IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
CHAPTER ¦ 104


__ADS_3

Enjoy Guys!


Seperti yang diperintahkan Ghazel beberapa saat tadi untuk segera menganti pewangi ruangannya. Han meminta OB kantor segera membeli pewangi yang tuan nya sarankan tadi.


Han masuk keruangan Ghazel dengan menenteng beberapa aneka wangi pengharum ruangan tersebut.


"Tuan, ini saya sudah bawakan berbagai jenis pengharum ruangan" Han meletakan pengharum tersebut dihadapan Ghazel.


Ghazel menatap serius benda di hadapannya itu, tangannya mengambil satu persatu pengharum ruangan tersebut dan menciumnya.


"Hemm...bau-nya sangat buruk!"


Aku harap tuan tidak lupa, jika saat ini kantor dalam masalah. Dia lebih mementingkan benda sepele itu, batin Han.


"Siapa yang menciptakan bau seburuk ini!" pengharum ruangan yang ketiga Ghazel lempar.


"Hoek...!" lemparan ke empat.


"Tuan anda baik-baik saja?"


"Apa aku sedang terlihat sekarat?" jerling Ghazel.


"Lumayan, tapi terlalu pekat!" lemparan ke-lima.


Ghazel mengambil pengharum botol pink, strawberry blossom. "Aahh...akhirnya, Han! Pasang ini, seluruh penjuru kantor harus wangi ini!" Ghazel memberikan botol tersebut pada Han.


"Ini wangi wanita" guman Han, sialnya masih di dengar jelas oleh Ghazel.


"Apa disana tertulis khusus untuk wanita?" Ghazel menatap ****** Han.


"A..aa tentu saja tidak tuan," Han dengan cepat memasangkan pengharum ruangan tersebut.


Jika boleh jujur, Han tidak menyukai wanginya yang terkesan feminim.


...


Selesai melakukan pengeledahan pihak polisi langsung pergi begitu saja.


Entah mereka dapat atau tidak bukti itu Ghazel tidak perduli.


"Han keruangan kontrol sekarang" perintah Ghazel menelpon Han. Sekretarisnya itu sedang memberikan intruksi pada seluruh OB kantor Ghazel untuk segera menganti pewangi setiap sudut ruangan kantornya.


Tentu saja mereka heran dengan perubahan selera boss-nya itu.


....


Ghazel duduk diruang kontrol, matanya menatap lekat komputer yang berjejer rapi didepannya.


Ruangan kontrol milik Ghazel berada di balik ruangan kerja-nya. Hanya Han yang tahu.


Di Ruangan ini Ghazel mengetahui setiap beluk dan kelakuan para rekan kerjanya, akses yang tidak pernah putus. Tepat mencari tahu hal-hal yang tidak bisa orang lain tahu.


"Panji sialan!, kau ingin bermain dengan ku heh?" seringai Ghazel.


Ghazel sudah tahu, jika yang dulu ia tangkap bukanlah Panji, melainkan saudara kembar Panji yaitu Pandu.


Panji lah yang menyebabkan Naysa dan El putranya kecelakaan dulu, dan sialnya Panji di bantu oleh putranya William, yang dulu sempat menyamar menjadi bodyguard nya.


Sedangkan Pandu, hanya orang bodoh yang di manfaatin Panji.


"Setelah urusanku selesai, kalian semua akan aku hukum manusia hina." Ghazel menatap satu persatu foto yang ia pasang di bagan rencananya.


Untung saja Naka salah satu teman kerja-nya mau membantu penyelidikan Ghazel, dan Pandu ternyata masih ada kaitannya dengan Naka temannya itu.


"Tuan," Han baru saja sampai.


"Han, apa kaun sudah memberitahukan mereka semua?"


"Sudah tuan, mereka masih dalam perjalanan. Tapi saya rasa untuk yang berada di luar negeri-"


"Pertemuan dilakukan besok, mereka semua harus datang!" potong Ghazel.


What the...izinkan Han berteriak sekali saja! Please...


"Baik tuan, saya akan menginfokan pada mereka."


"Han..belikan saya makan manis!"


"Hah!"


"Kau tuli?, makan manis saya ingin makan itu sekarang!" titah Ghazel.

__ADS_1


"Baik tuan" Han kembali di buat aneh.


Sejak kapan tuannya itu menyukai makan manis?


Terlebih itu es cream?, dan cake brownis?


Apa tuannya terbentur saat penerbangan?.


Han mulai khawatir.


..._______________________________________...


Indah menatap pantulan wajahnya di kaca. mata sembab dan berkantung menghiasi lingkaran matanya.


Mau sebanyak apapun ia menangis hasilnya akan tetap sama saja. Akhirnya Indah memutuskan untuk menerima kehadiran bayi yang masih berbentuk gumpalan dari di perutnya itu dengan senang hati.


Dan menyerahkan segala urusannya dengan Ghazel pada tuhan.


"Kamu ngak mau apa-apa nak?" ucap Indah menatap perutnya.


"Menurut mbah Google, orang hamil akan mengidam, dan mengalami mual di pagi hari. Tapi kok aku ngak ya?" menolognya.


"Apa harus dekat mas Ghazel?" Indah mengeleng cepat. "Engak! Mana bisa! Lagi marahan. Maafin mama nak"


"Tapi aku penggen teh!, sama opor ayam mama Karlina" cicitnya pelan. "Gimana ya?"


"Kak!" Aurel masuk kamar Indah. Membuat Indah menoleh cepat kearah Aurel.


"Iya?"


"Aku bawain mangga muda, mau?" cenggir Aurel.


Indah mengeleng, "Ngak suka" Aurel mengangga, biasanya orang hamil akan suka dengan mangga muda. Contohnya kak Airyn nya dulu.


"Serius?" Aurel kembali memastikan.


"Dua rius!" balas Indah.


"Sekarang lo bilang, lo mau apa?" Aurel mejadi sosok yang siap sianga.


"Teh angget" cengir Indah.


"Siang bolong gini?" Indah mengangguk pelan.


Anak sultan masa ngidam teh sih, kalau gue minta jet pribadi, mobil, bang Ghazel kan kaya!, aaahh andai aja bang Ghazel ada disini, batin Aurel merasa kasihan dengan Indah.


Disisi lain.


Indah terus memandang kemeja Ghazel, "Penggen opor!" renggutnya.


"Ini teh nya" Aurel masuk dengan tersenyum sambil membawa secangkir teh.


"Ini teh apa?"


"Ya teh," ucap Aurel.


"Aku mau teh melati Rel" ungkap Indah.


"Hah?, teh Melati?. Kenapa lo ngak bilang sih?" renggek Aurel.


Indah mendadak lesu, matanya mulai berair, "Maaf ngerepotin kamu rel, hiks!"


Aurel kelimpungan, mood orang hamil memang seperti ini ya?.


"Kak, aku ngak bermaksud gitu, maksud aku kalau kakak bilang dari awal, aku bisa beli. Soalnya kita kan ngak ada teh melati" jelas Aurel.


"Ada kok, dulu aku bikinin mas Ghazel pakai teh melati"


"Udah habis kak" Aurel menatap Indah tidak enak,


Aurel baru ngeh kakaknya itu lagi rindu mungkin dengan suaminya.


"Ngak usah Rel, mending sekarang kamu cariin aku Opor ayam"


"Hah?"


"Buruan!"


"Oke kak" Aurel berlari keluar.


..._________________________________________...

__ADS_1


"Jadi menantu saya sedang hamil?"


"Iya nyonya Karlina" jawab orang itu.


"Terima kasih, atas kabar baiknya ini. Saya akan bikin Ghazel kembali pada menantu saya Indah."


"Kalau begitu saya tutup"


"Oke" Karlina tersenyum senang. Ingin rasanya ingin segera pergi ke Bali menemui menantunya itu.


Tapi ia urungkan, akan lebih baik ia menyambut kepulangan menantunya itu.


"Han..aku akan memberitahukannya"


...__________________________________...


Ghazel sudah berada di kediamanya, Mansion Erlangga.


Semula tidak ada yang aneh dengan rumahnya, tapi setelah di telaah lebih dalam. Ghazel menemukan fakta bahwa mama-nya tidak ada dirumah, Naysa dan Zahra diam-diaman, dan Lydia adiknya juga nampak sedih.


"Apa terjadi sesuatu saat tidak ada saya?"  saat ini sedang duduk diruangan keluarga, menatap selidik kearah tiga wanita di hadapannya itu.


"Ti-tidak ada kak" jawab Lydia terbata.


Tentu saja Ghazel tidak percaya, heh! Ghazel sudah mengetahui banyak karakter orang, bahkan dia sudah hafal setiap karakter oranh-orang terdekatnya.


Dengan raut wajah di tekuk apakah benar tidak terjadi apapun?.


"Naysa? Zahra?"


Yang besangkutan langsung menatap Ghazel serempak, "Tidak ada" balas mereka kompak.


Ghazel semakin curiga.


"Han!"


"Iya tuan"


"Saya tahu, kamu pasti mengetahui hal yang tidak saya ketahui, jadi bisa kau beritahukan Han?"


Oke. Naysa, Zahra dan Lydia, melupakan sosok Han, sekretaris serba tahu itu.


"Baik tuan"


"Nyonya Karlina pergi dari rumah, karena nyonya muda Indah tidak kunjung pulang, beliau mengatakan akan kembali jika nyonya muda bersedia pulang juga, dan saat ini nyonya Karlina berada di Yogykarta. Untuk masalah antara Nyonya Naysa dan Zahra....


Nyonya Naysa marah dan menuduh nyonya Indah dalang dari permasalahan yang terjadi, bahkan nyonya Naysa mengatakan nyonya Indah SIAL!, mendengar itu nyonya Zahra tak terima ia marah. Untuk nona Lydia...mungkin dia sedang rindu nyonya besar, dan kalut akan kondisi keluarga." jelas Han.


Lydia takjub, Han sangat luar biasa.


"Hanya itu?"


"Ada lagi tuan"


"Apa?"


"Ini terkait kejadian yang lalu" Ghazel menatap tidak mengerti.


"Alasan kenapa nona Airyn meminta anda menceraikan nyonya Indah." jelas Han tersenyum kecil.


Naysa mendadak pucat, apa-apan ini?


"Ghazel tidak bisakah kita bahas ini besok?, kamu pasti lelahkan?"


"Lanjut Han!" ucap Ghazel mengabaikan ucapan Naysa. Memang Ghazel sudabmh berniat untuk membereskan segala permasalahan di rumahnya itu.


"Saya sudah menyelidiki....- Fakta bahwa nyonya Indah....


...______________________________________...


Sampai kapan kau gantung cerita cintaku? Hingga....kalian bosan?


Dan mengeluh...


Terus bilang," kelamaan update, ceritanya jadi tengelam...


Dikira ini titanic...


Next..


Saya serahkan rating cerita pada pembaca yang budimalas.

__ADS_1


©DreamNight ft CK®™


__ADS_2