GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 119


__ADS_3

"Mommy ayo ikutlah bersama kami"


"Tapi Nak, Mommy tidak ingin merepotkan kalian"


"Pergilah sayang, biar aku dan anak-anak yang menjaga rumah"


Ucap Drak menyuruh istrinya agar mengikuti ajakan Amos dan Liu pergi menemui orang tua Liu, atau besannya sendiri, Amos juga mengajak Nayana ke L.A karna ingin menunjukkan perusahaannya yang selama ini dia hasilkan dengan keringat sendiri.


"Daddy juga harus ikut, kalau bisa mulai sekarang pindah saja ke L.A"


Saran Liu membuat Drak terkekeh dengan ucapan menantunya, berbeda dengan Lauren dan Chelsea yang langsung membelalak setuju, mereka membayangkan akan tinggal di rumah mewah Amos dan akan menjadi orang kaya.


"Tidak bisa, Nak. Daddy harus bekerja di sini"


"Ayolah Dad, masalah pekerjaan itu tanggung jawab Amos nantinya"


Mendengar ucapan Anak sambungnya, Drak langsung saling menatap dengan Nayana seolah tengah berkompromi tentang keputusan mereka.


"Hem baiklah Nak, Mommy juga sangat ingin bertemu dengan Besan Mommy"


Seru Nayana seolah perasaannya memang sangat ingin bertemu dengan orang tua Qynliu. Amos dan Liu menganguk senang, begitupulah Lauren dan Chelsea yang bersorak senang karna akan pindah ke negara lain. Untuk pertama kali kedua gadis itu akhirnya bisa bepergian menggunakan pesawat.


"Keyndra, kau ingin ikut atau langsung menuju asramamu?"


Tanya Amos menatap adik semata wayangnya, Keyndra tampak berfikir dan menimang-nimang. Nayana tetap berada di sebelah Keyndra mengelus lembut lengan Putrannya.


"Aku harus kembali ke Asrama, tidak lama lagi kami akan ujian Semester"


"Baiklah, belajar dengan giat dan jangan mengecewakanku"


Petuah Amos diangguki hormat oleh Keyndra, karna selama ini yang menanggung seluruh kehidupan Ham dan Keyndra adalah Amos, pria itu selalu memberi keduanya fasilitas dan juga kehidupan yang layak dengan hasil kerja kerasnya.


"Bersiap-siaplah siang ini kita akan berangkat"


"Tapi Mommy belum menyiapkan banyak pakaian Nak"


"Ambil beberapa saja Mom, sisanya kita beli di L.A"


"Kyaaaaa senangnya"

__ADS_1


Lauren dan Chelsea kembali memekik heboh, mereka sudah membayangkan akan menjadi orang kaya dan berbelanja sesuka hati. Mereka juga bisa dengan bebas menyombongkan Amos yang seorang pengusaha terkenal dunia sebagai kakak mereka. Keduanya menatap Liu remeh, mereka merasa bangga dan akan merebut semua milik Liu, mereka akan menyusun rencana untuk membuat Amos berpisah dengan Liu dan nantinya kedua gadis itu ikut dalam mengatur harta kekayaan Amos. dan Liu, pasti nanti wanita itu akan menjadi gelandangan setelah berpisah dengan suaminya.


Liu tidak menanggapi tatapan sinis kedua iparnya, dia lebih memilih berjalan bersama Nayana menuju kamar dan membantu mertuanya untuk siap-siap.


"Pasti Mommymu sangat cantik"


Celetuk Nayana sambil tangannya sibuk merapikan beberapa pakaian ke dalam koper, Qynliu yang duduk di atas ranjang juga menyusun pakaian hanya terkekeh sambil mengangguk.


"Mommy memang sangat cantik, seperti Mommy Naya, dia juga sangat lembut dan penuh perhatian"


"Mommy tidak meragukannya, lihatlah dirimu, wanita cantik yang sangat baik pasti dididik dengan sangat hati-hati. Betapa beruntungnya Mommy memiliki menantu sepertimu"


Suara Nayana begitu lembut, membelai pucuk kepala Liu dengan sayang, dia benar-benar tak teralihkan dengan wajah cantik menantunya, pantas saja putra sulungnya itu begitu tergila-gila dengan istrinya. Qynliu adalah wanita jelmaan Dewi. Mendengar pujian Nayana, Liu tersenyum lebar dan langsung memeluk mertuanya. Nayana dibuat terkekeh dengan tingkah manja Liu.


"Dulu Mommy punya sahabat yang sangat cantik sepertimu, dia baik dan memiliki suara merdu. Wajahnya terlihat sepertimu, tatapannya teduh dan selalu lemah lembut, namun dia kuat, suka berkelahi dan sangat pemberani"


Nayana membayangkan dengan senyum-senyum mengingat masa kecilnya yang indah, Liu mengerjit merasa penasaran.


"Lalu dia di mana Mom?"


"Entahlah, kami terpisah, waktu itu Mommy sudah harus menikah dengan pria kaya yaitu ayahnya Amos dan Keyndra, dia membawa Mommy pergi jauh, dan sampai sekarang kami belum pernah bertemu kembali"


Nayana hanya tersenyum cantik mendengar ucapan menantunya, kemudian mereka kembali sibuk merapikan beberapa barang-barang dan dikemas ke dalam koper.


*********


Beberapa jam telah berlalu, satu keluarga itu telah sampai di negara tujuan mereka. Semuanya beranjak turun dari pesawat dibantu dengan beberapa pelayan dan bodyguard Amos.


Mata mereka langsung di manjakan dengan keadaan Bandara pribadi milik Amos ini, beberapa pesawat berjejer, dan semua pesawat itu adalah milik Amos. Mereka kembali dibuat takjub dengan kehadiran banyaknya pengawal dan juga pelayan yang berbaris rapi menyambut mereka.


"Salam Tuan muda dan Nona muda"


Serempak mereka semua saat kaki Amos dan Liu menepak aspal lapangan. Amos menganguk sebagai jawaban, kemudian para pelayan itu langsung mendekati mereka membantu membawa barang-barang dan memindahkannya ke dalam mobil..


Para pria bersenjata dengan seragam serba hitam itu berfokus hanya pada keselamatan Liu seorang, disetiap Liu melangkah maka mereka akan mengikutinya, mengelilinginya dan mengawasi dengan mata elang. Amos sengaja memberi perintah pada bawahannya dan juga Mafiso agar istri dan calon anaknya selalu aman terkendali.


"Salam Tuan Muda, Nona Muda Tuan dan Nyonya"


Sapa Gal yang sudah menunggu mereka di dekat mobil, Qynliu menganguk dengan senyuman sedang-kan Amos hanya dengan deheman.

__ADS_1


"Mom, Dad. Ini Gal Asisten pribadiku"


"Hallo Nak"


Sapa Nayana dan Drak bersamaan, membuat Gal kembali menunduk hormat. Sedangkan kedua saudara yang berada di belakang layaknya penguntit hanya bisa menganga dengan bodoh sedari tadi, mereka terkagum-kagum dengan pelayanan yang ada di sini, belum lagi wajah-wajah tampan para anak buah Amos yang membuat mereka memekik tertahan.


"Home"


Satu kata yang keluar dari mulut Amos saat mereka sudah di dalam mobil dengan Gal sebagai supir, sedangkan yang lainnya sudah berada di dalam mobil yang lain. Amos semobil dengan istrinya..


"Gal apa semua baik-baik saja saat kami pergi, kenapa Mommy menjadi jarang menghubungiku?"


Tanya Liu menatap Gal serius, Liu membiarkan suaminya yang tengah sibuk bermain di lehernya.


"Semua baik-baik saja Nona, Nyonya Besar sedang melakukan peluncuran senjata terbaru di markas, aku Rasa Lady dan King benar-benar sibuk"


"Lalu apa mereka sudah mengetahui kehadiran Mommy Naya dan Daddy Drak?"


"Sudah Nona Muda, aku sudah memberi kabar pada Nyonya, nanti mereka akan memberi undangan makan malam bersama anggota keluarga lainnya"


"Hemm baiklah"


Jawab Liu dengan nafas memburu, sedangkan Gal yang berada di depan mereka hanya bisa mengutuk kelakuan bos nya di dalam hati, dia tidak berani menoleh ke belakang, karna Bos mesumnya itu tengah menggerayangi tubuh istrinya.


"Am-Amos, ini di dalam mobil"


Suara Liu yang terdengar menahan *******, dia mendorong tangan suaminya yang semakin nakal dan tak terkendali, Amos berdecak kesal, dia sudah tidak bisa menahan nafsunya yang sudah menggelora, semenjak mereka di rumah Nayana,Amos sama sekali tidak menyentuh istrinya itu, dan dia sudah sangat merindukan aktifitas panas mereka.


Sreeetttt


Amos menarik tirai yang berada di depan keduannya, tirai diantara kursi pengemudi dan penumpang, tirai di belakang kepala Gal itu sudah tertutup sempurna sehingga Gal sama sekali tidak dapat melihat aktifitas mereka di belakang sana.


"Damn"


Umpat Gal yang sudah menebak apa yang akan Bos nya itu lakukan di belakang, diapun menyalakan musik dengan suara besar sehingga nantinya suara-suara aneh tidak memenuhi pikirannya.


"Mphhhhhh"


Suara ******* Liu yang melengguh saat bibir Amos terus menyerangnya dengan brutal, pria itu memutar kepalanya dan mengubah sedikit duduknya agar menghadap kearah sang istri. Dia menahan tengkuk Liu dan menekannya agar ciuman mereka semakin dalam, Amos melum*at dengan lembut, mengabsen setiap rongga mulut Qynliu.

__ADS_1


__ADS_2