
Enjoy guys!
Han mendengus pelan. Ingin marah tapi....sudah lupakan saja. Ia hanya bisa mengelus dada SABAR!.
Kalian mau tahu apa yang terjadi?.
Ingat Indah minta belikan es cream saat di bandara tadi?. Nah saat di dalam perjalanan pulang tadi Han berhenti tuh di supermarket untuk beliin Indah es cream.
Sebelum turun Han sempat menanyai tuan-nya itu, apakah mau sekalian dibelika. Ghazel jawab engak.
Oke, Han akhirnya hanya membelikan Indah.
Es cream pesanan Indah, rasa Vaila dan strawberry.
Han belikan sesuai pesanan ia belikanlah beberapa bungkus.
Udah selesai membayar Han langsung menuju mobil, setelah masuk ia berikan es cream tersebut pada Indah.
Awalnya baik-baik saja, Indah pun makan es cream dengan hikmat sepanjang perjalanan. Nah...tiba-tiba Ghazel kepingin. Dia makanlah es cream Indah dan Indah ngamok! Karena yang dimakan rasa Vanilla, rasa kesukaanya dan itu tingggal satu.
"Tadi Han undah nawarin, mas kenapa ngak mau?, malah makan punya aku!" omel Indah.
"Tiba-tiba kepinggin" balas Ghazel.
"Kepinggin juga harus sadar dong! Itu es creamnya mas makan sekali dua loh!" ketus Indah kesal.
"Nanti beli lagi"
"Engak bisa gitu!"
"Bisa!"
"Mas ya, suka banget bikin orang emosi! Makannya kalau di tawarin jangan gengsi!, kan kasihan Han belinya."
Han diam. Han batu. Han tidak tahu apapun. Han ingin segera sampai. Han lelah. Telingga Han ikut lelah.
"Nanti saya belikan lagi nyonya" ucap Han, berniat mengakhiri perdebatan unfaedah tuan dan nyonyanya ini.
"Engak Han, pokoknya mas Ghazel yang harus tanggung jawab!"
"Saya sudah tanggung jawab"
"- dengan nikahin kamu saya sudah tanggung jawab"
"Beda konteks ya mas! Tolong! Es cream aku mas!"
"Besok saya belikan pabrik es cream kalau perlu"
"Engak mau! Balikkan es cream tadi! Kan yang ngidam aku"
"Es creamnya sudah menyatu dengan lambung dan usus saya, kamu saya lepehin?"
"ewwh.. Mas jorok!"
"Aku mau nasi padang"
"Han sing-"
"Aku mau mas yang beli, kan mas bapak anak ini bukan Han"
"Maksudnya biar Han cari tempat nasi padangnya Indah, nanti saya yang belikan"
"Tetap aja Han kan yang nyarinya?, mas mah!"
"Kitakan satu mobil, jadi waj-"
"Terserah,"
Ghazel langsung terdiam. Ternyata orang hamil mengerikan!.
...
Sampai didepan rumah makan nasi padang. Ghazel langsung keluar untuk membelikan Indah pesanannya.
"Nasi lengkap loh mas" teriak Indah dari dalam mobil.
Ghazel hanya mengangguk.
Dapat dilihat jika warung nasi padang tersebut cukup ramai. Banyak pasang mata melihat kearah Ghazel, terlebih kaum wanita.
Dan itu tak luput dari pandangan Indah, karena sejak tadi Indah melihat dari dalam mobil mereka dengan keca mobil sudah terturun habis.
"Sengaja tuh tebar pesona!" gerutu Indah.
Lagian siapa juga yang tidak heran, jika melihat seorang Ghazel Erlangga membeli nasi padang dan rela mengantri?.
Di tambah beberapa mobil bawahan Ghazel yang sudah terpakir rapi menunggu sang tuan.
"Tuan Ghazel ternyata nurut juga ya sama Nyonya muda" ucap salah satu pengawal Ghazel bernama Adito.
"Pastilah, aku dengar Nyonya muda lagi hamil" balas Nanang pengawal lainya.
...
Ghazel datang dengan meneteng dua kantung kresek berukuran besar. Sebelum ke mobil istrinya, Ghazel memberikan satu kresek besar pada salah satu bawahannya, ia hanya mengambil tiga bungkus.
"Bagikan" titahnya.
Mereka semua mengangguk senang. Ini yang mereka suka dari tuannya ini tidak pelit soal makan.
"Sudah tebar pesonanya" ketus Indah, saat setelah Ghazel masuk mobil.
"Ini nasi padangnya," Ghazel mengunjukan sebungkus nasi padang pada Indah dan Han.
"Han jalan,"
"Aku nanya loh mas, udah tebar pesonannya?" geram Indah.
"Saya ngak tebar pesona, saya beli nasi padang" balas Ghazel.
Indah mendengus kesal, "sama aja! Orang-orang liatin mas! Apalagi cewek-cewek tadi!"
"Wajar dong mereka lihat, sayakan manusia. Kalau mahluk halus baru mereka ngak liat saya"
Han mengelum senyumnya, ingin tertawa tapi....
"Kok malah belain mereka!, ishh.."
__ADS_1
Ghazel diam, ia hanya tidak habis pikir dengan perubahan sikap Indah.
_________________________________________
Sampai di Mansion, Indah di sambut hangat oleh seluruh penghuni mansion.
Karlina langsung memeluk Indah kala melihat kedatang Indah.
"Duduk dulu yuk!" ajak Karlina mengandeng Indah.
Zahra ikut bahagia melihat kepulangan Indah, ia sangat merindukan Indah.
"Gimana kabar kamu nak?" tanya Karlina, saat mereka semua sudah duduk.
"Baik ma," jawab Indah tersenyum.
"---Kandungannya?"
"Puji tuhan baik ma,"
Suasana sedikit cangung, tapi sekaligus merasa bahagiaa.
Cangung saat mengingat sikap mereka tempo lalu, dan bahagia karna berkumpul kembali meski minus Naysa.
......
Karlina mengelus pelan kepala Indah, wanita paruh baya itu baru saja mengantarkan juss mangga pada Indah.
"Terima kasih ma," ujar Indah saat mengambil alih gelas yang berada ditangan mama mertuanya itu.
"Sama-sama, jika kamu perlu sesuatu bilang mama ya." Indah mengangguk patuh sebagai balasan dari ucapan Karlina.
Mengingat ini adalah cucu pertama dari Ghazel, membuat Karlina sangat over pada Indah. Meski kelak posisi El tetap cucu utama tetap saja kan, El bukanlah darah daging Ghazel.
Bukan hanya Karlina Ghazel pun demikian ia bahkan menyiapan pelayan tambahan untuk istrinya itu. Secuil pun Indah dilarang untuk menyentuh hal-hal berat. Bahkan hanya sekedar mengambil air minum dilarang.
Sakin overnya Ghazel bahkan tadi meminta Weli salah satu pelayanya untuk membantu Indah mandi tadi pagi dan itu di tolak menatah-metah oleh Indah
Oh, ayolah Indah bukan sedang sakit keras heh!.
Dia sedang hamil, ibu hamil juga perlu banyak gerakkan?. Indah juga tahu batasanya elah!.
Seperti pagi ini, sebelum berangkat kekantornya Ghazel sudah banyak memberikan petuah dan larangan, tidak boleh inilah, tidak boleh itulah. Jika di bukukan mungkin udah bisa dicetak dan dijual belikan! Bercanda.
"Ingat jika ingin sesuatu, kamu tinggal tekan tombol ini dan pelayan akan dateng. Jangan sendiri, misalnya ada apa-apa segera telpon saya. Kamu dengar Indah?" jelasnya pada Indah sekaligus bertanya
Indah memutar matanya malas, dia sudah jeggah mendengar omongan suaminya yang itu-itu aja, "Hmm.." dehem Indah.
"Hamm...hemm...ngerti ngak?"
Astaga...halal ngak sih maki suami? Seriusan Indah nanya! Kesal dia tuh, "Iya suamiku...lagian Indah kan sehat, ya cuman lagi hamil! Bukan sekarat!" gerutu Indah.
"Ya! Justru itu karena kamu lagi hamil, itu rentan karena tidk tahu, Kalau orang sekarat kita misa memilah kapan dia...di panggilnya"
Fiks! Indah kesalllllll! "Udah mending sekarang mas pergi kerja, cari uang! Karena anak kita butuh uang! Dan disini ada mama, mba Zahra, Lydia dan pelayan lainnya mas" usir Indah.
"Uang saya sudah ban--"
"Iya tau!" Indah mendorong pelang Ghazel.
"Ingat..jangan--"
__________________________________________
"Baiklah, mungkin rapat kali ini saya cukupkan. Tapi ingat kalian harus mengerjakan tugas yang disebutkan tadi, secepatnya kita pulihkan nama baik perusahaan kita dan cari pelakunya" ucap Ghazel kembali mengingatkan tugas masing-masing individu sekaligus menutup rapat mereka yang belum selesai kemarin.
Ghazel meranjak dari duduknya, diikuti oleh semua CEO disana, mereka menunduk hormat pada pimpinan mereka. Setelah itu Ghazel meninggalkan ruangam rapat diikuti oleh Han.
"Tuan, pak Naka ingin bertemu" lapor Han pada Ghazel, disela perjalanan mereka menuju ruangan Ghazel.
"Dimana dia sekarang?"
"Sudah berada diruangan anda tuan"
"Baiklah," Ghazel sedikit mempercepat langkahnya, agar temannya itu tidak memunggu terlalu lama.
Klekk..
"Maaf membuat anda menunggu lama Naka" ujar Ghazel saat memasuki ruangannya. Disana sudah ada seseorang yang duduk anteng disofa-nya.
"Tidak masalah, anda pasti sangat sibuk."
Ghazel mendudukan dirinya di singgle sofa disamping kiri Naka, dan Han duduk tepat dihadapan Naka.
"Maaf menganggu anda,"
"Tidak sama sekali, ada apa Naka, tumben kau mendatangi saya disini?, dan dimana sekretaris mu?"
"Aa...sekretaris saya sedang mengurus hal lain. Begini...ini terkait perihal pengeledahan tempo lalu" ucap Naka mode serius.
Ghazel dan Han saling memandang, dan memgangguk kecil.
"Kenapa?"
"Ini..." Naka meletakan selembar foto di meja didepan mereka.
"--orang-orang saya menemukan ini, mereka mengatakan mereka cukup sering berkomunikasi dan bertemu, apa anda mengenalnya?"
Raut wajah Ghazel mengeras, "Iya..sangattt balas Ghazel.
"Apa ada hal lain lagi tuan Naka?" tanya Han.
"Tidak...tapi saya yakin mereka juga terlibat. Saran saya kalian harus mengawasi mereka terus, dan saya juga tahu jika Erlangga memiliki team yang luar biasa dalam menangani masalah ini" ujar Naka.
"Terima kasih atas saran dan--"
Drrt... Ponsel Ghazel bergetar, ada panggilan masuk, ingin sakali ia marah tapi setelah melihat siapa yang menelpon Ghazel urungakan.
Ghazel memberikan kode pada Naka dan Han, untuk diam karena ingin menjawab panggilan istrinya itu, Han dan Naka mengangguk patuh.
"Ada apa Indah?"
"Mas...hiks!"
"Kenapa kamu menangis?, apa terjadi sesuatu?"
"Iyaa....hiks!"
__ADS_1
Ghazel mulai panik, pikirannya sudah..
Han ikut menegang, alamat-alamatnya dia akan rempong lagi.
"Ada apa?, kau baik-baik saja?,"
"Mass...! Hiks"
"Jangan buat saya khawatir, ada apa? Mana mama?" Ghazel sudah tegang, sudah ancang-ancang mau pergi.
"Itu...."
"Itu apa?"
"Drama yang aku tonton masa Sad Ending sih mas! Kan aku sedih,"
⊙_⊙ Wajah yang tadi panik, mendadak melempeng. Info unfaedah apa yang telah istrinya sampaikan ini?. Haruskan Ghazel ikut menangis? Kan tidak!.
Sedangkan Han dan Naka yang sejak tadi mendengarkan samar-samar percakapan mereka juga ikut mengangga.
"Yaudah, kamu nonton drama lain lagi, jangan nangis"
"Mas Ghazel, ngak asik!"
Tut..
Panggilan diputuskan sepihak.
"Lanjutkan--"
"Berapa usia istri muda mu Zel?" tanya Naka tiba-tiba.
Ghazel menatap tidak suka pada Naka, "Kenapa?"
"Tidak..hanya ingin tahu saja.."
"22 tahun"
Aah..sama dengan usia gadis itu.. Batin Naka.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Tidak ada maksud lain, lagian saya sudah ada yang--"
"Saya tidak bertanya" ketus Ghazel.
"Baiklah, saya permisi dulu, semoga pelakunya cepat tertangkap" Naka langsung keluar dari ruangan Ghazel.
......
Indah sedang asik menonton drama korea... Ia melanjutkan dramanya yang sempat tertunda beberapa hari yang lalu.
Awalnya ceritanya berjalan lancar, hingga kepenghujung episode... Akhir cerita tersebut malah sad Ending. Hal itu membuat Indah tidak terima dan menanggis hingga menelpon Ghazel.
"Ada apa Indah?" suara Ghazel langsung to the point.
"Mas...hiks!"
"Kenapa kamu menangis?, apa terjadi sesuatu?" mendengar suara Ghazel membuat Indah semakin sedih.
"Iyaa....hiks!" jawabnya parau sambil memakan buah apelnya.
"Ada apa?, kau baik-baik saja?,"
"Mass...! Hiks"
"Jangan buat saya khawatir, ada apa? Mana mama?"
"Itu...." Indah bingung mau mulai curhat dari mana.
"Itu apa?"
"Drama yang aku tonton masa Sad Ending sih mas! Kan aku sedih," ucap Indah langsung ke-inti. Dengan suaran tanggisnya.
"Yaudah, kamu nonton drama lain lagi, jangan nangis" sungguh bukan itu jawabang yang ingin Indah dengarkan, seharusnya kasih pengertian dong!
"Mas Ghazel, ngak asik!" ucap Indah dengan kesal.
Tut.. Indah memutuskan panggialnya, ia mau lihat Ghazel telpon balik ngak.....dan ternyata ENGAK semakin kesal dia tuh!
"AARGH..! Mas Ghazel ngeselin!" pekiknya.
________________________________________
Back lagi kita...
Sebelumnya Author mau ngucapin. Selamat hari raya idul fitri kalian semua!
Mohon maaf lahir batin ya!
...
Oh ya! Terima kasih atas komenan kalian di chapter2 kemarin.
Hjjjkkbdb....senang tau bacanya!
Dan buat kalian yang komen kapan update..
Author udah kasih tau bakal Slow update ya..
Soalnya sibuk banget beberapa hari belakang ini..
Dan juga Author mau izin libur dulu..
Karena mau liburan hari raye!
Kalian juga pasti gitukan?
Bakal update setelah lebaran.
Kalian harus senang...karena dengan begitu endingnya sedikit ditunda. Hiyachiya...
**tunggu!.. satu lagi
mampir dicerita aku LUXURY FAMILY itu cerita aku real ya!
Bakal pusing sih kalian bacanya, karena berat borrr!
terlalu ekstren eyakk**!
__ADS_1
Salam dari binjai...byee..!
©DreamNight ft CK™