
...---------Selamat membaca----------...
Acara resepsi pernikahan Airyn bejalan meriah.
Agung berjalan kearah,dimana Ghazel sedang duduk, ia berencana membicarakan tentang pernikahan yang di rencanakan Ghazel, ia ingin membatalkan itu.
Ghazel sudah melihat dari jauh jika Agung akan menuju ke meja mereka.
Agung berada tepat di depan Ghazel, mereka hnaya di pisahkan oleh meja. "Kau datang?" ujar Agung, menarik bangku duduk di depan Ghazel.
E
"Menurutmu?"
Agung menunduk, menatap ke arah Ghazel, berserta Han, "Ada yang ingin aku sampaikan" ujarnya.
Ghazel menatap Agung, menunggu kelanjutan dari ucapan Agung. "Aku ingin kau membatalkan pernikahan mu dengan Indah" ujar jelas,
"Bisa kita bahasnya nanti?,aku sedang ingin menikmati pesta ini" ujar Ghazel menatap datar kearah Agung.
Ghazel lalu mengalihkan pandangannya dari Agung, dia seolah-olah tidak memperdulikan kehadiran Agung.
Sedangka Han, sejak tadi hanya diam, tanpa ikut campur kecuali namanya di panggil Ghazel.
Merasa di abaikan, Agung langsung pergi, menghampiri tamu-tamu yang lain.
...…...
Aurel sejak tadi memperhatikan Indah, mata nya memancing tajam kearah Indah.
Indah yang awalnya, tidak perduli lama-lama menjadi risih.
"Kenapa sih?" sinis Indah.
Aurel medekat kearah Indah, langsung berkata, "Lo ada apa sama om-om itu?" tanya nya selidik.
Indah yang duduk, sambil memakan kuenya, langsung menoleh heran kepada Aurel "maksud lo?" tanya bingung.
"Maksud gue, lo sama om Ghazel atau apalah nama nya itu,ada apa sih, kok dia natap lo gitu amat tadi?"
Indah langsung diam, menatap kearah depan, "Apaansih lo, ngak jelas, udahlah gue mau ke sana aja" Indah, langsung berdiri dari tempat duduknya, pergi ntah kemana.
Aurel melihat Indah pergi, menatap intens kearah Indah, yang berjalan menjauh, "Mencurigakan!" gumannya, "Atau jangan-jangan Indah benaran suka sama om-om lagi" ujar nya kaget menutup mulutnya pakai tangan.
"Eh, tapi kalau om-om nya kayak om Ghazel ngak apa-apa deh" kekehnya lagi.
...……...
Ghazel berbicara sesekali melirik ke arah gadis yang berdiri jauh di depannya, pandangan yang sangat sulit di artikan, Han yang melihat arah pandangan tuannya, "Tuan, apa saya perlu panggilkan nona Indah?" tanyanya pelan.
Ghazel langsung menatap Han tajam,"tidak perlu!" jawabnya tegas.
"Aku dengar kau membantu banyak,keperusahaan pak Agung" tanya orang itu.
Ghazel mengangkat gelasnya,sambil memainkan gelas tersebut. "tidak juga" jawab nya acuh.
Orang tersebut tertawa kecil," apa yang anda dapat tuan Ghazel, saya tau anda tidak akan memberi jika tidak medapatkan sesuatu." ujar orang tersebut,
"Kau tak perlu tau!" ujar Ghazel acuh, dia sangat malas berbicara dengan orang yang ingin tau tentang urusannya. dia pun langsung pergi menjauh dari sana, di ikuti Han.
Tamu yang hadir kepesta pernikahan Airyn dan Bima,sedikit demi sedikit pulang dari sana, termasuk keluarga Bima juga sudah kembali ke diamannya masing-masing,
Sisa lah keluarga Agung, dan kedua orang tua Bima, yang juga ikut menginap di hotel tersebut.
"Kapan ini benar-benar selesai Han?" tanya Ghazel malas, dia duduk sambil memperhatikan orang-orang yang berpamitan, dan ada juga yang berfoto bersama si pengantin.
"Mungkin sebentar lagi tuan, apa anda mau mengobrol dengan suadaranya nona Indah, yang disana?" tanya Han, sambil melihat kearah yang dia maksud.
Ghazel mengikuti arah dari pandangan Han, dan dia hanya memasang wajah malas,"tidak perlu" jawabnya lagi. "mereka seperti menghindariku saja" sambung nya.
...…...
Anton sejak tadi sudah melihat Ghazel, ingin rasanya menemui orang itu, tapi dia sangat tak ingin berbicara dengan orang itu, "Ck!,kenapa dia ngak balik-balik sih" gumanya tak suka.
Saat semuanya sibuk dengan sesi foto, Indah yang sejak awal tidak mood untuk ngapa-ngapain memilih pergi dari sana, saat ingin berjalan kearah taman hotel, mata Indah dan Ghazel tak sengaja bertemu, membuat Indah kalang kabut dan langsung berlari pergi.
Ghazel menyeringai, saat melihat tingkah Indah.
__ADS_1
"Han, temui gadis itu, katakan jika kita ingin bertemu dengan seluruh anggota keluarganya" perintah Ghazel cepat.
"Baik tuan"
Han langsung pergi, kearah tempat yang di tuju oleh Indah, saat memasuki taman, Han sudah melihat keberadaan Indah, yang dududk dengan kepala melihat kearah tanah,
"Hmm" Han,yang sudah berada di sampinh Indah,
"Astagaa!, sekretaris Han, kau mengagetkan ku saj!" marah Indah, sambil mengusap dadanya pelan.
Han diam tak merespon, "Tuan Ghazel, akan segera bertemu orang tua anda setelah acara selesai, siapkan diri" ujar Han, setelah itu dia langsung pergi, tanpa menunggu pertanyaan maupun jawaban Indah.
Indah yang ingin menjawab, hanya mengangga, melihat kepergian Han, "Astagaa, aku aja belum bicara" ujarnya, pelan.
Indah diam, pikirannya sangat kacau, dia takut bagaimana reaksi bunda nya setelah tau, dan bagaimana menjelaskannya sama semuanya. "Apa aku kabur?" gumannya pelan, "tapi ayah bagaimana?, yaampun kenapa sekarang sih!," ujarnya, sambil memegang kepalanya.
Tak terasa sudah 30 menit Indah di taman, dan sekaramg sudah jam 9 malam, pestanya sudah selesai,
Han sendiri sudah memberitahukan Agung lewat Roni jika mereka ingin bicara, tentu Agung tau dimana arah pembicaraan itu, dia sangat tidak siap.
Agung juga sudah memberitahukan keluarganya untuk berkumpul di ruangan keluarga khusus di hotel itu, mereka hanya menunggu Indah saja.
Indah memasuki hotel, dan langsung naik di kamarnya. saat ingin menaiki lift, ntah sial atau apa, dia malah satu lift dengan Ghazel dan Han, karna saat memasuki lift dia menundukan kepalnya, jadi ia tidak terlalu fokus.
Indah diam seribu bahasa, rasanya dia ingin mati detik itu juga, sejak tadi Indah sudah berusaha menjauh dari laki-laki yang akan menjadi suaminya itu, tapi sekarang mereka dalam satu lift.
"Anda mau kemana?" tanya Indah memberanikan diri.
Ghazel hanya diam, begitupun Han,
Indah langsung terdiam lagi, dia benar-benar di abaikan, saat pintu lift terbuka, Indah langsung keluar, begitu juga Ghazel dan Han.
Kok dia ke arah kesini juga? -Indah, indah mempercepat langkah nya, saat sudah di depan ruangan yang di maksud, ia mengetuk pintu, dan langsung masuk.
Di dalam sana semua orang sudah berkumpul, terkecuali Airyn, karna Agung tidak ingin Airyn, merasa bersalah, dia tidak ingin merusak kebahagian putrinya itu.
Indah langsung pergi mendudukan dirinya tepat di samping kakak nya Jennie dan Sarah.
"Kita semua udah kumpul yah" ujar Anna, pada suaminya itu.
"Belum, masih ada lagi" ucap Agung. Mereka semua saling pandang, " kak Airyn belum" ujar Aurel,
Indah hanya diam, dia sudah mengerti sekarang.
Pintu terbuka, menampilkan sosok dengan aura yang kuat, siapa lagi kalau bukan Ghazel.
Tentu kedatangannya menjadi tanda tanya besar untuk mereka yang belum tau kebenarannya.
Ghazel menatap lurus, berjalan kearah mereka, dan ikut mendudukan diri disana. sedangkan Han, berdiri di samping Ghazel.
"Kami sudah disini semua" ujar Agung.
Ghazel hanya diam, memperhatikan satu persatu orang yang di sana, dia menyeringai kecil. "silahkan di mulai" ucap Ghazel.
Agung diam, lidahnya serasa kelu untuk bicara,
"Mulai apa?" tanya Anna, dia melihat kearah suaminya, dan beralih ke Ghazel.
Suasana berubah, hening, mereka saling pandang, perasaan tidak enak mulai hinggap di hati Anna, jujur dia tak ingin keluarganya terlibat dengan orang di depannya itu, tapi apalah daya semuanya tidak ada yang tau.
"Saya beri 20 menit, beritahukan semuanya" ujar Ghazel, "atau saya yang-" belum sempat ucapannya selesai sudah di potong oleh Alex.
"Biar saya saja." ucapnya cepat,
Alex menarik napasnya kasar dan menhembuskannya, dia mulai menceritakan semuanya, tanpa ada satu pun yang terlewatkan, Anna, Jennie, Sarah, dan Aurel syok mendengar cerita dari Alex,
Mereka menatap ke arah Agung, seperti meminta kejelasan apakah ini benar, dan Agung hanya mengangguk.
"Begitulah ceritanya" ujar Alex.
"Sepertinya kalian masih belum tau kelanjutannya" seringai Ghazel.
Mereka melihat ke arah Ghazel, "Baiklah, untuk yang ini biar Han saja yang memberitahukan kalian" senyum Ghazel. langsung melihat kearah Han.
"Apa yang di sampaikana pak Alex benar adanya, tuan Ghazel dan pak Agung, sepakat untuk menjalin kerjasama, dan tuan Ghazel menawarkan untuk pak Agung menjadikan dia menantu di rumah kalian, dengan begitu tuan Ghazel akan membantu semuanya, dan memberikan Ressort itu kembali, dan pak Agung setuju, kami memberikan waktu 2 minggu untuk ia memutuskan siapa yang ia nikahkan dengan taun Ghazel."
"Cukup!" potong Anna, ia menatap marah kearah suaminya, "Kau menjual putri mu?,demi perusahaan?,di mana pikiran mu?" ucap Anna,
__ADS_1
"Aku tidak menjual siapapun!, tolong mengerilah Anna, hutang ku sangat banyak, perusahaan kita anjlok, banyak karyawan yang belum aku gaji,aku belum memutuskan siapa yang menikah!" ucap Agung frustasi.
Ghazel hanya diam, melihat perdebatan mereka,
"Bisa saya lanjutkan?" tanya Han, dan Agung mengangguk.
"Awalnya putri anda yang bernama Airyn yang ingin, tuan Ghazel nikahi-"
semuanya kaget, menatap Han, dengan mata yang sudah berair,
"Putriku Airyn sudah menikah, tentu anda tau itu, sekarang anda pergi!" ujar Anna, berdiri mengusir Ghazel dan Han.
Ghazel tersenyum kecil, "Ini belum selesai Ny, Agung" seringai Ghazel.
Anna langsung mematung, Anton berdiri membawa bundanya kembali duduk.
Han melanjutkan kembali ceritanya, "Tapi tanpa di sangka salah satu putri anda,datang langsung menawarkan diri nya, dengan alasan supaya kakaknya tetap bahagia"
Semua nya kembali di kejutkan, semuanya memandang ke arah Aurel dan Indah, tentu saja Aurel langsung mengeleng mengatakan bukan dia, dan langsung terpusat ke Indah, Indah hanya menanggis sambil menunduk,tak berani menatap bunda nya.
"Indah" panggil Anna, "itu bukan kamu kan nak?" tanya Anna lagi.
Indah diam, "Indah!,jawab bunda!" bentak Alex. sedangkan Jennie mengenggam tangan adik iparnya erat.
"Maaf" itu yang berhasil keluar dari mulut Indah.
"Apa yang kamu pikirkan dek?" tanya Anton marah,
"Ayah, kau sudah tau?" tanya Alex, dengan pandangan kosong "Iya, ayah tau" jawab Agung.
Alex menjatuhkan dirinya ke lantai,
"Indah, ngak mau pernikahan kak Airyn batal, kak Airyn sangat cinta dengan bang Bima, dan Indah juga sedih lihat ayah, ayah tidak tau apa-apa, Ini keputusan Indah sendiri" isaknya.
"Indah kau akan menikah, MENIKAH! kau paham?" ucap Anna marah.
"Tolong jangan bicara kasar dengan calon istri taun Ghazel" peringati Han.
"Aku tak akan pernah mengizinkan putriku menikah dengan tuan mu itu!" ucap Anna, menunjuk ke arah Ghazel.
"Putriku sendiri yang ingin kau menikah dengan nya, aku tidak pernah memaksanya" ucap Ghazel menatao tajam kearah Anna.
"Ghazellll!,ku bunuh kau!" teriak Alex, yang berdiri meraih kerah baju Ghazel.
Ghazel hanya menyeringai, "perlakuan kalian ini, akan berdampak pada Indah, jika kalian kasar, akan ku pastikan dia tidak akan tenang" ucap Ghazel menatap Alex,
dengan emosi Alex, balik menatap tajam Ghazel, "aku tidak pernah takut padamu!" ujar Alex.
"Tentu kau tak perlu takut padaku, aku bukan tuhan, yang perlu kau takuti hanya masa depan adikmu" bisik Ghazel.
"Alex cukup!" lerai Agung.
"Ini salah ku,seandainya aku tidak meminta pertolongan padanya, ini tidak akan terjadi" ucap Agung.
Ghazel melemparkan map yang berisikan perjanjian antara dia dan Indah," itu kesepakatan yang Indah buat, sudah di tanda tangani, aku kesini bukan untuk meminta restu dari kalian, karna bagaimanapun dia akan tetap menikah dengan ku, dan ingat sudah di tandatangani dia atas matrai, jadi jangan main-main, oh satu lagi, pernikahan akan di adakan 1 minggu dari sekarang, semua sudah siap" ucap Ghazel langsung berdiri, dan pergi.
Anna mengambil map itu, tangan nya bergetar, membuka isinya, dan benar di sana sudah ada tanda tangan putrinya, dia menutup mulutnya terisak.
"Bunda," panggil Sarah,
Anna tidak menghiraukan panggilan Sarah, dia berdiri berjalan kearah Indah.
Indah menatap Ibu nya, takut sedangkan Aurel sudah menanggis sejak tadi, di pelukan Jennie,
"Apa yang harus bunda lakukan ndah?" isak Anna, bersimpuh ke kaki Indah.
Indah langsung menunduk mengangkat bundanya, "maafkan Indah bund, Indah hanya tak ingin kak Airyn terpuruk lagi" ucap Indah, menanggis.
"Kak Airyn, kak Airyn teruss!,kapan kak Indah pikirkan bahagia kakak?" teriak Aurel marah, "Apa ini yang buat kak Indah murung?" tanya Aurel.
"Dek, kamu pergi dari sini, menjauh lah dari Ghazel, kakak akan atur semuanya" ujar Anton.
Indah menanggis sejadi-jadinya, seakan menumpahkan semua bebannya lewat air mata, Anna hanya memeluk putrinya itu erat. "Bunda, Indah benarkan?" isaknya.
Agung hanya diam, dia benar-benar hancur sekarang.
Malam itu mereka hanya menanggis, seperti mimpi buruk untuk semuanya.
__ADS_1
Indah kembali kekamarnya, dengan diiringi Aurel, dan Anna memilih tidur bersama Indah dan Aurel, dia benar-benar marah dengan suaminya.
Mereka tidur dengan airmata yang belinang. semua bahagia mereka seakan direnggut detik itu juga.