
"Wine"
Satu kata yang Liu keluarkan dari bibir sexsinya, bartender disebelah meja mengangguk kemudian mulai menyeduh minuman.
Qynliu terus mengawasi seorang wanita diseberang sana, menghiraukan orang-orang yang lalu lalang berjoget kesana-kemari dengan serunya, dentuman musik keras menjadi penghias hiburan malam ini.
"Wanita itu, aku ingin informasi lengkap"
Liu bersuara lirih, menyodorkan sepuluh lembar uang kepada Bartender berambut gondrong diseberang meja. Pria itu sejenak melihat kiri-kanan sebelum meraih uang yang diberikan Qynliu. Kemudian matanya ikut memandang kedepan kemana pandangan Liu tertuju.
"Nona L, Lexa Lonalio disini dia cukup terkenal sebagai seorang ******* yang hiperseks, wanita itu menerima jasa Booking permalam bukan hanya perorangan, tapi lima orang sekaligus bukan masalah, diluar dia dikenal sebagai Nyonya Amos Bhalendra, namun, jika disini namanya cukup populer karna mainnya yang cukup gila.
Agio Young yang selama ini melindungi identitasnya"
Qynliu mengangguk mengerti senyuman tipis terukir dibibirnya tanpa memandang Bartender itu Liu berdiri dari duduknya, kembali merogoh saku.
"Aku suka penjelasanmu"
Liu kembali menyodorkan dua lembar uang kemudian berlalu, Bartender itu memberi kedipan mata tanda terimakasih.
"Mari ikuti ******* itu"
Liu berjalan mengikuti sosok Lexa yang tengah digeluti dua pria sekaligus, didepan sana dengan santai wanita itu berjalan membiarkan para pria meraba daerah intim tubuhnya. Ketiganya memasuki sebuah kamar paling ujung, yang terbilang cukup luas......
"Ahhhh ah ah"
Suara ******* langsung terdengar kala Qynliu sampai tepat didepan pintu kamar itu, Qynliu memasang wajah jijik, tapi dia tetap nekat mengintip.
"Ahhhh Faster, ahhh"
Suara ******* Lexa kembali terdengar, lewat celah-celah pintu yang tidak terkunci rapat membuat peluang bagi Liu, gadis itu meraih kamera kecil pada saku hodienya mengarahkan shoot kedalam kamar. Mengambil video kegiatan gila yang tengah dilakukan Lexa.
__ADS_1
"Wah, wah bukan masalah, aku kan sudah dewasa"
Guman Liu yang masih setia mengintip, matanya membelalak melihat Lexa yang dengan liar bermain diatas tubuh seorang pria bertubuh jangkung, sedangkan wajahnya diarahkan kepada pria satunya tengah berciuman dengan sangat ganas. Kedua pria itu memainkan dada Lexa bergantian.....
Lima belas menit lamanya Liu mengarahkan kamera kedalam kamar yang berisikan Lexa bersama dua pria yang tengah melakukan kegiatan gila, Liu akhirnya menekan tombol off kemudian kembali menyimpan kameranya.
Gadis itu berjalan keluar dari Club, berdiri ditepi jalan sambil memainkan ponsel menunggu mobil taxsi.
"Antarkan aku kealamat XXX"
Seru Liu setelah dia mendudukkan diri dikursi penumpang mobil taksi, terlihat seorang pria parubayah didepan yang menjadi supir mengangguk.
Didalam mobil Liu masih sibuk dengan ponselnya, tengah berbalas pesan bersama ketiga sahabatnya. Liu sampai tidak menyadari bahwa pria parubayah itu terus memerhatikannya dari kaca kecil diatas kepalanya dengan pandangan aneh.....
"Gadis cantik kenapa berkeliaran tengah malam"
Seru supir itu masih memerhatikan Liu dengan senyum rekah dibibirnya. Liu sedikit mendongak mengerjit melihat wajah aneh pria itu yang terus mencuri pandang padanya. Terutama pada dada Liu yang tampak sangat menonjol.
Tegur Liu merasa tidak nyaman, pandangan pria itu seolah tengah menelanjanginya, tiba-tiba mobil berhenti pria itu menepi dipinggir jalan, sekitar jalan terlihat sepi dan remang tidak ada orang lalu-lalang maupun perumahan.
Pria parubayah itu memutar sedikit badannya kearah Liu masih dengan mata mesum yang terus diarahkan kedada dan wajah cantik Liu.
Sedangkan Liu,gadis itu masih terlihat sangat ceuk tapi dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan pria tua didepannya ini.
"Bermainlah denganku gadis cantik, wajahmu itu sangat menggoda, apalagi tubuhmu, aku yakin kau orang asing bukan asli negara ini"
Pria tua itu mulai beranjak bersiap mendekati Liu ingin menyentuh langsung kearah dada Liu.
Bughhhhh
"Aghhhhh"
__ADS_1
Dengan santainya sebuah kepalan tangan Liu arahkan kewajah pria itu membuatnya terjungkal kebelakang....Liu masih menatap dengan cuek memerhatikan pria itu yang kini sudah memiliki luka memar pada plipisnya.
"Dasar gadis kurang ajar"
Teriaknya tidak terima,kembali bangkit dan akan mendekati Liu lagi....
Saat tangannya hampir meraih bahu Liu, gadis itu menepis kasar tangannya kemudian dengan gerakan cepat mengarahkan tangan keleher supir hingga dia tercekik kuat....
"Menyusahkan"
"Uhuk,uhukkk, to-tolong lepaskan"
Bughhhhh
Bughhhh
Bughhhhh
Liu dengan kuat menghantamkan kepala supir itu ke dasboard mobil yang keras...
"Argggggg sakit"
Jeritan pilu dan rasa sakit memenuhi seisi mobil, pria itu berkali-kali mencoba berontak tapi kekuatan Liu sangat diluar batas seorang gadis.
Tanpa kasihan dan perduli Liu terus menghantukkan kepala supir hingga membuat kepalanya retak, darah mulai mengalir megotori bagian dashboard, kaca, sampai kursi sudah terkena cipratan darah. Bahkan Hodie dan wajah Liu ikut terkena muncratan darah segar itu.
Hufffft
Liu menghela nafas pelan, setelah memastikan bahwa pria paruhbaya itu sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala yang hancur lebur, Liu membuka pintu mobil, mendorong mayat itu kluar dari mobil dengan kasar. Kemudian Liu beranjak pindah kekursi pengemudi menggantikan posisi supir.
*********
__ADS_1