GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 83


__ADS_3

Liu bukan pasrah atau menyerah, namun gadis itu hanya mencoba memberi kesempatan dan juga memberi waktu sejenak untuk memikirkan cara agar benar-benar bisa melupakan dan pergi sejauh mungkin dari sisi Amos. Persetan dengan ucapan Amos yang mengatakan Lexa dan Amos sudah bercerai. Kali ini Liu akan mencari jalannya sendiri, lagipula Liu yakin bahwa dia benar sudah tidak mencintai Amos, hanya ada rasa kasihan dan juga bentuk pengabdian kepada suaminya itu. Liu juga yakin bahwa dia tidak akan mengandung, entah apa yang membuat gadis itu cukup yakin.....


******


Siang ini Liu sudah mengenakan pakaian rumahan, hotpants putih + kaos putih dan juga rambut yang dikuncir asal. Liu menghela nafas pasrah memandang televisi sambil memakan cemilan. Amos benar-benar tidak membiarkannya pergi, pria itu menyekap Liu didalam sebuah Apartemen mewah dengan semua kebutuhan yang sudah tersedia.


Sebenarnya bisa saja Liu kabur melewati balkon, namun mengingat mereka berada pada lantai yang lumayan tinggi pasti akan membuat keributan dan perhatian orang-orang, hal yang sangat tidak disukainya, jadi Liu memilih mengalah dan hanya berdiam diri didalam apartemen.


Amos mengunci pintu dan juga jendela, pria itu kemana-mana selalu mengantongi kunci takut-takut sang istri tercinta akan kabur dan meninggalkannya.


Gadis itu sudah mulai merasa bosan, sudah tiga hari lamannya disekap oleh Amos mesum dan tidak ada tanda-tanda bahwa gadis itu akan terselamatkan, ponsel dan juga tas yang dia bawa pada malam mengunjungi Karim juga raib entah kemana. Liu sangat yakin bahwa Amos yang menyembunyikan, namun saat ditanya pria itu selalu mengelak dan mengatakan bukan dia. Padahal jelas memang Amos yang menyimpan dengan sengaja, takut-takut Liu akan menghubungi orang untuk membantunya kabur.....


"Sayang, kopi"


Terdengar suara perintah pria dari ruangan kerja, Liu menggerutu kesal, suaminya itu selain terus selalu memerintah dia juga selalu memaksa Liu agar melayani untuk menuntaskan hasrat birahinya. Jika tidak mau, Liu akan diancam akan dihamili dan akan memiliki banyak anak, hal itu membuat Liu hanya pasrah dan mengikuti kemauan Amos yang selalu mesum tak kenal tempat, Liu merasa heran entah apa yang terjadi pada pria itu setelah beberapa tahun tidak bertemu.


Dengan secangkir kopi pahit ditangannya yang menjadi kegemaran Amos, Liu memasuki ruang kerja suaminya, disana Amos menyambut dengan senyuman hangat. Pria itu duduk didepan sebuah komputer dan beberapa dokumen diatas meja, dia hanya mengenakan pakaian rumahan celana Boxer dipadukan Tanktop shirt pria yang memamerkan otot-otot lengannya.....


Wajah Amos semakin hari terlihat semakin fres dan terurus, badannya semakin fit dengan wajah yang semakin tampan semenjak Liu berada disisinya.


"Terimakasih sayang"


"Hem"


Balas Liu ketus seperti biasa lalu langsung berbalik meninggalkan suaminya yang tertawa cekikikan melihat wajah garang istrinya.

__ADS_1


"Dasar pria, dia mengurungku disini sudah seperti tawanan rumah sakit jiwa, tanpa ponsel dan segalanya, lalu dia sesuka hati bekerja dari matahari terbit sampai terbenam. Apa dia pikir aku ini sebuah robot. Katanya ingin mengambil hati, tapi dia sibuk bekerja. Semoga saja komputer sialan itu akan tersambar petir"


Liu menggerutu sepanjang jalannya menuju ruang santai tempat menonton televisi, mulutnya tak berhenti menyumpahi segala hal yang menurutnya sangat tidak menyenangkan, Amos yang mendengar itu semua rasanya tidak tahan ingin tertawa, dia menutup mulutnya rapat sambil tertawa dalam diam, dia tahu bahwa istrinya itu sudah mulai merasa bosan karna terus dikurung didalam apartemen.


Amos mematikan komputernya, kemudian menyeruput kopi buatan Liu hingga tandas, barulah pria itu menyusul istrinya yang tengah bersantai didepan televisi.


Cup....


Liu hanya diam, saat kecupan penuh cinta tiba-tiba mendarat dibibir merah mudanya, Amos duduk disebelah Liu dia menatap gadis itu dengan senyum-senyum, Amos terus mengagumi kecantikan Liu yang sama sekali tidak mengenakan Make-up, terlihat sangat natural dan begitu anggun. Liu dibuat salah tingkah, dia membawa bantal sofa dan menutupi wajahnya, lagi dan lagi Amos dibuat terkekeh dengan kekakuan menggemaskan sang istri tercinta.


Tiba-tiba suara bel apartemen berbunyi, senyum Liu begitu lebar, cahaya harapan akan dugaan bahwa sosok orang yang menyelamatkannya telah tiba, gadis itu berlari menuju pintu sambil mengucapkan doa berharap orang yang datang adalah sosok penyelamatnya.


Amos mengerjit melihat kelakuan Istrinya itu, dia merogoh saku dan mencari kunci pintu, sebelum membuka pintu apartemen Amos menarik pergelangan tangan Liu dan membawa gadis itu bersembunyi dibelakangnya. Takut-takut Liu akan berlari begitu pintu dibuka.


Ceklek.....


"Pfffttr"


Hampir saja tawa Amos meledak saat melihat siapa yang datang berkunjung ke apartemen mereka, Liu tiba-tiba merasa kesal, dia menghentakkan tangan dari genggaman Amos dan kembali berjalan menuju ruang santai dengan wajah ditekuk. Hancur sudah harapan untuk kabur, Liu menjadi bertanya-tanya, apakah kedua orangtuanya tidak mencarinya. Dan Sean, apakah Kakaknya yang over itu sama sekali tidak mengkhawatirkannya, apa begitu sulit untuk menemukan jejak Liu, apa seluruh keluarga besar tidak bertanya keberadaanya.


"Nyonya, senang kembali bertemu dengan anda"


Sapa Gal dengan menunduk hormat, Liu hanya membalas dengan anggukan, Gal menjadi canggung sendiri melihat sikap cuek Liu, berbeda saat malam itu Gal melihat Liu yang tertidur pulas didalam mobil setelah Amos membiusnya, wajah gadis cantik itu terlihat sangat menggemaskan namun jika seperti ini terlihat begitu mengerikan.


"Jadi bagaimana Gal?"

__ADS_1


Tanya Amos, dia menjatuhkan bobot tepat disamping Liu, disusul Gal yang terduduk di sofa single, pria itu terlihat mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam tasnya dan kemudian meletakkan diatas meja. Liu memilih tidak ikut campur dan fokus pada televisi.


"Tuan Bryan bersedia menandatangani kerja sama kita, dia bahkan mengundang kau langsung untuk makan malam membahas bisnis ini"


"Apa?"


Tanya Amos seolah tidak percaya dengan penuturan Gal, dia meraih cepat beberapa dokumen kemudian membaca dan meneliti setiap bait tulisannya. Liu yang tadi fokus pada televisi ikut menatap Gal dengan heran setelah mendengar nama yang sangat familiar ditelinganya. Liu membalalak saat membaca modul pada CV yang tertera di dokumen, terdapat dengan jelas nama perusahaan AN'T Corp yang sekarang dikendalikan oleh sang kakak Sean.


"Aku juga rasanya tidak percaya, setelah membaca pengajuan kita, tanpa wawancara dan juga review Tuan Besar Bryan langsung menyetujui bahkan mengajakmu langsung untuk diner"


"Tapi bukankah sekarang perusahaan AN'T Corp sudah berpindah kekuasaan ketangan putranya, Sean Lowhen Robsont?"


Tanya Amos masih belum yakin, Liu memasang telinga bagus-bagus saat mendengar nama kakak dan Daddynya disebut-sebut, gadis itu juga masih merasa bingung. Biasanya Daddynya itu akan pilih-pilih jika diajak kerja sama dengan perusahaan lain.


"Hem entahlah, tapi Tuan Besar Bryan mengatakan bahwa dia langsung yang akan ambil alih kerja sama ini, dia juga mengatakan bahwa putranya sedang tidak di negara ini. Tuan Muda Sean sedang mengecek beberapa projects bersama koleganya"


"Wah pantas"


Tiba-tiba Liu memekik kesal, gadis itu bahkan sampai menghentakkan cemilannya pada meja, kedua pria yang sedang berbicara serius itu menatap Liu dengan bingung, Liu tersadar bahwa dia sedari tadi terus menguping pembicaraan mereka, gadis itu berdehem untuk sedikit mengurangi rasa malunya.


"Sayang, bersiap-siap lah, aku akan membawamu jalan-jalan sepertinya kau sangat tertekan"


Ucap Amos sambil mengacak rambut istrinya dengan gemas, walau sedikit kesal melihat Gal yang tengah menahan senyum karna ucapan Amos yang mungkin mengira dirinya sudah gila, namun Liu langsung berloncat girang dan berlari menuju kamar untuk berganti baju, Amos menggeleng sambil terkekeh lucu.


"Selain cantik, dia juga menggemaskan"

__ADS_1


Tanpa sadar Gal menatap punggung Liu yang perlahan menghilang dengan senyum-senyum sendiri mengagumi sosok Liu, Gal tersadar dia menyengir kuda saat menatap Amos si pria posesif tengah memelototinya.....


__ADS_2