IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter - 90


__ADS_3

Chapter sebelumnya:


pelukan terlepas, tapi posisi mereka masih dekat, mata mereka saling bertemu, dan ntah siapa yang memulai mereka sudah saling berciuman. merasa pasokan napas Indah akan habis Ghazel dengan berat melepaskan ciumana mereka.


wajah mereka masih sangat dekat, deru napas mereka saling bersautan, "Indah.., boleh kah saya."


"Boleh mas," dan....


...««Selamat membaca»»...


Dan, Ghazel menjauh dari Indah, ia berjalan kearah meja, mengambil teh yang Indah siapkan tadi. Indah yang masih belum koneks hanya bengong, ia berpikir, apakah dirinya terlalu berekspetasi terlalu tinggi.


"Saya tidak mungkin menganggurkan teh buatan istri saya," ucap Ghazel.


"Hah?," Indah memandang Ghazel bengong.


Ghazel tersenyum sangat kecil hanya seujung bibirnya saja, ia jelas tau apa yang dipikiran istrinya itu, dengan pelan Ghazel melangkah mendekat ke Indah, yang masih berdiri dengan ekspresi lucunya.


"Kamu benaran sudah siap?," tanya Ghazel, saat dirinya sudah dihadapan Indah.


Indah masih diam, matanya menatap Ghazel, "Siap apa mas?," tanya balik, Indah hanya ingin memastikan saja, takutnya salah sangka kan.


"Lakuin apa yang ada dipikiran kamu itu?," ucap Ghazel, ia sangat menyukai ekpresi Indah saat ini, sangat lucu pikir Ghazel.


Indah tentu saja terkejut, bagaimana suaminya tau, itulah pijir Indah, tapi...Indah malu lah ngaku.


"Aku ngak mikirin apa-apa kok mas," elak Indah. yakali ia ngaku mau ehm kan.


"Oh, yaudah, kalau gitu saya mau keluar du--"


"Eh mas, itu..itu..mmm, anu,"


"Apa Indah, bicara ngak jelas, kayak ngak lulus sekolah aja," ujar Ghazel.


'Gimana bilangnya, masa iya, aku yang duluan, nanti dibilang agresif lagi, huh' Indah membatin kesal.


Tak...


"Aww!," Indah mengosok keningnya yang dijentik Ghazel.


"Malah bengong," ujar Ghazel.


Ghazel memegang kedua belah bahu Indah, "Indah, dengarkan saya, saya tau apa yang ada dipikiran kamu ini, dan saya juga tahu kamu pasti bingung mau ngomong gimana, tapi satu yang saya tanya baik-baik sama kamu, kamu benar siap?, ikhlas?," tanya Ghazel, ia memandang Indah dengan tatapan yang lembut.


Indah terdiam kaku, ia bingung mau jawab apa, 'Apa langsung aksi aja ya?, kata mama, laki-laki bisa luluh sama kita kalau sudah ada anak, aku harap dengan ini mas Ghazel bisa cinta sama aku,' batin Indah berharap.


"Ikhlas mas, selama ini juga Indah kan belum kasih itu ke mas," ucap Indah pelan, tapi masih bisa didengar oleh Ghazel.


"Kasih apa?," goda Ghazel.


"Ya itu, yang biasa dikasih mba Zahra, mba Naysa, tapii itu ngak sakitkan mas?," tanya Indah polos.


Ingin sekali Ghazel tertawa, tapi sebisa mungkin dia harus mempertahankan image dinginnya dia, istrinya ini benar-benar.


"Tergantung, kalau kamu lawan sih sakit, tapi kalau kamu nurut amanlah," jawab Ghazel, seolah-olah berpikir.


"Jadi aku harus nurut?," Indah berjalan kearah kasurnya, dan naik ia duduk diam.

__ADS_1


"Kayak gini mas?," tanyanya, ia sudah duduk bersila, menatap Ghazel, jangan lupakan detak jantungnya yang sudah kelewat lajunya.


Ghazel mengulum senyumnya, ia berjalan menuju kasur, "Sini," pinta Ghazel menyuruh Indah mendekat.


Indah bergerak sedikit, dan mendekat kearah Ghazel, kedua tangan Ghazel menekup kedua sisi wajah Indah, "Kamu penggen saya makan?," tanya Ghazel.


Indah mengangguk sebagai jawaban, dia tidak polos-polos amatlah, berkat sering menonton drama korea, ya sedikit banyak pahamlah.


CUP!


Mereka menikmati seliran perasaan yang nyaman diantara keduanya, dengan pelan Ghazel menjatuhkan tubuh Indah, sedangkan tangan Indah, sudah mengalung indah dileher Ghazel, dengan ketrampilan yang sudah lihai Ghazel bisa membuat Indah merasakan hal yang tak pernah ia rasakan.


Keduanya masih intens berciuman, ciuman berangsur menurun, "Saya ngak akan berhenti Indah," ucap Ghazel disela-sela ciumannya.


"Si-silahkan," jawab Indah.


tanpa babibu lagi, Ghazel langsung menerjang Indah, dan merekapun melakukan peperangan sengit diatas kasur.


Note: masih tabu dalam adegan dewasa🙏, jadi bayangin sendiri aja ya reader😁


...«««...


"Ini Indah sama Ghazel mana?, ngak sarapan mereka?," tanya Agung saat menduduki kursinya.


"Ngak tau yah, biasanya kak Indah cepat kalau mau sarapan," ujar Aurel.


"Airyn panggilan ya," ucap Airyn hendak beranjak dari duduknya,


"Ngak usah sayang, mungkin aja Indah masih nunggu suaminya, lagian emang kamu mau gangguin mereka?," cegah Bima.


Mereka pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, akan terlambat jika menunggu pasangan tersebut.


...«««...


"Aku tidak akan hadir dalam acara tersebut!," kekeh orang itu.


"Tapi pa, Agung dan Ana berhara--"


"Apa kau ingin suamimu ini bertemu dengan monster si Ghazel sialan itu!, kita sudah tidak ada hubungan sama mereka lagi, setelah mereka memutuskan menikahkan Indah bersama Ghazel sialan itu," ucap orang itu dengan raut tak senangnya.


"Martin!, kau sangat kekanakan," pungkas sang istri.


"Iya, dan kamu jangan pernah berani datang keacara itu!," peringatnya pada sang istri. Ia pun langsung pergi dengan emosi yang siap-siap meletus.


Rasa marah, iri, dan kecewanya pada Agung sangat besar, ia sangat tidak terina jika Agung menjalin hubungan dengan Ghazel, terlebih gara-gara statusnya sekarang sekarang, Agung menjadi lebih dipandang, dan Martin tidak suka hal itu.


"Aku akan menghancurkan mereka!," ucapnya.


...«««...


Sudah pukul satu siang, Indah dan Ghazel bahkan belum keluar dari kamarnya, tentu saja hal itu membuat Ana khawatir, ia takut putrinya diapa-apakan oleh Ghazel, ia ingin menghampiri Indah dikamarnya, tapi tidak enak dengan menantunya itu.


"Menurut kamu mereka kenapa ngak keluar kamar?," tanya Airyn pada Lolita.


Lolita nampak berpikir sebentar, "Mungkin mau berduan, atau lagi mageran, atau lagiiiiii,"


"Lagi apa?," tanya Airyn agak panik.

__ADS_1


"Bercocok tanam," seringai Lolita, dan berhasil mendapat lemparan bantal oleh Airyn.


"Ngak mungkin, Indah mana mau!, diakan ngak cinta sama Ghazel!," ucap Airyn ngak suka.


"Lagian ya, ngapain lo kepo?, suka-suka merekalah, toh mereka juga suami-istri kan?, jadi wajar ajalah," ujar Lolita.


Airyn diam, terlihat jelas raut tak sukanya, ntahlah ia hanya tidak suka dengan Ghazel.


...««...


"Eghh..." leguh Indah, ia baru terbagun dari tidurnya, rasanya tubuh Indah seakan hancur, untuk bangun saja ia tidak sanggup, rasanya benar-benar sakit dan melelahkan. seketika senyumnya terbit saat melihat suaminya tertidur pulas menghadap dirinya.


"Udah tua, kenapa bisa ganteng banget sih?," guman Indah, jari tanggannya bermain di permukaan wajah Ghazel.


"Tua gini, kamu aja kewalahan," jawab Ghazel dengan mata masih terpejam. Lantas Indah langsung terbelalak kaget.


Plak..


"Apaan sih mas," gerutu Indah malu dia tuh.


Ghazel terkekeh, ia menarik Indah dalam pelukkannya, "Terima kasih Indah," ucapnya dan mengecup kepala Indah.


"Biasa," jawab Indah, mengeratkan pelukan mereka.


"Mas, kalau misalnya aku hamil gimana?," tanya Indah disela pelukan meraka.


"Saya tanggung jawab, tenang!," jawab Ghazel.


(Uci: Heh!, kalian udah sah!)


"Mas.."


"Apalagi?,"


"Itu..itu...pelukan tanpa pakai apa-apa ngak enak, geli," cicit Indah.


"Tapi saya suka," balas Ghazel. ia semakin erat memeluk Indah, "Saya tidak tau, jika wajah sepolos kamu ini juga AGRESIF sekali," goda Ghazel.


"Mas suka?,"


"Hmm..,"


Indah hanya tersenyum bahagia, ia tidak menyangka jika, Ghazel-lah yang menjadi pria pertama untuknya, dan Indah bersyukur akan itu.


Sedang asik berpelukan, tiba-tiba pintu kamar Indah diketuk dari arah luar, sentak Indah panik, dan langsung meloncat bangun, hendak akan berlari membuka pintu," Pakaian mu Indah," peringat Ghazel dengan senyumannya,


Seakan sadar Indah langsung kembali berlari kearah kasur, dan masuk lagi dalam kasur, "Mas, gimana?," ucapnya panik.


"Biarkan saja, main lagi yuk?" ajak Ghazel sengaja memgoda Indah, tapi kalau Indah mau ya gasskun..


...««Bersambung»»...


**Jujur Uci ngak tau nulis apa nih weeyy π_π


Pokoknya jangan lupa, Like, komen dan Masuk RAK kalian.


Ini blurrrrr bgtt bahas gituan**..

__ADS_1


__ADS_2