
...Kau sudah merusak bendungan hati...
...Yang selama ini aku bangun, dan membuatku merasakan sebuah perasaan fantasi yang disebut CINTA- Ghazel....
...___________...
Pengumuman!
Haii..para reader Ikatan Cinta Istri Ketiga. Salam hangat♡
Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, mewakili UCI tentunya.
Kata uci ; "Maaf buat kalian mungkin udah lama banget nungguin lanjutan cerita Ghazel dan Indah. Aku ngak update karna lagi ngak baik-baik aja terutama tubuhku. Dan terima kasih sudah masih mau stay nungguin cerita ini." udah itu aja kata Uci.
Kalian udah bacakan?, nah karna Uci ngak mau cerita ini stuck dia nyuruh aku yang lanjutin, kalau kalian ngak lupa, aku pernah uci kenalin deh.
Jadi aku akan ambil ALIH cerita ini dengan catatan masih dipantau oleh UCI ya, karna dia tidak memungkinkan dulu untuk nulis, aku ditugaskan untuk mengantikan, hanya sementara.
Allhamdullikah, aku udah tau Alur dari cerita ini gimana, dan yah, mungkin akan ada tambahan bumbu dari aku ya, tapi tenang aja ngak mengubah ekstrak dari cerita ini.
Uci bilang cerita ini hanya akan sampai 100 chapter, tapi ya, pas aku baca kayaknya ngak bakal cukup hanya 100 chapter. Kalian setuju kan? Komen jika iya.
Kalian manggil aku Author aja, ngak ada panggilan khusus soalnya.
Jika ada yang tidak setuju komen aja!, biar aku off cerita ini.
Mungkin kalian mikir, alah lebay banget deh, penulisnya ngak bertangung jawab. STOP kayak gitu ya, kesehatan Uci benar-benar nurun guys, bahkan dalam keadaan gitu aja, dia mikirin gimana para readernya, pasti marah ngak update. Itu loh yang ia pikir.
Aku juga ngak selembut Uci ya, kalau nemu komen yang Toxic, auto sleding♡
Kalian percayakan sama aku?, oke terima kasih!, ayo bikin cerita ini BOOM. Buat Uci.
__ADS_1
Kalau buat cerita-cerita yang lain, aku ngak ambil ya guys, seperti: Mengejar cinta mas naka, dan Promise.
Segitu dulu, akan ada tambahan jika memungkinkan.
Back to story.
Sudah satu minggu Indah berada dikediaman orang tuanya, setelah kepulangannya dari Jakarta tempo hari.
Dan satu minggu itu pula Indah menjadi pribadi yang sangat pendiam, pengaruh dari kejadian itu berhasil mengubah Indah.
Tidak hanya ubah menjadi pendiam, Indah juga menjadi lebih sering mengurung diri dikamar, dan jarang untuk makan, jika tidak diantarkan makanan mungkin sekarang Indah sudah terkulai lemas di rumah sakit karna kekurangan asupan gizi.
Balkon kamar menjadi tempat favorit Indah untuk diam, memandang dengan tatapan kosong sudah menjadi kebiasaannya. Entah berapa banyak air mata yang keluar tanpa suara, seakan mengalir tanpa permisi.
Jika langit bisa menyampaikan perasaan Indah saat ini, mungkin saja bumi ini akan terus mendung dan berhujan setiap saatnya. Bahkan matahari tidak diberikan akses untuk muncul.
Begitulah Indah.
Jika saja Indah bisa meminta, ia ingin meminta untuk tidak diberikan rasa sakit akan mencintai ini.
Bahkan kesalahan ini masih belum mampu untuk ia menghapus rasa cinta ini, tapi kekecewaan ini mampu membuat Indah membenci Ghazel, meski untuk sebentar.
"Diatas kepedihan ini aku sendiri, dan selalu sendiri. Aku benci dengan rasa ini" ucap Indah meratapi problem hidupnya.
Tok..tok
Pintu dibuka dari arah luar, menampilkan sosok wanita yang tak lain adalah Lolita.
Saat membuka pintu netra Lolita sudah tertuju dengan sosok wanita yang duduk termenung dibalkon kamarnya, bahkan wanita itu tidak merasa terganggu dengan suara ketukan tadi, bahkan menoleh saja tidak.
"Indah," panggil Lolita, sambil menghampirinya di balkon, dan menyentuh bahu Indah pelan.
Indah tersentak kaget dengan kehadiran Lolita, "Kak loli?," ucapnya masih dengan wajah terkejutnya.
"Maaf mengejutkanmu, ini berkas yang kamu minta kemarin," Lolita memberikan berkas berbungkus amplop tersebut kepada Indah.
Indah menatap Lolita sesaat, setelah itu ia langsung mengambilnya, "Terima kasih kak, maaf merepotkan mu," ucap Indah.
"Apa kau yakin Indah?," tanya Lolita ragu.
"Apa aku terlihat tidak menyakinkan?," tanya Indah balik.
lolita gelagapan, "Mak-maksudku ini keputusan yang sangat besar, kau saat ini masih dalam emosi yang tidak terkontrol dan_"
"Keputusanku sudah bulat, aku akan minta ce-cerai dengan mas Ghazel," ucap Indah penuh keyakinan.
Lolita menatap Indah lekat, ia menghembuskan napas pelan, "Baiklah, jika itu keputusanmu, aku harap ini yang terbaik untukmu Ndah," ucap final lolita.
I
ndah kembali menatap kearah depan, dengan tatapan sulit untuk diartikan.
Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya; bagaimana reaksi Ghazel?, apa dia akan cepat setuju?, apa dia akan menolak?, selama ini apakah Ghazel ada niatan untuk menjemputnya disini?. Pertanyaan itu selalu bergentayangan seperti hantu di otaknya.
"Indah benarkan kak Loli?" tanya Indah dengan tatapan yang masih mengarah ke depan.
"Apapun yang membuatmu bahagia, kak Loli akan dukung terus," balas Lolita menepuk pelan bahu Indah, seakan memberikan kabar jika ini akan baik-baik saja.
Bahkan aku tidak tau dimana letak bahagia itu kak, batin Indah berkata.
Lolita yang awalnya berdiri disamping Indah duduk, memutuskan untuk ikut duduk disamping Indah.
"Aku menciptakan bahagiaku dengan ilusi, awalnya aku senang dengan hal itu, tapi saat ilusi itu hilang aku kembali sadar jika itu semua hanya anggan-anggan semu.
__ADS_1
Begitulah kehidupan rumah tanggaku, sesaat aku diberikan boom kebahagiaan, tapi saat boom itu meledak, aku kembali merasa kesakitan, seakan kebahagian itu memberitahuku jika akan tidak pantas untuk mendapatkan kebahagian," ucap Indah tiba-tiba.
Lolita menatap sendu Indah, ia tidak bisa akan membalas ucapan Indah, karna saat ini Indah hanya butuh teman untuk dia cerita. Bahkan setiap kalimat itu menyimpan luka, Ghazel sanggupkah kau sembuhkan ini?, batin Lolita.
"Kakak tau, mas Ghazel sangat menyukai teh, apalagi teh melati..." Indah tersenyum kecil, ia kembali melanjutkan ucapannya,"semua jas kerjanya dominan warna abu-abu dan hitam, aaa.. Warna Navy juga ada, dia tidak terlalu suka penas, tidak suka makanan banyak minyak, tidak suka kebohongan, tidak suka bertele-tele, tapi sangat suka membuatku menangis, bukankah itu tidak adil kak," racau Indah.
"Dia mungkin tidak bermaksud begitu Ndah,"
"Iya, hatiku juga berkata demikian kak, tapi kenyataannya mataku menangis?, jika saja aku tau ini akan terjadi, mungkin aku tidak akan memaksa ayah untuk mengantarku pulang, dan atau aku tidak pergi kesini saat itu. Bisakah aku salahkan keadaan ini kak, Ghazel...dia sangat.. Hiks.."
Lolita mendekap tubuh Indah cepat, serapuh ini Indah?, padahal di banding Aurel dan Airin Indah adalah sosok yang paling tangguh, apa itu semua hanya cover belaka?.
"Aku membenci diriku, hingga aku kesulitan bernapas kak," ucap Indah dalam dekapan Lolita.
"Ssst..tenang Indah, akan ada pelangi setelah badai,"
"Bagaimana jika pelangi itu engan muncul kak?," tanya Indah.
"Jika begitu ciptakanlah pelangimu sendiri Ndah," jawab Lolita.
Pelukan keduanya terlepas, Lolita menghapus pelan airmata yang membekas di pipi Indah.
"Terima kasih kak," ucap Indah.
"Sama-sama," balas Lolita.
"Kalau begitu, aku keluar dulu," Lolita beranjak dari duduknya, begitupun Indah.
"Jangan keseringan mengurung dirimu, cobalah keluar, siapa tau kau bisa lebih tenang. Bunda Ana sangat khawatir Ndah, beliau rindu akan ocehan dari mulutmu itu, jangan terlalu lama mendiamkannya." ucap Lolita sebelum benar-benar keluar dari kamar Indah.
"Kau tidak mengerti kak Loli," guman Indah, setelah kepergian Lolita.
...__________...
Perusahaan Ghazel kembali diterpa masalah, salah satu anak perusahan pabriknya mengalami kebakaran, dan itu memakan korban yang tidak sedikit.
Ada lebih dari enam karyawannya meninggal, dan dua puluh lima mengalami cindera. Pabrik tersebut adalah pabrik khusus pengelolaan obat-obatan/ kimia.
Menurut laporan yang di depan kebakaran terjadi akibat arus listrik yang korslet, dan bahan kimia juga memicu hebatnya kebakaran ini.
Akibat kejadian itu Ghazel dan Han, harus terbang ke Singapore dengan mendadak. Karna pabrik tersebut terletak di Singapore.
Hal tersebut membuat Ghazel serba salah, pasalnya setelah urusannya dengan Huang Zi Hao mengenai kalung herbal itu selesai, ia akan segera mengurus masalahnya dengan Indah, tapi berkat kebakaran inu niatan untuk bertemu dengan Indah sepertinya ditunda hingga tiga hari ke depan. Mungkin.
Han sendiri sudah melarang Ghazel pergi, karna Han pikir dia sendiri bisa menanggani ini, terlebih beberapa anak buahnya siap membantu. Tapi Ghazel mengatakan; "Pemimpin sejati akan turun langsung menilai situasi, saya sangat percaya pada mu Han, tapi apa pikiran mereka nanti jika boss mereka tidak ada, apalagi ini sangat penting. Para korban itu adalah manusia, tentu aku akan meminta maaf pada keluarganya, karna membuat mereka kehilangan orang tersayangnya."
Han sudah tidak bisa berkata, sejak kapan tuannya ini bisa umm...seperti perhatian ini?.
"Kami sudah menyelidiki masalah ini tuan, dari CCTV terlihat jika ada kejanggalan dari kebakaran ini," jelas Zoe, salah satu bawahan Ghazel yang ditugaskan untuk mengawasi perusahan di Singapore.
"Maksudmu Zoe?,"
"Ada beberapa CCTV sepertinya sengaja dimatikan, seperti CCTV ruangan kontrol dan produksi."
Ghazel dan Han mengangguk paham dengan penjelasan Zoe, sekarang Ghazel yakin jika kebakaran ini sengaja dibuat.
Tapi pertanyaanya siapa pelakunya?.
Han sendiri yakin, jika orang dalam lah dalang kebakaran ini. Mungkin saja dia suruhan dari orang itu untuk masuk kedalam pabrik dengan menyamar menjadi bawahan Ghazel.
Jika benar apa yang aku pikirkan, bearti orang itu sekarang dalam masalah. Aku akan mencari dalang itu- batin Han geram.
(Selamat berpuasa)
akhirnya.
Tolong tinggalkan jejak ada, jika ber-KENAN.
Cerita author nyambung ngak?
Yaudah. Thanks!
Slow Update!
__ADS_1
©DreamNight ft CK™