IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter-92


__ADS_3

...««Selamat membaca»»...


Airyn dan Ghazel sudah keluar dari gedung acara, keduanya berdiri disisi utara gedung, tak begitu jauh dari gedung yang pasti suara didalam tidak menganggu obrolan mereka.


"Ada apa?," tanya Ghazel menatap Airyn yang disampingnya sekilas, pandangannya pun ia arahkan kedepan.


"Ceraikan Indah, saya tidak mau adik saya mencekam dikadang sialan anda itu," ujar Airyn terlihat jelas raut wajah tak sukanya terhadap Ghazel, yang sekarang notabennya menjadi adik iparnya sekarang.


"Wow!, Apakah putri kebanggan tuan Agung Rauna, sekarang ingin mencoba menjadi antagonis dipernikahan saya, berikan alasan kenapa saya harus menceraikan Indah istri saya?," balas Ghazel, tanpa menatap Airyn.


Airyn tersenyum kecut, "Saya sungguh-sungguh, ceraikan Indah, tidak alasan untuk terlepas dari monster seperti anda!, dan yah adikku tidak mencintai anda jadi ceraikan dia."


Ghazel menatap Airyn dengan tajam, sesaat Airyn merasa ciut dengan tatapan Airyn, tapi dia menepis itu semua ia harus berani untuk adiknya.


"Kalau saya minta anda menceraikan suami anda, apakah anda mau nona Airyn?," tanya Ghazel balik.


Airyn langsung menatap Ghazel nyalang,"Kau tidak berhak memintaku untuk menceraikan suamiku!, aku tidak akan mau!," Indah marah menujuk tepat didepan wajah Ghazel.


Ghazel tersenyun kecut, "Begitu juga saya!, dan anda juga tidak ada hak untuk mencampuri pernikahan saya!, satu lagi. Tanyakan pada Indah, apakah dia tersiksa dengan pernikahan ini?," ucap Ghazel.


"Anda juga harus sadar, jika anda bukanlah apa-apa, saya cukup berterima kasih karna dulu tidak menikah dengan anda, saya rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan, saya permisi."


"Apa kau pikir Indah mencintaimu?, ck!, itu tidak pernah tuan Ghazel!, Indah tidak pernah mencintai anda, jangan karna Indah perhatian dengan anda, anda menjadi kegeeran!, berkacalah, pantaskah kau dicintai?," teriak Airyn keras, dan itu berhasil membuat Ghazel berbalik arah menatap kembali Airyn.


"Kau tau, Aku meminta Indah berpura-pura mencintaimu, karna ingin balas dendam, karna kau sudah membuat keluarga kami hancur, terutama om Martin!, dan kau tau, Indah setuju akan rencana itu!, ah aku rasa rencana tersebut sudah berhasil, buktinya kau tidak ingin menceraikannya.


kau tau setelah berhasil membuat kau merasakan cinta Indah akan membuangmu, dan kau akan merasakan sakit yang tak pernah kau rasakan, apa kau sudah mencintai adikku?, sayang sekali, kau bukanlah tipe Indah, dan ya kau tau didalam ada pria seumuran dengan Indah, aku rasa mereka saling menyukai bahkan saat kuliah dulu Indah sering pergi dengannya."


"So. Ceraikan Indah, saya tidak sudi kau menjadi bagian keluarga Rauna!," Airyn langsung pergi meninggalkan Ghazel yang saat ini sedang, diam mencerna semua perkataan Airyn tadi, ada terselit luka dihatinya saat mengetahui fakta itu.


"Tidak, saya akan tanya langsung Indah, sampah itu pas--"


"Itu benar Ghazel," ucap Naysa, ia sejak tadi diam-diam mengikuti Ghazel dan Airyn, dan mendengar obrolan Airyn dan Ghazel, dan tentu saja ia sangat senang karna rencana yang ia jalankan berjalan mulus, satu panah kena dua sasaran.


Yap. Sasaran pertama, ia tidak perlu susah payah mengeluarkan Indah dari manssion Erlanga, nyatanya kakaknya sendiri yang membuat Indah keluar dari mansion tersebut, dan Naysa aman.


Sasaran kedua, hubungan Indah dan Ghazel akan regang, Naysa berharap mereka benar-benar bercerai. Itu akan menjadi keuntungan buat dirinya.


"Apa maksudmu Nay?," tanya Ghazel heran.


"Aku ada rekaman saat Indah mengatakan rencananya itu, aku berancana ingin memberitahukan mu, tapi..."


"Tapi apa?,"


"Indah mengancam ku Ghazel, ia berkata akan membuat kau mengusir ku dari rumah, jika aku memberitahukanmu. Dia juga mengatakan jika kamu akan menuruti permintaannya itu," ucap Naysa berpura-pura sedih.


Ghazel mengepalkan kedua tangannya, "Kenapa kau tidak memberitahukan ku Naysa?, kau tau aku tidak suka kebohongan!, kau tenang saja, aku akan membuat Indah menyesal! Karna mempermainkan keluarga Erlangga." Mata Ghazel menkilat marah.


Naysa menyeringai, sebentar lagi pikirnya.


'Tidak sia-sia aku mengarang cerita pada Airyn itu, bodohnya dia sangat mudah percaya, dan sendiri juga yang akan menghacurkan pernikahan adiknya,' Naysa membatin.


Flasback.


Setelah sampai di apartemennya, Naysa langsung menidurkan dirinya dikasur kamarnya, saat ingin memejamkan matanya, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan menampilakan notif pesan disana.


Naysa pun membuka pesan tersebut, senyumnya mengembang saat tahu siapa yang mengiriminya pesan.


"Baiklah, besok kita bertemu dikafe dekat apartemen kami," balas Naysa, setelah membalas pesan tersebut, Naysa langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


...«««...


Keesoknya, Naysa sudah duduk sambil menyeruput jus yang dia pesan tadi, sesuai janji kemarin, ia akan bertemu dengan salah satu keluarga rauna.


"Airyn!, sini," panggil Naysa, sambil melambaikan tangannya.


Airyn pun langsung tersenyum, dan menghampiri Naysa, "Maaf aku telat, kau sudah lama menunggu?," tanya Airyn tak enak.

__ADS_1


"Tidak apa, aku juga baru duduk, oh ya, kenapa kamu manggil aku kesini?," tanya Naysa to the point.


"Izinkan aku memesan minumanku dulu," kekeh Airyn.


"Aa..maaf kan aku," senyum Naysa.


Airyn pun memanggil writers cafe, dan memesan juss alpukat untuk dirinya.


"Maafkan aku, telah menganggu waktumu nyonya Erlangga, aku sengaja membawamu bertemu ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan," ujar Airyn.


'sesuai dugaan,' batin Naysa.


"Tapi kenapa?, bukankah kau tidak menyukaiku?, terlebih saat kau kerumah kami, terlihat jelas kau tidak menyukaiku," ucap Naysa, sambil menyeruput juss-nya.


"Itu kar--"


"Maaf, ini minumannya mba," pelayan tersebut mengantarkan pesanan Airyn.


"Terima kasih," balas Airyn.


Airyn kembali melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi,"Itu karna, ada hal yang ingin aku tanyakan, dan kurasa kau cukup bisa menjawab pertanyaan ku."


"Apa yang ingin kau tanyakan, sampai-sampai membuang rasa tak sukanya kamu ke saya seperti ini?," tanya Naysa. Ia cukup heran, pasalnya dia tau jelas jika kakak Indah ini tidak menyukainya, tapi yasudahlah, demi rencananya.


"Bagaimana perlakuan Ghazel terhadap adik saya Indah selama ini?, saya tidak terlalu percaya dengan suami kamu, maaf jika saya lancang," tanya Airyn.


Naysa berpura-pura berpikir, " Aku tidak tau bagaimana harus menjawabnya, satu sisi Ghazel adalah suamiku, tapi satu sisi aku juga ingin memberitahukan kebenaran ini," jawab Naysa dengan suara dibuat sesedih mungkin.


"Bisa kau katakan?, aku mohon Nay," ucap Airyn.


Naysa terdiam sesaat, matanya menatap Airyn dengan raut sedih dibuat-buatnya.


"Berjanjilah, berjanji kau tidak memberitahukan siapapun," ucap Naysa.


"Aku janji," balas Airyn tegas.


Airyn sangat tak terima dengan apa yang ia dengar, adik kesayangannya menanggis?, bahkan dirumah mereka Indah tidak pernah menangis kecuali nonton Drama korea.


"Aku akan menbawa adikku kembali, terima kasih Naysa," ucap Airyn.


"Tak masalah, kenapa kamu tidak bertanya sama mba Zahra, bukankah kalian cukup akrab?," tanya Naysa.


"Awalnya rencananya begitu, tapi aku tidak yakin Zahra mau memberitahukan, ia terlihat seperti istri yang penurut," balas Airyn.


"Ya, dia sangat baik," balas Naysa.


"Naysa maaf, aku pergi dulu, oranf rumah akan mencariku jika aku terlalu lama," ucap Airyn, ia beranjak dari duduknya mengambil tasnya, dan langsung pergi.


Setelah kepergian Airyn, Naysa tertawa cukup keras, "Sebentar lagi kau akan berakhir Indah, aku sangat tidak sabar," kekehnya.


Naysa pun langsung pergi, ia ingin berendam sebentar, tanpa Naysa sadari sejak tadi ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka, bahkan merekamnya.


"Kita mulai pertunjukan ini," seringai orang itu.


Flasback off.


Ghazel dan Naysa memasuki gedung acara, matanya menyipit melihat pemandangan yang tak mengenakan.


Entah ini kesialan untuk Indah, atau ini disebut keberuntungan untuk Naysa, pasalnya saat ini Indah sedang mengobrol dengan asik dengan seorang pria yang bernama Galih, teman kuliahnya, mereka cukup akrab dulunya.


Dengan langkah cepat dan wajah yang mengeras, Ghazel berjalan menghampiri Indah, bahkan Ghazel mengabaikan beberapa sapaan dari beberapa rekan bisnisnya. Naysa mengikuti Ghazel dari belakang senyumnya tak henti-hentinya mengembang.


"Tuan Gha--" ucap Han, ia


Ghazel mengangkat tanganya, menandakan jangan bicara, Han cukup heran dengan perubahan tuan-nya itu, terlebih tatapan mata tuannya, sangat berbeda.


Ghazel berhenti tepat diantara Indah dan Galih. Melihat kedatangan Ghazel, Indah tersenyum senang, sejak tadi ia mencari suaminya itu.

__ADS_1


"Mas, kemana aja sih?, oh ya kenalin ini Ga--"


Aw! Pekik Indah, Ghazel mengenggam erat pergelangan tangan Indah.


"PULANG!," titah Ghazel.


"Tapi mas, kan acaranya belum se--"


"INDAH PULANG!, ATAU KAMU MAU SAYA PERMALUKAN DISINI!" teriak Ghasel nyaring.


Teriakan Ghazel berhasil mencuri semua antensi semua para tamu disana, termasuk kedua keluarganya, musik yang menemani alunan dari acara tersebut mendadak berhenti.


Indah terkejut Ghazel berteriak didepannya, tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis.


"Bisa pelan ngak ngomongnya," cetua Galih kesal.


"Diam kamu!, atau mau saya bikin sengsara jika ikut campur!," ancam Ghazel.


"Nak Ghazel, ini ada apa?," tanya Agung heran.


"Hentikan acara ini sekarang!, saya tunggu dikediaman anda!," titah Ghazel.


Ia pun menarik paksa tangan Indah, "Mas, sakit" ringgis Indah.


"Han!, bawa keluarga saya dikediaman Agung Rauna!,"


"Baik tuan,"


Para tamu terdiam, dan saling bertatapan, mereka sungguh penasaran apa yang terjadi, bahkan ada beberapa yang berbisik-bisik mengenai kejadian tadi.


Tak puruknya Airyn yang sejak tadi diam, mengepalkan tangannya, gara-gara monster itu pesta ayahnya terganggu.


"Sebaiknya kita cepat pulang," ujar Agung.


"Tapi yah, bagaimana acara ini?," tanya Ana.


"Apa acara ini lebih penting dari putrimu?," sarkas Agung.


"Lolita urus pesta ini," titah Agung. Lolita pun mengangguk patuh.


Diperjalanan pulang Ghazel mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, Indah bahkan memejamkan kedua matanya, karna takut.


"Mas pelan-pelan aku takut," teriak Indah memejamkan kedua matanya, tangannya sudah bergetar.


Bukannya semakin pelan, Ghazel malah semakin menambah kecepatan mobilnyanya, kemarahannya mengalahkan akal sehatnya.


Sedangkan Indah merasa sangat ketakutan, ia takut dengan Ghazel saat ini, ia tak tau apa salah dirinya, bahkan Indah merasa tadi mereka baik-baik saja.


Sebenarnya apa yang terjadi itulah pertanyaan yang berputar dikepala Indah, ia sangat takut saat ini.


...««Bersambung»»...


Haii..im back!


Gimana menurut kalian chapter ini?


Sesuai dugaan pasti ada konflik, yapss! aku kasih konflik biar ngak bosan hihi..


Karna sebentar lagi penghujung Ending, jadi mau bikin ehmm...


Jangan lupa; Like, komen dan masukin rak ya.


Ayokk dok rameinn.. sepii


bisa kok kalian rekomendasiin cerita ini pada sesepuh, tentangga, teman, sahabat dan Manusia yang tentunya suka BACA!! ʕ•ﻌ•ʔ


MAKSA NIH!!!

__ADS_1


Satu lagi, Staysafe ya buat kalian semua, soalnya lagi musim demam, Uci aja sampe deman, jangan keluar rumah kalau ngak ada keperluan, pakai masker tentunya, soalmya saudara Corona udah ada→_→


__ADS_2