GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 79


__ADS_3

Liu terpojok pada dinding, dan Amos semakin mengkikis jarak diantara mereka. Amos berada tepat didepan Liu, keduanya sangat dekat, bahkan helaan nafas Amos begitu nyata menerpa wajah Liu, Liu melotot dia masih tidak percaya dengan posisi mereka yang sangat intim sekarang.


Amos dibuat terkekeh lucu dengan ekpresi Liu yang terlihat menggemaskan, dia menatap istrinya dalam lalu mengangkat tangan dan mengelus lembut pipi chubby tanpa celah itu. Liu terkejut, dia menepis kasar tangan Amos.


"Apa-apaan kau ini, kenapa aku ada disini ha?"


Teriak Liu murka, dia mendorong dada suaminya agar memberi jarak, Namun Amos tak mau kalah, dia menangkap tangan Liu yang terus mendorongnya, Amos mengunci kedua lengan Liu dan mengangkatnya keatas. Pergerakan Liu semakin terbatas, tapi dia masih belum menyerah.


"Lepaskan!"


Pekik Liu lagi, dia semakin kesal saat kakinya ditekan oleh paha Amos agar tidak bisa bergerak sama sekali, kini pergerakan Liu benar-benar terkunci dia tidak bisa bergerak barang sedikitpun.


"Sayang tenanglah, jangan banyak bergerak itu bisa menyakitimu"


Amos berucap dengan suara selembut mungkin, Liu dibuat melongo, lalu sedetik kemudian Liu berdecih kesal dan mengumpat suaminya itu dengan kata-kata kasar yang sama sekali tidak digubris oleh Amos.


"Apa yang kau inginkan ha?, Lepaskan aku Amos sialan"

__ADS_1


Bibir seksi Liu masih saja mengeluarkan kata-kata kasar, hal itu membuat Amos gemas, situasi sekarang membuat Amos bisa melakukan banyak hal pada sang istri tercinta. Dia terus menatap bibir mungil merah muda itu, seketika hasrat yang telah lama padam kembali bergelora hebat, Amos menelan ludah kasar mencoba mengontrol nafsunya, namun sia-sia.


"Hmphhhhh Hmphhhh"


Liu terkejut setengah hidup, saat Amos menerjang bibirnya secara brutal pria itu tak memberi Liu kesempatan bahkan untuk menarik nafas. Liu mengunci bibirnya rapat, namun Amos menggigit bibir bawah Liu dengan sedikit kuat membuat gadis itu meringis dan membuka mulutnya.


Amos memanfaatkan kesempatan emas itu, dia menerobos mulut Liu dengan lidahnya, dia terus menekan tengkuk sang istri dan memporak-porandakan isi didalam mulut Liu. Kecapan-kecapan kuat Amos layangkan pada bibir atas dan bawah Liu. Hingga pada akhirnya Liu meneteskan air mata karna merasa Amos kembali berbuat kasar padanya seperti dulu.


Amos terkesiap, saat pipinya terasa dingin oleh air mata Qynliu, dia terkejut saat melihat gadisnya menangis dan hanya pasrah saat dia terus menerjang bibir itu, perlahan Amos melepaskan tautan mereka, dia menjadi merasa bersalah namun juga lucu melihat Liu menangis layaknya anak kecil, Amos menyeka air mata pada pipi gadis mungilnya, Liu masih sesegukan saja.


Tanya Amos penuh sesal, dia menatap Liu dengan senyuman penuh cinta dibalas Liu dengan tatapan sedihnya. Liu menganguk masih dengan sesegukan. Pria itu mengecup kening Liu beberapa kali dan menggumankan kata maaf berulang kali. Amos menarik kepala sang istri agar masuk kedalam pelukannya Liu hanya diam tak berkutik, sedangkan Amos dia begitu menikmati pelukan hangat mereka dan menghirup dalam wangi tubuh gadis yang begitu dia cintai.


Qynliu.


Gadis itu terdiam dipelukan Amos bukan karna menikmati, namun dia tengah memikirkan cara agar bisa lolos dari suaminya sendiri.


Sedetik kemudian, Amos menatap Liu dengan mata tajamnya kala teringat sesuatu, tangan Amos memegang kepala Liu agar diarahkan kearahnya. Liu kaget, dia menatap suaminya itu yang tiba-tiba merubah ekpresi seperti marah.

__ADS_1


"Ada hubungan apa kau dengan pria itu?"


Suara Amos begitu dingin, giginya gemertup menahan kesal, dan rasanya tak siap mendengar jawaban pahit dari bibir Qynliu. Mata Amos memerah, dia kembali ingat bagaimana tadi Liu menggenggam erat tangan Karim. Liu tersenyum sinis pada suaminya, dengan sekali hentakan dia berhasil menepis kasar tangan Amos. Liu memberi jarak sambil menatap Amos penuh benci.


"Memang kenapa jika kami memiliki hubungan, apa perdulimu, bukan kah kau hanya mencintai si Ja*alang itu?"


Teriak Liu di depan wajah Amos, seketika emosi Amos terpancing, wajahnya memerah, urat-urat pada tubuhnya bermunculan menandakan seberapa besar kamarahan itu. Tangan Amos mengepal dibawah sana.


"Kau harus sadar Qynliu, statusmu masih Istriku"


Bentak Amos marah sambil menunjuk wajah Liu, gadis itu memejamkan mata karna kaget melihat emosi meluap-luap dari suaminya yang sangat gampang terpancing, sepertinya tempramen pria itu semakin parah, pikir Liu. Namun, Liu tidak boleh menyerah, dia tidak boleh diam. Kali ini dia akan membantah pria yang selalu memberi harapan padanya.


"Istri katamu, kita bahkan baru bertemu setelah dua tahun. Apa kau tidak ingat malam itu, malam dimana kau menolakku dan lebih memilih wanita itu. Kau harus ingat Amos, aku bahkan tidak sudi menjadi istrimu, aku akan mengajukan perceraian. Kita akan berpisah secara hukum dan agama, setelah itu aku akan mencari pria yang benar-benar mencintaiku"


"KAU!!!!"


Geram Amos, dia mengangkat tangannya hampir melayangkan tamparan diwajah gadis yang begitu dia cintai. Ditengah kewarasannya Amos masih bisa menahan rasa kesal dan amarah, pria itu menahan tangannya diudara. Qynliu menutup mata rapat-rapat sudah siap menerima tamparan dari Amos.....

__ADS_1


__ADS_2