IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 33


__ADS_3

...--------Selamat Membaca--------...


Semuanya berkumpul untuk sarapan pagi, setelah sarapan Agung dan keluarga akan kembali kerumah mereka,begitu pula orang tua dari Bima.


Sedangkan Airyn akan langsung pergi kerumah baru dia bersama Bima, mungkin dia nanti akan pulang untuk mengambil beberapa barang nya.


Suasana di ruangan makan,sangat berbeda seperti biasanya, mereka hanya bicara seperlunya saja, Airyn yang peka akan perubahan itu langsung bertanya.


"Ayah, bunda kalian semua baik-baik aja kan?" tanya Airyn menatap kearah mereka.


"Ya, semuanya fine" jawab Agung, menyuap makanannyan.


Sedangkan yang lainya hanya diam, memakan sarapan di depan mereka.


"Bim, papa sudah ini langsung pergi sama mama mu, ada klien yang ini bertemu" ucap Fendi, meminum teh nya, "Agung saya duluan ya, jaga kesehatan mu" sambung nya lagi, setelah menghabiskan tehnya dia dan istrinya pamit.


"Hati-hati" ucap Agung, sambil memeluk sahabatnya itu.


Suasana kembali hening, mau Alex ataupun Anton hanya diam.


"Bund, semuanya baik kan?,kok Ryn ngerasa ada yang aneh?" ujarnya Ryn memegang tangan bundanya.


"Semuanya baik-baik saja Ryn, kamu tak perlu khawatir" jawan Jennie, tersenyum hambar.


Airyn tersenyum, dia pun berjalan kearah kamarnya.


Sedangkan yang lainnya siap-siap untuk kembali kerumah mereka.


Indah dan Aurel pulang, dengan menaiki mobil yang di kendarai abangnya, di kursi belakang Indah hanya menatap di luar jendela. pikirannya benar-benar kacau.


Anton melihat kebelakang melalui kaca spion di depannya. ia menatap nanar adiknya itu.


Seadainya saja di memiliki kuasa lebih tinggi dari Ghazel mungkin dia bisa melawannya.


"Ndah, mau mampir di pantai ngak?" tawar Anton, melihat melalui kaca depannya.


Indah melihat kearah abangnya itu, "Langsung pulang aja bang" senyumnya samar.


"Baiklah"


Keadaan kembali senyap, bahkan Sarah dan Aurel hanya diam sejak tadi. bukannya mendiamkan Indah mereka hanya merasa bersalah sama Indah, karna tidak bisa apa-apa.


...-----...


"Tuan apakah perlu memanggil nona Indah untuk mengukur gaun ini?" tanya Han, melalui telpon.


Ya, hari ini Han di tugaskan untuk menyiapkan kebutuhan pernikahan tuannya itu.


"Tidak perlu, saya sudah mengirimkan ukuran tubuhnya, kamu langsung cek saja pesan dari saya barusan" ujar Ghazel di seberang sana.


"Baik tuan, saya tutup dulu" Han langsung melihat pesan dari tuannya itu.


"Bagaimana dia bisa tahu ukurannya sedetail ini?" tanya Han pada dirinya sendiri. dia pun langsung melihatkannya pada desainer di sana.


...…....


Indah sudah sampai di kediaman nya, saat datang dia langsung menuju kamarnya, sedangkan ibundanya Anna dari sejak datang langsung mengurubg dirinya di kamar tamu, ia sedang tak ingin bicara pada suaminya itu.


"Aurel, ngak habis pikir sama cara Ayah, Aure benci!" teriak Aurel tepat di depan wajah Ayahnya.

__ADS_1


Sedangkan Agung hanya memicit pelan pelipisnya. seisi rumah mendiamkannya.


"Maaf kan ayah" gumannya pelan.


...…...


Ghazel, tertawa keras, sambil melihat ponselnya, Han yang menyaksikan tuannya tertawa hanya bergidik ngeri, "Han,kau tau" gelak Ghazel lagi. "tidak tau tuan" jawab Han. Ghazel yang semulanya tertawa tuba-tiba diam, dan itu membuat Han semakin ngeri. "Aku bahkan belum selesai bicara" ujar Ghazel menatap kerarah Han.


"Silahkan lanjutkan tuan"


Ghazel berdehem, "Tidak jadi" dia pun langsung berdiri masuk Kekamarnya.


Han hanya diam, menatap kalut ke tuanya.


......................


Semuanya sudah berkumpul di meja makan, suasana dingin menjadi hal yang pertama yang di rasakan Indah. Indah menatap satu persatu orang di sana.


"Bunda, ngak masak?" tanya Indah,


"Makan saja yang sudah di sajikan bibi"


Mendengar jawaban dingin dari bundanya, Indah tau jika bunda nya masih marah dengan nya. Indah langsung memakan roti yang di depannya.


Tidak ada pembicaraan seperti biasannya, semuanya terasa berbeda.


.............


Indah sudah berada di kampusnya, setelah izin beberapa hari, Indah memutuskan untuk masuk, saat dia ingin menuju kelasnya, dia seperti melihat sosok yang familiar untuknya.


"Itu seperti sekretaris Han, tapi masa sih?" Indah menyipitkan matanya, saat sosok itu berjalan semakin dekat dengannya, dia membelalakkan matanya.


"Sekretaris Han, kenapa anda ada disini?"


"Apa?,kenapa anda tidak menanyakan terlebih dahulu?,bukankah ini tidak sopan?" ucap Indah kesal dengan tindakan orang di depannya itu.


"Ponsel nona tidak aktif selama satu hari, 3 jam, 59 detik, jadi saya tidak bisa menghubungi anda, selagi tuan saya mengizinkan itu tak masalah-"


"-dan nona di minta untuk datang di butik ini, untuk mencoba baju pernikahan, saya harap nona tepat waktu, karna saya tidak ingin membuang-buang waktu tuan saya menunggu nona" Han langsung pergi, sebelum pergi dia memberikan alamat butik yang akan Indah kunjungi.


Indah menatap kepergian sekretaris Han, "Apa-apaan ini, aku bahkan belum menjadi istrinya, tapi sudah semena-mena seperti ini" ucap Indah marah.


"Ndah, lo kenapa?"


"Ngak ci, lagi bad mood!" jawab Indah,


"Elah, PMS lo?," kekeh Cici sahabat Indah.


Indah hanya mengidikan bahu nya, dia benar-benar tidak ada energi untuk menjalani kehidupan lagi.


......................


"Han, apa kau sudah mengurus semuanya?"


"Sudah tuan, jam 3 nanti nona Indah akan ke butik" jawab Han.


Ghazel yang sejak pagi sibuk dengan perkerjaanya, berdiri duduk di sofa ruangan kamarnya,


"Gadis itu sok menjadi pahlawan di keluarganya" sinis Ghazel.

__ADS_1


"Saya akan memastikan semuanya berjalan dengan lancar" ujar Han.


"Bagus, aku penasaran dengan ketangguhannya."


...…...


Indah sudah berada didepan butik yang di maksud kan sekretaris Han, di sana sudah ada beberapa penjaga,indah yakini itu adalah orang-orangnya Ghazel.


Indah membuka pintu butik tersebut, "dengan ny. Indah?" tanya salah satu pelayan butik itu.


"Iya"


"Mari ikut saya" pelayan tersebut berjalan menuju suatu ruangan dan di ikuti Indah. saat sudah di depan pintu bertulis kan VVIP pintu langsung di bukakan.


"Silahkan Ny. " ujar pelayan tersebut.


Indah masuk, dan di sana sudah ada Ghazel berserta sekretarisnya yang sudah menunggunya.


"Kau telat 10 menit"


"Maaf, saya terjebak macet" jawab Indah.


Indah di persilahkan duduk oleh pelayan butik di sana.


"Nona, itu baju pengatin yang akan anda kenakan 5 hari mendatang, anda boleh mencobanya" Han menunjukan baju yang terpajang tepat di depan Indah.


Astaga, bajunya cantik bangett, seadainya aja ini pernikahan ini dilakukan dengan pria yang aku cinta pasti aku menjadi wanita yang paling bahagia - Guman Indah dalam hatinya.


"Kenapa diam, coba sana" ucap Ghazel, yang berhasil mengejutkan Indah.


Indah langsung berdiri masuk keruang ganti tentunya di bantu pelayan butik.


Setelah beberap menit, Indah keluar dengan gaun yang melekat di tubuh kecil nya, ukuran yang pas untuknya.


pelayan tersebut tersenyum,kagum dengan kecantikan kliennya itu.


Ghazel menatap lurus kearah Indah, tanpa ada komentar apapun.


Indah yang di tatap hanya menunduk kebawah, rasanya dia mati detik ini juga di tatap tajam seperti itu.


Apa dia tidak suka? - ucap Indah dalam hati.


"Ganti gaun nya, dia sangat tidak cocok dengan gaun itu, dia seperti wanita murahan dengan gaun itu, gaun kurang bahan" ucap Ghazel telak, pelayan tersebut langsung mengangguk.


Indah yang mendengar ucapan Ghazel hanya bisa diam, apakah Indah marah di katakan seperti wanita murahan?, tentu bahkan dia ingin sekali menjahit mulut laki-laki itu.


"Bisa kau saring ucapan mu, aku bukan wanita penghibur!" marah Indah. "kau orang yang terhormat tapi bicaramu sangat kotor!" ujar Indah menatap tajam kearah Ghazel.


dan para pelayan di sana berbisik, pelan melihat kejadian tersebut. Han langsung meminta mereka keluar, dan memberikan cek untuk tutup mulut.


Ghazel berdiri, berjalan kearah Indah, menatap tajam gadis didepannya itu, "Apa yang saya katakan benar, kau gadis murahan yang menawarkan diri,untuk menembus kerugian ayahmu" bisik Ghazel pelan, sambil memegang kuat bahu Indah.


setelah mengatakan hal tersebut Ghazel pun langsung pergi begitu saja.


Indah hanya meringgis memegang bahu nya, Han maju kearah Indah. "Tolong kedepannya anda menyaring terlebih dahulu ucapannya anda, apalagi saat di depan umum, saya tidak ingin ada berita yang tidak-tidak terkait tuan Ghazel, saya tidak pernah peduli yang reputasi anda ataupu keluarga anda,bahkan saya perduli dengan apa yang terjadi dengan anda setelah anda menikahi taun Ghazel, mau anda menangis atau tertawa di sana nanti saya tidak perduli, bahkan jika anda mati sekalian saya tidak perduli,tapi saya akan memastikan semuanya baik-baik saja untuk taun saya." ucap Han panjang, dan berlalu pergi.


Indah menatap Han, dengan mata berkaca-kaca, sungguh dia sudah memasuki lubang harimau dan singa yang kejam.


setelah menganti bajunya sendiri, Indah langsung pergi dari butik itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kenapa Ghazel jahag banget sihh, kesal sendiri.. 😭😭


__ADS_2