GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 42


__ADS_3

"Kak Jerald" Jerald menggiring adik sepupunya itu menuju sofa,dengan Liu masih berada diatas pangkuan....


"Kakak sudah bertemu dengan Caca dan Bela?"Tanya Liu,Jerald mengangguk membenarkan sedikit anak rambut yang menghalang wajah cantik Liu.


"Tinggal kau seorang saja"


Kedua adik kakak sepupu itu terus berbincang,Liu memanfaatkan kedatangan Jerald untuk bermanja-manja,hubungan keduanya dapat dibilang cukup erat,Jerald bercerita tentang kedatangannya yang memang utama untuk bertemu ketiga saudari sepupu lainnya.


Liu jugak tak kalah dalam bercerita,dengan semangat dia bercerita tentang hari-hari yang dia jalani di negara asing ini tapi tidak mengungkap rahasia besarnya tentang hubungannya dengan Amos dan seperti apa kelakuan keluarga mereka itu.......


Hingga malam menyapa Liu benar-benar dengan perkataanya,malam ini dia tidak pulang ke rumah Amos,dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama sahabat dan kakak sepupunya itu,makan malam di salah satu restoran termewah di negara ini, kemudian tidur bersama Jerald dihotel meluapkan rasa rindu mereka sebagai sosok saudara........


Sore ini Liu masih berada di kamarnya,sibuk memolesi wajah cantiknya dengan masker dingin,gadis cantik dan sexsi itu terlihat sangat bahagia sesekali bibir mungilnya mengeluarkan senandung kecil yang merdu.....


"Ehem"


Hampir saja liu terlonjak kaget saat tiba-tiba mendengar suara deheman berat dari arah belakang,dengan cepat mata indah yang sudah di balut Soflen itu memutar kearah belakang,alangkah terkejutnya Liu saat melihat suaminya Amos sudah berdiri di belakang sana dengan wajah innocent.

__ADS_1


"Apa?"Ketus Liu merasa kesal, karna acara senang-senangnya merasa terganggu. Amos terdengar menghela nafas berat untuk menghilangkan kegugupannya agar Liu tidak curiga dan nanti akan meledeknya.


Sudah satu jam lebih Amos berdiri di ambang pintu,memerhatikan kegiatan Liu yang terlihat menyenangkan,bibir Amos sedikit menyunggingkan senyum tipis saat melihat Istri mudanya itu yang tampak bahagia dengan caranya sendiri,namun semakin lama kaki Amos mulai terasa pegal,tidak ada cara lain selain mengejutkan gadis itu,karna sedari tadi Liu sama sekali tidak menoleh kebelakang.....


"Aku ingin bicara serius"


Amos berkata dengan dingin,dia berjalan kearah ranjang,terduduk disana menghadap kearah Liu,dia memandang gadis yang masih di balut kimono handuk itu dengan nanar.


Jakun Amos bergerak lincah turun naik,merasa bergairah dengan Istri mudanya,namun dengan sekuat tenaga dia tetap memasang wajah datar tak perduli.


"Katakan saja" Liu tersenyum miring tampaknya dia tahu apa yang akan dikatakan suaminya itu,Liu melipat tangan didada memandang Amos dengan remeh.....


Bukannya takut atau merasa bersalah,Liu malah tertawa renyah,kan benar apa yang dia pikirkan,gadis itu memandang suaminya sekilas kemudian memandang kuku-kuku lentiknya.


"Wanita itu yang lebih dulu cari gara-gara" Bela Liu dengan sisa tawanya,Amos menahan nafas,dia tengah mengontrol emosi agar tidak meledak-ledak dan nanti membuat Liu tersinggung,namun jujur emosi Amos kian terpancing melihat reaksi Liu,seakan istri mudanya itu tidak menghargainya.


"Kau bisakan berbicara baik-baik tidak terus-menerus dengan kekerasan,kau itu wanita tidak pantas berbuat kasar" Suara Amos selembut mungkin,namun hal itu malah memancing emosi Liu yang merasa di sudutkan.

__ADS_1


"Cihh,kau pikir aku manusia lemah,yang hanya diam saat di tindas,oh,tentu tidak,aku bukan Amos Bhalendra yang dengan cupu membiarkan orang lain berbuat semaunya dengan keluargaku" Liu mengeluarkan sifat angkuhnya,gadis itu benar-benar memancing emosi Amos yang memang sangat sensitif.


"Liu,sopanlah sedikit,aku ini suamimu" Bentak Amos marah,dia dengan kasar berdiri dari duduknya memandang Liu marah. Bukannya takut Liu malah tertawa terbahak-bahak,kaki jenjangnya dengan elegant melangkah kearah Amos.


"Sudahlah jangan menekanku terus,itu memuakkan,urus saja Istri tercintamu itu yang maha benar dan maha segala-galanya"


"Qynliu,cukup,kau memang wanita labil,dari kata sampai kelakuanmu itu sangat murahan,kau sadar tidak keributan ini semua karnamu,jika saja gadis sepertimu tidak hadir ditengah-tengah pernikahan kami,mungkin semua akan baik-baik saja. Dasar gadis sialan"


Deghhhhh.....


Jantung Liu berdegup kencang,badan Liu mematung ditempat,sialan,sakit sekali hati Liu,bagaikan ditusuk ribuan pedang tajam,dia terdiam memandang Amos dengan mata nanar,ucapan Amos barusan sangat menusuk...Tidak,tidak Liu tidak boleh lemah,jangan meneteskan air mata,Lih masih belum kalah.


Bayangan kejadian tadi pagi kembali bersemayam di ingatan Liu,dimana gadis cantik itu baru pulang dari acaranya bersama Jerald sang sepupu dan para sahabat,dengan langkah riang Liu memasuki rumah Amos,berharap akan bertemu dan disambut hangat oleh pria yang sekarang tengah mengobrak-abrik hatinya.


Harapan tinggal harapan,baru saja kaki Liu memijak ambang pintu,Lexa sudah berkata-kata kasar yang mampu membuat amosi Liu terpancing, berkali-kali Lexa si wanita nyinyir itu bersama Sima dan ibunya menuding Liu tidak-tidak.


Ketiga wanita itu mengatakan bahwa Liu adalah seorang wanita liar dan binal,yang suka mencari uang dengan selangkangannya,karna dia adalah seorang wanita miskin,belum lagi mereka mengatakan bahwa itu adalah cara didik yang buruk dari orang tua Liu.

__ADS_1


Karna sudah tidak tahan,dengan sekali hempas,tangan Liu mendarat sempurna dipipi Lexa membuat wanita itu menjerit sakit,darah segar keluar dari sudut bibirnya hingga pipi wanita itu membengkak,Liu bersikap tak perduli dan melangkah kearah kamar,mengabaikan ketiga orang itu yang memaki-maki kearahnya.....


__ADS_2