
Hari yang di nantikan sudah tiba, Airyn sudah cantik dengan gaun putih yang ia kenakan.
Dia menatap pantulan wajahnya, dengan senyuman lebar. tak henti-hentinya dia tersenyum, seolah-olah ada yang mengelitik hatinya geli.
"Udah cantik loh" ujar Tamara yang baru masuk kekemar Airyn.
Airyn hanya menunduk malu, "Aku deg-degan" ucapnya panik.
Tamara memegang tangan temannya nya itu erat, untuk memberikan ketenangan " rileks, semuanya akan lancar".
Aurel dan Indah masuk kekamar Airyn, dengan dress yang berwarna senada dengan Airyn, hanya saja dress punya mereka ada tambahan pita pink nya. Aurel dan Indah tersenyum bahagia melihat kakaknya, "Kak, ayok kita berangkat sekarang" ucap Aurel.
Airyn, Indah,Aurel,dan Tamara turun di lantai satu di sana mereka sudah di tunggu oleh seluruh keluarga, Tamara mengiringi setiap langkah Airyn, sedangkan Indah dan Aurel, memegang ekor dari gaun Airyn.
Semua orang takjub dengan kecantikan Airyn, mereka tersenyum bahagia. "Kamu cantik sekali nak" puji Anna, "Terima kasih bunda".
Mereka pun keluar, dan pergi menuju ke Gereja tempat melaksanakan pernikahan antara Bima dan Airyn.
Airyn satu mobil bersama ayah dan bunda, sedangkan Alex satu mobil dengan istri, Indah dan Aurel, dan Anton bersama istri dan Lolita. Tamara mengendarai mobilnya sendiri.
Perjalanan dari rumah Agung ke gereja memakan wktu kuramg lebih 30 menit. untungnya jalanan tidak terlalu padat, jadi mereka bisa sampai lebih cepat.
Upacara pemberkatan nikah dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh Romo Iksan selaku pastur.
Setibanya di depan Gereja, sudah ada petugas yang mengiring mereka masuk, dengan dekorasi yang elegan membuat di sekita halaman Gereja menjadi cantik.
Airyn, masuk ke Gereja dengan mengandeng tangan Ayahnya. saat sudah di depan pintu mau memasuki Gereja perasaan gugup semakin kuat, Agung mengetahui jika putrinya gugup, ia sesekali menepuk pelan tangan anaknya yang mengandengnya.
Di belakang Airyn dan ayahnya, juga ada bunda,abang Berserta adiknya. sebenarnya hanya Agung yang mengiring Airyn, yang lain bisa langsung duduk, tapi permintaan Airyn,mereka harus mengiring Airyn sampai ke Althar setelah itu baru mereka duduk.
Airyn melihat kedepan, di sana sudah ada Bima berserta pendeta yang menunggu kedatangannya, senyumannya tidak pernah luntur. begitu juga senyuman Bima,
Bima memakai jass Hitam, di padukan dengan dasi kupu-kupunya, tak lupa terselip bunga di saku baju atasnya.
__ADS_1
Semua yang ada di sana memandang kagum atas kecantikan Airyn.
Semakin dekat dengan Altar pernikahan, semakin kuat pula detak jantungnya berpacu. sampailah mereka di depan Altar, dan Bima sudah berdiri mengulurkan tangannya "Tolong jaga putriku ini" Agung memberikan tangan Airyn,langsung di sambut Bima. "Pasti".
Suasana menjadi hikmat, Bima dan Airyn sudah berdiri berhadapan. "Maka atas nama Gereja Allah, saya meneguhkan pernikahan kalian di atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus," ujar Romo Iksan
Setelah dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah,Airyn dan Bima pun bertukar cincin. Bima pun mencium mesra kening Airyn yang kini berstatus sebagai istrinya.
Senyum bahagia terlihat dari bibir Airyn dan Bima, Para undangan pun memberikan tepukan tangan yang mengisyaratkan sebagai tanda kebahagiaan pernikahan mereka. Anna menanggis bahagia melihat putrinya.
Keduanya pun mengucapkan janji setia untuk sehidup semati.
"Aku, Bima, membawa Anda, Airyn, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita," kata Bima menatap lekat wajah Airyn.
Sekarang giliran Airyn untuk mengucapkan janji setia.
"Saya, Airyn, membawa Anda, Bima, menjadi suami saya. Saya berjanji untuk mencintai dan menghormati Anda sejak hari ini, untuk lebih baik, lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, sakit, dan kesehatan semua hari-hari kehidupan kita, sampai kematian memisahkan kita, " jawab Airyn
Pernikahan Airyn dan Bima hanya dihadiri oleh keluarga besar kedua belah pihak.
"Selamat ya, udah jadi istri aja nih" ujar Alex, memeluk adiknya itu. dan di ikuti oleh Anton memeluk adiknya,
"Kak, selamat ya" ujar Indah dan Aurel serempak, mereka saling berpelukan.
Agung dan Fendi saling mengucapkan selamat, karna sudah resmi menjadi besanan.
Acara selanjutnya mereka berfoto dan tentu saja menyantap hidangan yang sudah di sediakan, meski tidak ada orang luar yang di undang di acara nikahan,tapi halaman Gereja sudah penuh oleh orang-orang Agung maupun Fendi.
Untuk resepsinya di adakan nanti malam, jam 19:00 WIT di Hotel Gladis (Np: Hotelnya ngarang ya😁) salah satu Hotel terbaik di bali untuk resepsi.
Setelah acara di Gereja selesai, Keluarga Agung dan Fendi langsung menuju hotel, mereka akan menginap di sana semalam.
......................
__ADS_1
"Terima kasih atas waktunya pak, semoga kerjasama ini membuahkan hasil yang baik". ujar salah satu rekan bisnis Ghazel.
Ghazel hanya mengangguk, Han memperlihatkan data saham yang di miliki oleh perusahaan tersebut kepada Ghazel melalui tablet nya. "Pak james, bagaimana dengan produksi madu nya, apakah tidak ada masalah?" tanya Han.
Pak James, terdiam, "Semuanya baik-baik saja, perusahaan madu kami, mengelola dengan baik, dari hasil pemasukan dan penggeluaran sangat sesuai." jawabnya.
Ghazel menatap orang tersebut, "Saya harap anda berkata jujur" ujar Ghazel, ia pun langsung melihat-lihat lagi profil perusahaan yang ingin berkerja sama dengannya itu.
Pak James, harap-harap cemas, melihat bagaimana Ghazel dan Sekretarisnya itu membaca secara detail profil tersebut.
Sebenarnya Ghazel sudah cukup lama tau akan pebrik tersebut, dia juga sudah menelusi setiap inci dan menyelidiki pabrik tersebut, jadi dia sudah tau semuanya, hanya saja dia ingi melihat bagaimana orang di depannya itu bermainkan kebohongan didepannya.
Ghazel menutup dokumen yang di tangannya, Han melihat kearahnya, Ghazel tersenyum kecil,"Saya akan menanamkan saham saya di pabrik anda, sisa nya di urus oleh sekretaris saya" ujarnya.
Han langsung mengangguk tanda mengerti akan kode yang di berikan Ghazel. "Silahkan tanda tangan disini" ujar Han, memberikan dokumen kerja sama di depan pak James.
Sedangkan pak James sudah tersenyum lebar, ia berpikir jika dengan menjadikan Ghazel rekannya, pabriknya akan, berkembang semakin besar.
Pertemuan bisnis selesai, Ghazel dan Han langsung kembali ke Hotel yang mereka tepati selama 4 hari ini.
"Han, pastikan pabrik tersebut atas nama kita, dan singkirkan bedebah itu, orang yang memakan uang kariyawan tidak pantas berdampingan dengan ku!" ucap Ghazel.
"Baik tuan"
Ghazel dan Han sudah sampai di hotel, saat memasuki loby mereka sudah di sambut oleh pegawai disana, saat mau menuju ke kamarnya Ghazel tiba-tiba memghentikan langkahnya dan berbalik melihat Han "Apa kau sudah menyiapkan baju untuk acara nanti malam Han?" tanya Ghazel.
"Sudah tuan"
Ghazel masuk di kamarnya, sedangkan Han, masih berdiri melihat kepergian tuannya, jika sudah benar-benar hilang dari pandangannya barulah dia pergi kekamarnya yang berada di samping kamar Ghazel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai Chapter Ini.
__ADS_1
Terima kasih buat kalian sudah mau membaca ceeita ini, atau sudah mampir di lapak ini.
...mohon dukungannya, dengan memberikan Vote, like dan Komen agar author ini semakin semangat Updatee. 💖💖💖...