GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 87


__ADS_3

Amos menatap dirinya dari balik pantulan cermin, pria itu tersenyum puas dengan bentuk wajah dan juga tubuh sempurna yang di balut kemeja putih dan celana hitam di padukan rompi hitam dan juga sepatu berkilat yang semakin menunjang penampilannya.


Berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara yang nanti bisa mengganggu tidur sang istri tercinta, Amos berdiri disisi ranjang menatap Liu yang tertidur pulas dengan senyuman rekah.


"Aku pamit sebentar sayang, aku mencintaimu"


Cup.


Setelah membisikkan kata cinta dan juga kecupan hangat di kening Liu, Amos mulai berjalan keluar dari kamar mereka, terlihat diruang tamu ada beberapa wanita dan juga pria yang dikirim oleh Gal untuk menemani Liu saat dia pergi malam ini.


"Salam Tuan"


Sapa mereka berdiri dan juga menunduk hormat, para wanita itu dibuat terperangah dengan ketampanan Amos dan juga wajah datarnya. Amos hanya mengganguk kecil.


"Layani istriku sebaik mungkin, saat dia bangun katakan aku ada urusan bisnis sebentar. Dan, yang paling penting awasi dia, jangan sampai keluar dari apartemen, hubungi aku jika dia menginginkan sesuatu atau ada hal buruk terjadi, aku tidak akan lama. Jangan sekali-kali membiarkan dia keluar apartemen tanpa seizin dariku"


Petuah Amos panjang lebar kepada mereka, yang membuat semuanya mengangguk paham dan meneliti setiap kalimat yang keluar dari mulut pria tampan itu.


Beberapa pria yang diberi tugas menjaga pintu membukakan pintu untuk Amos, Amos berlalu menggunakan lift kelantai dasar tempat parkiran bawah tanah. Menaiki sebuah mobil mahal miliknya Amos mulai melesat membelah jalan, sampai pada tujuan yaitu sebuah restoran mewah berbintang.


Terlihat Gal yang sudah menunggu di dekat parkiran berlari menghampiri sang Bos kemudian membukakan pintu untuk Amos.


"Kau terlihat terburu-buru"


Ucap Gal dengan suara kecil mengiringi perjalanan mereka masuk kedalam restoran menuju sebuah ruangan VVIP bisnis.


"Aku meninggalkan istriku di rumah, aku takut saat bangun dia akan mencariku"


Jawab Amos pula, keduanya masuk kedalam ruangan bernuansa klasik yang sangat cocok untuk sebuah pertemuan bisnis, sebuah meja panjang dikelilingi oleh sofa-sofa empuk berukuran besar yang terlihat tertata dan elegant. Mereka berdecak kagum kemudian duduk disalah satu sofa sambil menunggu sang Tuan Besar Bryan Robson Ant.


Sambil menunggu, Amos dan Gal mengobrol kecil dan juga membaca ulang beberapa berkas yang telah disiapkan untuk pertemuan mereka. Hingga terdengar suara pintu terbuka dan muncullah sosok pria parubayah yang memiliki kharisma kepemimpinan yang begitu kental.


"Selamat datang Tuan Bryan"


Sapa Amos dan Gal berdiri tak lupa membungkuk, Bryan tersenyum kecil lalu langsung duduk di salah satu sofa single, dia mempersilahkan tangannya memberi kode agar Amos dan Gal juga boleh duduk....


Amos merasa canggung melihat tatapan aneh Bryan terhadapnya, pria paruhbaya itu memandang Amos dari atas sampai bwah, meneliti wajahnya dengan serius. Bryan manggut-manggut masih menatap wajah Amos, pria itu tengah menilai sosok pria yang berani mencuri putrinya, pria yang sudah menikahi putrinya diam-diam.

__ADS_1


Sebenarnya ini adalah rencana Bryan dan juga Anatasya, rencana untuk bertemu dengan sosok Amos yang sudah menjadi menantu keluarga mereka, menilai sosok pria yang sudah dicintai oleh putrinya yang menghilang hampir seminggu lamanya.


"Maaf Tuan, apa anda ingin meminum atau memakan sesuatu saya akan memesankannya untuk anda"


Gal mencoba mencairkan suasana yang terlihat mencekam karna kehadiran Bryan, Bryan menatap Hal kemudian menganguk kecil.


"Minuman apa saja tapi Non Alkohol!"


"Baik tuan!"


"Amos Bhalendra, seorang pengusaha muda yang penuh prestasi dan juga dikenal dengan kejeniusannya dalam mengatasi semua masalah dalam perusahaan"


Puji Bryan mulai membuka percakapan, pria itu menumpu kakinya dan bersandar pada sofa sehingga terlihat lebih bertahta, dia memberi senyuman hangat pada Amos di balas Amos dengan senyuman kecil.


"Terimakasih tuan"


Jawab Amos singkat, Bryan terkekeh melihat wajah tegang sang menantu karna melihat ekpresi mengintimidasi darinya. Kemudian Bryan mengulurkan tangan memberi kode, dan Amos langsung menyerahkan beberapa lembaran kertas ditangan Bryan yang langsung dibaca oleh Bryan.


"Good, aku rasa ini cukup untuk sebuah kerja sama."


"Anda bahkan belum membaca lembaran yang lain Tuan"


"Aku rasa itu saja sudah cukup, perusahaanmu diterima"


Amos dan Gal melotot tidak percaya, keduanya saling pandang saat Bryan tanpa basa-basi langsung menandatangani kontrak kerja sama mereka, melegalkan semua keputusan dan juga menyetujui kerja sama besar ini yang pastinya akan menggemparkan isu dikalangan para pengusaha.


"Terimakasih Tuan, terimakasih banyak"


Keduanya berdiri kemudian membungkuk hormat pada Bryan, sesuatu yang diluar ekspektasi mereka bisa bekerja sama dengan perusahaan Bryan yang sekarang dipimpin oleh putranya Sean.


"Apa kita bisa mengobrol sedikit?, aku ingin lebih dekat dengan kolega bisnis sepertimu"


"Of Course Tuan, suatu kehormatan bisa mengobrol dan berbicara banyak dengan anda"


"Baiklah, aku dengar kau sekarang menyandang status duda setelah bercerai dengan istrimu yang kalau tidak salah bernama Lexa."


Pertanyaan pertama muncul dari mulut Bryan, membuat Gal dan juga Amos mengerjit bingung, apa seorang tuan besar seperti Bryan menyempatkan mencari tahu tentang kehidupan pribadi Amos.

__ADS_1


Yang aneh lagi menurut Amos yaitu wajah Bryan yang terlihat serius dan mengintimidasi, membuat sosok Amos menjadi kikuk dan juga canggung, rasanya dia seperti berhadapan dengan ayah mertua yang tengah mengintrogasi bibit-bobot menantunya.


"Tidak tuan, aku memiliki seorang istri, tapi bukan bernama Lexa. Dia memang mantan istriku"


Jawab Amos mantap dengan keringat dingin yang mulai bercucuran saat berhadapan dengan Bryan, Bryan menggangguk kemudian meneguk minuman sebelum kembali membuka suara.


"Sebenarnya aku ingin membuat persyaratan, bahwa yang bekerja sama denganku tidak boleh memiliki istri"


Celetuk Bryan asal yang ingin mendengar jawaban dari Amos, wajah Amos langsung berubah datar.


"Maaf Tuan, tapi jika seperti itu aku lebih memilih membatalkan kerja sama ini dari pada menceraikan istriku"


"Tapi itu akan mengancam karir dan juga perusahaanmu!"


"Bukan masalah, selagi aku tidak kehilangan istriku"


"Wah, hebat. Kau sosok pria sejati ternyata"


Puji Bryan sambil bertepuk tangan kecil, Amos hanya tersenyum kecil, dia mencoba bersikap profesional walaupun ada yang aneh dengan Bryan seperti mencoba menggali informasi pribadinya.....


"Aku memiliki dua orang anak, anak pertamaku sepertinya seusia denganmu, sekarang dia resmi memegang perusahaan AN'T Corp milikku, dan anak gadisku terlihat jauh lebih muda darimu, dia gadis yang cantik namun keras kepala, sekarang dia juga resmi memegang perusaan Lowhen Group milik istriku. Jangan lupakan dia masih single"


"Anda memiliki anak yang hebat-hebat tuan, tapi maaf jika kalimat anda adalah sebuah kode pendekatan antara aku dan putrimu. Aku sudah memiliki istri dan tidak akan pernah berpaling"


Jawab Amos pula dengan cepat, Bryan menggangguk bangga dengan jawaban sang menantu, ternyata tidak salah pilih putrinya itu sangat dicintai oleh suaminya. Mungkin permasalahan rumah tangga mereka kemarin hanya karna masalah kedewasaan dan juga waktu.


Drtttttt Drtttttt


Bunyi ponsel Amos yang terdengar nyaring memenuhi ruangan pertemuan mereka, Amos mengeluarkan ponsel dari saku bajunya kemudian melihat nama siapa yang tertera dilayar ponsel.


Amos tersenyum lalu dengan bangga memperlihatkan panggilan dengan nama "My Wife" kepada Bryan.....


"Angkatlah, aku rasa dia sudah merindukanmu!"


Goda Bryan dengan terkekeh lucu melihat wajah bahagia Amos hanya dengan sebuah panggilan dari Istrinya.


"Aku harap begitu, tadi aku meninggalkannya saat dia tengah tidur pulas, dia sangat cantik dan menggemaskan"

__ADS_1


Puji Amos sempat-sempatnya sebelum mengangkat telepon sang istri di depan Bryan, Bryan tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan Amos yang sudah menjadi budak cinta


__ADS_2