayana berhenti dan terkejut saat melihat wajah putranya.
"Oh my Son, maafkan Mommy"
Ucap Nayana menyesal, dia melempar guling dan langsung memeluk putranya dengan sayang, dibalas pula Amos dengan penuh cinta dan juga kekehan.
"Ini salah Amos, mommy tidak perlu meminta maaf"
"Apa yang kau lakukan malam-malam begini, kau menginginkan sesuatu Nak?"
Tanya Nayana menatap putranya, Amos seketika menampilkan wajah malu dia langsung menggaruk lehernya tidak gatal.
"Aku tidak bisa tidur"
Jawab Amos dengan pelan, takut akan menggangu tidur Liu. Nayana tersenyum geli sambil menatap menantunya yang tengah tertidur bergantian menatap Amos, kemudian Nayana mengelus lengan kekar putranya itu.
"Hahaha Mommy mengerti, Selamat malam Putraku"
Cup......
"Malam Mom"
Cup.....
Balas Amos mengecup sayang kening Nayana sebelum wanita itu berlalu keluar dari kamar, Amos langsung mengunci pintu dan dengan semangat menghampiri Liu yang masih tertidur dengan lingerie seksinya, tubuh Liu yang putih mulus sangat terlihat jelas, tonjolannya yang menggoda serta perut buncitnya yang semakin menggairahkan membuat Amos menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
Amos bergerak naik ke atas pembaringan, membawa Liu ke dalam pelukannya dan menghirup dalam wangi tubuh istrinya yang memabukkan dan menenangkan.......