
Alex sudah berada tepat di depan pintu kamar Indah. Dia belum tau apa masalahnya.
Tok…tok….
"Cil, ini abang, abang masuk ya?" teriak Alex.
Tidak ada jawaban dari si pemilik kamar.
karna pintu kamar tak terkunci jadi Alex langsung masuk saja.
saat masuk gelap itulah suasanan, lampu di matikan Alex tidak bisa melihat. ia meraba-raba dinding untuk mencari seklar lampu.
Klik.. lampu benyala, dan memperlihatakan sosok wanita usia 21 th dengan posisi tengkurap sedang tertidur pulas, dengan sisa air mata yang masih membekas di pelupuk matanya.
"Pantesan ngak di sahutin, tidur rupanya." ucap Alex seraya mengelus pelan rambut adiknya itu.
"Pasti mereka bertengkar hebat." kekeh Alex.
Alex pun memutuskan untuk keluar dari kamar Indah karna tidak ingin menganggu acara tidur adiknya itu. ia pun langsung menuju kekamar Aurel yang berada di samping kamar Indah.
Tok…tok.…
"***, ini abang, abang masuk ya?" teriak Alex lagi.
cklek.…pintu terbuka, menampilkan sosok dengan penampilan kacau, mata sembab karna habis menangis.
"Abang.." ucap Aurel langsung memeluk abangnya itu.
Alex masuk kekamar Aurel, dan duduk di tepi ranjang milik Aurel.
"Bisa ceritakan sama abang Rel?,kenapa kalian berantem?" tanya Alex dengan lembut.
Aurel hanya mengangguk, dan mulai cerita semuanya tanpa dia tutupin. berbagai ekspresi yang Alex tunjukan, dia tidak habis pikir hanya masalah sepele kedua adiknya berantem seperti ini.
"Maafin Aurel bang" ucap Aurel sedih.
"Kenapa minta maaf ke abang, kamu minta maaf ke kak Indah sana, abang ngerti kamu pasti marah banget, tapi kalau bisa saat marah lisannya di jaga jangan asal bicara ya" ucap Alex "bisa jadi apa yang kita ucapin dapat menyakiti perasaan orang tersebut. apalagi Aurel ngomongnya kayak gitu, Aurel kan tau kak Indah lebih sensitif cepat banget nangis nya" kekeh Alex, sambil mengelus kepala adiknya itu.
"Iya bang, Aurel nanti minta maaf" ucap Aurel, dengan airmata yang sudah siap jatuh.
"Yaudah, istirahat ya, nanti baru kita bahas lagi" ucap Alex, langsung pergi keluar dari kamar Aurel.
Aurel hanya mengangguk, dan ia langsung menidurkan dirinya lagi.
Alex turun kelantai tempat keberadaan Bunda dan Istrinya.
"Loh, kapan datangnya lo?." tanya Alex kaget melihat ada Anton yanh sudah mengobrol dengan bundanya.
"Barusan, apa kabar lo bang.?" tanya Anton yang memeluk Alex.
"Puji tuhan baik." jawab Alex.
"Dua curut mana nih?" tanya Anton mencari Indah dan Aurel.
"Udah tidur mereka" jawab Alex, langsung duduk di samping Jennie.
"Istri lo mana? " tanya Alex.
"Ngak bisa ikut dia, mertua gue sakit, mungkin minggu depan dia kesini. " jawab Anton.
Mereka semua tengah asik mengobrol.
Indah terbangun dari tidurnya, karna merasa haus dia langsung turun ke bawah.
saat sudah di pertengahan tangga ia mendengar suara samar-samar dari abang-abangnya.
dan benar saja, mereka sedang kumpul di bawah.
__ADS_1
Anna yang ngeh melihat putri keduanya itu terun langsung memanggilnya.
"Ndah udah bangun?,sini nak" ucap Anna, tersenyum.
semua yang di sana melihat kearah Indah.
"Haus mau kedapur." ucap Indah langsung lewat.
Alex dan Anton hanya diam melihat adiknya itu.
"Mode ngembek tu. " bisik Airyn.
Setelah dari dapur Indah langsung mau naik lagi, tapi langkahnya terhenti" ngak kangen sama abang ndah?"tanya Anton.
"Ngantuk bang, besok aja ngobrolnya" jawab indah, langsung pergi.
semuanya pada diam, tidak biasanya Indah seperti itu, biasanya dia akan kembali ceria setelah bertengakr dengan Aurel.,Indah tipe yang mudah melupakan masalah. cuek memang orangnya.
...…...
Paginya suasana di rumah Agung, menjadi rame, pulangnya Alex dan Anton menjadikan suasana menjadi cerah, meski sosok Ayah mereka belum pulang, dan besok akan pulangnya, itu tidak menyurutkan raut bahagia di wajah Anna.
Aurel sudah siap dengan seragam SMA nya, dengan wajah tanpa senyum langsung duduk di meja makan.
"Pagi sayang" sapa Anna.
"Pagi bun, bang kak, " jawab Aurel lesu.
"Rek kamu kenapa dek?" tanya Jennie.
"Engak kak, bunda sama kakak masak apa?" tanya Aurel mengalihkan pembicaraan.
"Nasi goreng, enak lo kak Jennie yang bikin" jawab Airyn, di anggukin oleh Lolita.
"Loh Indah mana?" tanya Anton yang baru saja datang.
"Eh curut udah bangun, iya dong." ucap Anton tersenyum.
Aurel hanya diam.
"Bi bangunkan Indah ya" perintah Anna pada salma, Pelayan di rumahnya.
"Baik bu." ucap Salma langsung pergi kearah kamar nn nya.
Semua nya sudah duduk di meja makan, tinggal menunggu kedatang Indah. "tak biasanya Indah lama seperti ini" ucap Anna lagi.
"Ny. Non Indah lagi siap-siap, katanya suruh makan dulu aja" ucap Salma, setelah itu dia langsung kedapur lagi.
Aurel yang merasa bersalah, hanya diam tertunduk.
Mereka akhirnya makan duluan sesuai yang di minta Indah untuk sarapan duluan. di tengah-tengah sarapan Mereka, Indah akhirnya turun, tapi tidak menuju ke meja makan tapi langsung ke depan.
"Indah, mau kemana? " tanya Anna yang kebetulan melihat Indah.
"Kampus bund, udah dulu byee!" jawabnya, langsung pergi.
Anna hanya diam, "Lanjut lagi makannya nak" ucap Anna pelan. pandangan selalu kearah pintu utama mereka berharap putrinya kembali.
Alex langsung berdiri, dan pergi ke arah luar.
Alex langsung pergi kearah mobil yang akan indah gunakan,
"Bukaa," teriak Alex mengetuk pintu kaca mobil Indah.
"Ada apa bang?" tanya Indah.
"Masuk sarapan." ucap Alex menatap kearah Indah,
__ADS_1
Indah menghembuskan kasar napasnya, dan keluar" Bang balikin kunci mobilnya, asatagaaa aku telatt!" ucap Indah, menjelaskan.
"Bohong!,masuk ngak? ini masih jam 6 " ucap Alex menyeret Indah untuk masuk.
"Bang lepasiin!,apaan sih!,ngak lucu tau!" teriak Indah.
Semua yang berada di ruangan makan, langsung keluar mendengar teriakan Indah.
"Alex, Indah kalian kenapa pagi-pagi teriak-teriak" tanya Anna.
"Alex cuman suruh dia masuk buat sarapan bund" ucap Alex.
Mendengar itu Anna hanya diam.
"Kamu kenapa teriak-teriak ndah?" tanya Airyn.
"Orang di tarik-tarik, kunci mobil di ambil!" jawab Indah. sambil merapikan bajunya.
"Abang sudah bilang baik-baik, lanngsung pergi aja ngak salaman sama bunda, sarapan penting ndah" ucap Alex.
"Iya tapi ngak usah tarik-tarik juga kali!" sinis Indah.
Semua terkejut tidak biasanya Indah menjawab "Indah sejak kapan kamu ngejawab omongan yang lebih tua?" tanya Anton,
"Udahlah, sini kunci nya bang, udah telat nih ah" ucap Indah langsung merampas kunci yang ada di tangan Alex.
Semuanya terdiam, Indah yang mereka kenal tidak pernah seperti ini.
"Semua gara-gara Aurel" tanggis Aurel pecah, dia pun langsung berlari kekamarnya.
"Kok jadi gini sih" keluh Airyn.
"Nanti juga baik lagi" ucap Anton tersenyum.
...…...
Hari ini adalah hari kepulangan Agung kerumah, yang seperti yang di bilang dia akan pulang sebentar lagi.
Masalah antara Indah dan Aurel belum selesai, Indah selalu mengunci diri, Aurel yang selalu takut untuk minta maaf. Bahkan omongan Alex dan Anton sudah tidak Indah dengarkan.
Entalah, hati nya benar-benar sakit atas ucapan Aurel.
Airyn dan Jennie selalu membujuk mereka berdua, tapi Indah bukanlah anak kecil lagi, jadi sangat sulit untuk meluluhkan nya.
"Benar ya Ryn, orang yang suka senyum, dan cuek kalau udah sakit hati susah luluhnya" ucap Jennie.
"Kakak benar, Indah orang humoris, tidak pernah menganggap serius omongan orang, tapi 4 hari ini dia benar-benar berbeda, masa sih pas pernikahan aku nanti mereka masih ngak akur" ucap Airyn, yang hampir menanngis.
"Semuanya akan baik-baik saja" ucap Jennie.
...…...
"Tuan apa anda yakin dengan keputusan anda ini?" tanya Han berulang kali.
" Kau ragu pada ku Han? " tanya Ghazel.
"Tapii-"
"Sudahlah, kau lihat saja nanti" potong Ghazel.
...……...
Agung sudah sampai ke Bali, dia dalam perjalanan menuju rumahnya. bukannya bahagia dia malah termenung akan pikirannya yang seperti berperang di dalam sana.
Tidak ada sepatahkan kata apapun yang keluar dari mulut Roni, dia hanya mengikuti apa yang boss nya lakukan menurut nya benar.
Bantu promosi kuy.😍😍
__ADS_1
Aku Up lagi nih, komen, Like, dan Vote dibutuhkan. 💕💕💕💕